Selama 8 Bulan, 4.082,8 Hektare Hutan dan Lahan di Sumsel Terbakar

- Redaksi

Selasa, 19 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pemadaman api Karhutla. (Photo: Dokumen Manggala Agni)

Proses pemadaman api Karhutla. (Photo: Dokumen Manggala Agni)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Berdasarkan data dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumatera sebanyak 4.082,8 hektare hutan dan lahan terbakar di Sumatera Selatan.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, bahwa 4 ribu lebih hektare lahan tersebut dengan rincian 2,947,8 lahan mineral dan 1.135,0 lahan gambut.

“Jadi berdasarkan hasil citra satelit, sepanjang Januari hingga Agustus 2023 setidaknya sudah ada 4.082,8 hektare lahan yang terbakar di Sumsel,” jelas dia, Selasa (19/8/2023).

Sebelumnya, kata Ferdian, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sudah menetapkan status siaga sejak Maret lalu.

“Dari awal tahun kami juga sudah mengantisipasi, mulai dari kegiatan pencegahan bersama masyarakat di desa-desa yang rawan karhutla, patroli, serta pembukaan posko-posko kebakaran,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengerahkan sejumlah personil dari Manggala Agni (MA).

“Untuk Manggala Agni sudah ada 240 orang yang diterjunkan ke daerah rawan karhutla, 10 hari yang lalu saya juga BKO kan 45 personil tambahan dari Jambi untuk bergabung memadamkan api di OKI,” terang dia.

“Karena Kabupaten OKI paling luas terjadi karhutla,” tambah dia.

Setidaknya, Ferdian mengungkap, ada 2.625,0 hektare luas lahan yang terbakar di Kabupaten OKI dengan rincian 1.639,1 lahan mineral dan 985,9 lahan gambut.

Menurut Ferdian, meluasnya kebakaran hutan dan lahan di OKI dikarenakan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang sudah berlangsung lebih dari 60 hari.

“Ditambah sebagian besar wilayah OKI lahan gambut, sehingga bila terbakar akan sulit dipadamkan,” ungkap dia.

Lanjut dikatakan Ferdian bahwa di OKI juga masih banyak terdapat titik hotspot. “Makanya saat ini kami fokus melakukan pemadaman di OKI yang dibantu dari satgas darat dan Water Bombing (WB),” ujar dia.

Lebih lanjut Ferdian mengatakan bahwa kondisi asap yang masuk Palembang akibat dari kebakaran di OKI. “Mudah-mudahan pemadaman dapat segera tuntas, dan kondisi udara kita kembali normal,” terang dia. (ANA)

Berita Terkait

Gelar “Minggu Kasih” di Gereja Hati Kudus, Kapolsek Buay Madang Timur Sosialisasikan Wilayah 3 Zero dan Tanggap Darurat Aduan
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Sosialisasi “Stop Karhutla” kepada Petani
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Kejari Muba Tolak Penangguhan Tersangka TG Dalam Perkara Korupsi Aset Pemkab Muba.
Polda Sumsel Selamatkan 370 Ribu Jiwa, Jaringan Narkoba Dibongkar dalam 71 Kasus
UMP Gelar Seminar Nasional Menuju Pemilu 2029 
Razia Dua Tempat Hiburan Malam, Polisi Amankan 17 Orang dan Enam Butir Ekstasi
15 PAC PDI Perjuangan Kabupaten Muba Dilantik

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WIB

Gelar “Minggu Kasih” di Gereja Hati Kudus, Kapolsek Buay Madang Timur Sosialisasikan Wilayah 3 Zero dan Tanggap Darurat Aduan

Minggu, 1 November 2026 - 19:19 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Sosialisasi “Stop Karhutla” kepada Petani

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Minggu, 1 November 2026 - 16:17 WIB

Kejari Muba Tolak Penangguhan Tersangka TG Dalam Perkara Korupsi Aset Pemkab Muba.

Minggu, 1 November 2026 - 16:02 WIB

Polda Sumsel Selamatkan 370 Ribu Jiwa, Jaringan Narkoba Dibongkar dalam 71 Kasus

Berita Terbaru