Sampel Makanan dan Muntahan Siswa di OKI Masih Diuji Laboratorium BPOM

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Foto: Tia

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan masih dalam tahap penyelidikan.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan menjelaskan bahwa sampel makanan dan muntahan siswa sedang diuji melalui metode kultur, yaitu proses menumbuhkan mikroorganisme di laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat bakteri berbahaya.

“Biasanya hasilnya keluar dalam 10 hari, dan saat ini kita masih menunggu. Pengujian dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan BPOM Palembang,” ujar Dedy, Selasa (9/9/2025).

Dedy menyebur, sampel yang dikirim pada 4 September lalu mencakup makanan soto yang diduga menjadi penyebab, muntahan siswa, serta air yang digunakan untuk memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia mengatakan jika tidak ada hambatan, hasil laboratorium diperkirakan akan keluar pada 14 September 2025.

“Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan apakah makanan tersebut tercemar bakteri atau tidak,” katanya.

Meski penyebab pasti belum diketahui, kabar baiknya adalah semua siswa yang sempat mengalami gejala keracunan kini telah pulih.

“Alhamdulillah, semua siswa sudah kembali sehat dan tidak ada keluhan lagi,” ucapnya.

Kasus ini sebelumnya sempat menghebohkan warga OKI setelah 80 siswa mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi menu MBG di sekolah.

“Pemerintah daerah dan instansi terkait saat ini terus berkoordinasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech
Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:31 WIB

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WIB

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas

Berita Terbaru

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Kota Palembang

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:29 WIB