Pengemudi Ojol Meninggal, Tim Medis RSUD BARI Sempat Lakukan RJP

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istri almarhum, Rika Yunita (39) saat ditemui di rumah duka, Sabtu (3/10/2026). Foto: Tia

Istri almarhum, Rika Yunita (39) saat ditemui di rumah duka, Sabtu (3/10/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Pengemudi ojek online (ojol), Hardiansyah (41), meninggal dunia setelah tiba di IGD RSUD BARI Palembang, Jum’at (2/10/2026).

 

Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan memberikan obat-obatan, namun nyawanya tidak tertolong.

 

Kepala Humas dan Tim Pemasaran RSUD BARI Palembang, Adea Triutami, mengatakan Hardiansyah tiba di IGD sekitar pukul 07.42 WIB dalam kondisi death on arrival (DoA).

 

“Pasien datang dalam kondisi tidak ada nadi dan tidak ada napas,” ujar Adea, Sabtu (3/10/2026).

 

Menurut Adea, tim medis langsung melakukan tindakan pertolongan terhadap pasien. RJP dilakukan disertai pemberian obat-obatan untuk berupaya mengembalikan kondisi pasien.

 

Namun, setelah dilakukan penanganan medis, Hardiansyah tidak memberikan respons. Upaya pertolongan yang dilakukan tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

 

Sementara itu, istri Hardiansyah, Rika Yunita (39), mengatakan suaminya memiliki riwayat penyakit asma.

 

Kondisinya sempat mengalami kekambuhan cukup berat pada 15 September 2026, kemudian membaik setelah mendapat pengobatan.

 

Rika mengatakan sebelum dibawa ke rumah sakit, Hardiansyah mengalami batuk dan pilek.

 

Kondisinya kemudian memburuk sehingga keluarga memberikan bantuan menggunakan nebulizer sebelum membawanya ke rumah sakit.

 

Menurut Rika, Hardiansyah sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojol sejak pagi. Saat bekerja, suaminya selalu menggunakan masker.

 

Rika juga menyebut kondisi kabut asap terasa cukup pekat di rumah mereka. Rumah tersebut, kata dia, sebagian besar belum memiliki plafon sehingga asap dirasakan masuk ke dalam rumah.

 

Setibanya di rumah sakit, pihak keluarga menyebut Hardiansyah sempat mendapat sejumlah tindakan medis, di antaranya pemeriksaan EKG, defibrilasi, serta pemberian obat melalui suntikan.

 

Hardiansyah kemudian dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WIB.

 

Hingga kini, belum ada keterangan medis yang memastikan kabut asap atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai penyebab kematian Hardiansyah.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Tanggapi Soal Siswa Keracunan MBG di Muba, Deru Soroti Higienitas dan Jamin Pengobatan Gratis
Tetap Ngemudi Ojol meski Punya Asma dalam Kondisi Kabut Asap, Warga Kertapati Meninggal Akibat Sesak Napas
Brigjen Pol Rony Samtana Gantikan Sandi Nugroho sebagai Kapolda Sumsel
Dua Kali Jadi Korban Curanmor, Yuniati Menangis Saat Laporkan Motornya Dicuri
Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi
Polrestabes Palembang Sediakan Posko Pengobatan Gratis Menderita ISPA 
TPID Sumsel Perkuat Pengendalian Inflasi, 493 Operasi Pasar Digelar hingga September
Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Tanggapi Soal Siswa Keracunan MBG di Muba, Deru Soroti Higienitas dan Jamin Pengobatan Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Tetap Ngemudi Ojol meski Punya Asma dalam Kondisi Kabut Asap, Warga Kertapati Meninggal Akibat Sesak Napas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Pengemudi Ojol Meninggal, Tim Medis RSUD BARI Sempat Lakukan RJP

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Dua Kali Jadi Korban Curanmor, Yuniati Menangis Saat Laporkan Motornya Dicuri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi

Berita Terbaru

Istri almarhum, Rika Yunita (39) saat ditemui di rumah duka, Sabtu (3/10/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Pengemudi Ojol Meninggal, Tim Medis RSUD BARI Sempat Lakukan RJP

Sabtu, 3 Okt 2026 - 22:33 WIB