Ricuh! Puluhan Massa Aksi Demo ‘Wajah Gelap Pendidikan Sumsel’ Paksa Masuk Temui Gubernur

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi yang bertugas saat mengamankan para massa aksi demo pada, Jum'at (sore) (2/5/2025). Foto: Tia

Polisi yang bertugas saat mengamankan para massa aksi demo pada, Jum'at (sore) (2/5/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Puluhan massa aksi demo dari gabungan berbagai organisasi seperti HMI, BEM PGRI, LMBD dan lain-lain menggeruduk kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) guna menyoroti dunia pendidikan di Sumsel yang bertepatan di Hari Pendidikan Nasional, Jum’at 2/5/2025).

Dalam aksi yang dilakukan, para pendemo datang dengan suasana yang kondusif dan ingin bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk menyampaikan langsung seluruh aspirasi terkait dunia pendidikan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah massa mebakar ban di halaman kantor Gubernur Sumsel sekitar pukul 17.00 WIB sembari menyampaikan orasi.

Kemudian, di tengah aksi berjalan hadir langsung Kepala Bidang SMK Andi Bobby Wahyudi untuk menemui massa aksi demo. Namun, para massa tetap menginginkan Gubernur turun langsung menemui mereka.

“Kami menyoroti dunia pendidikan yang sekarang menjadi ajang komersialisasi, di mulai dari uang iuran komite, penyalahgunaan dana bos, serta bobrok nya aturan PPDB,” kata Koordinasi Aksi Ade Syawal saat Aksi.

Berikut tuntutan yang disampaikan massa aksi demo kepada pemerintahan provinsi selambat-lambatnya satu bulan pasca aksi hari ini.

1. Segera realisasikan sekolah rakyat di Sumatera Selatan

2. Hapus komite sekolah serta kembalikan sekolah gratis

3. Segera realisasikan perbaikan fasilitas secara menyeluruh dari tingkatan SD, SMP dan SMA/SMK/MA di Sumatera Selatan

4. Transparansi seluruh anggaran Bos sekolah di Sumatera Selatan yang diduga tidak jelas pemakaiannya

5. Percepat pelantikan seluruh PPPK di Sumatera Selatan minimal paling lambat 1 bulan ini

6. Copot seluruh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel yang terlibat dalam kegagalan PPDB 2024

7. Mempertanyakan program pemerintah PSB selama 5 tahun yang tidak terealisasikan

8. Perjelas aturan PPDB 2025 yang pro terhadap masyarakat dan batalkan aturan PPDB 2024

9. Bentuk satgas pencegahan tindakan asusila di seluruh ruang lingkup pendidikan Sumsel

10. Tolak militerisme masuk kedalam ruang lingkup dunia pendidikan Sumsel

11. Lawan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan

12. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis

Setelah satu jam aksi berlangsung, keadaan mulai memanas dan berujung ricuh. Para personel polisi yang bertugas mengamankan terpaksa mendorong paksa massa untuk keluar dan menutup pagar.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol. Harryo Sugihhartono menyebut sebanyak 450 personel diturunkan untuk pengamanan aksi demo yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi tersebut.

“Kami menurunkan 450 personel, termasuk brimob dari Polda Sumsel untuk mengamankan aksi demo yang berjumlah kurang lebih 30 orang,” kata Haryo saat dibincangi usai demo.

Ia mengungkapkan tidak ada insiden pemukulan dalam aksi demo tersebut.

“Hanya ada dorongan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Dua orang yang sempat diamankan juga sudah dilepas,” jelasnya.

Haryo mengimbau agar para pendemo tetap kondusif saat menjalankan aksi dan dapat bekerjasama dengan baik.

“Kami mengimbau kepada rekan tolong jangan mendadak penyampaian minimal tiga hari karena kita dapat mempersiapkan menjanjikan untuk nanti menjumpai aspirasi kepada siapa. Sehingga aspirasinya setidak-tidaknya tersampaikan. Seperti hari ini, mereka menyampaikan akan melakukan aksi saat subuh tadi. Kan kami semua ini pasti ada kegiatan,” tegas dia. (Tia)

Berita Terkait

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA
Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang
Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ
Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Berita Terbaru

Sumsel

Sekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:32 WIB

Empat Lawang

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:10 WIB