oleh

Puncak Hujan Diprediksi Bulan Oktober

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Kabupaten Empat Lawang pada bulan Oktober berpotensi mengalami puncak hujan. Di bulan depan, curan hujan akan cukup besar dan tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, Sahrial Podril di sela-sela kegiatan pelatihan pembentukan desa tangguh bencana Kabupaten Empat Lawang di Desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu (15/9/2021).

Desa Batu Raja Baru adalah desa yang masuk kategori paling rawan terhadap bencana banjir karena desa ini secara geografis terletak di pinggir aliran Sungai Musi.

Dari pantauan langsung di pinggir Sungai Musi Desa Batu Raja Baru, tampak air yang mengalir di sungai dominan berwarna cokelat pekat. Karena memang sejak kemarin siang hingga malam Kecamatan Tebing Tinggi mayoritas dilanda hujan.

“Sengaja kita datang kesini untuk memantau langsung keadaan karena berdasarkan data kami Desa Batu Raja Baru merupakan desa paling rentan banjir di Kabupaten Empat Lawang,” kata Sahrial Podril,

Adapun banjir yang biasanya terjadi di Desa Batu Raja Baru merupakan banjir luapan karena memang topografinya lebih rendah dibandingkan dengan desa-desa yang ada di hulunya. “Kita harus tetap waspada bahkan bukan hanya di sini Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) juga termasuk daerah yang rawan banjir,” katanya lagi.

Ia juga menambahkan terlebih saat ini musim kemarau telah lewat dan kemungkinan terhitung dari bulan September hingga akhir tahun akan didominasi oleh hujan. “Walaupun musim kemarau sudah lewat, seharunya tahun ini kota tidak merasakannya karena memang cuaca saat ini tidak menentu. Terlebih lagi BMKG berasumsi pada bulan Oktober akan terjadi kenaikan curah hujan,” jelasnya.

Sementara itu Pj Kepala Desa Batu Raja Baru, Mgs Tarmidzi mengatakan memang sebelum adanya normalisasi di sungai, sering terjadi banjir di desanya hingga mencapai atas pinggang. “Sebelum ada normalisasi, air Sungai Musi bisa meluap hingga sampai ke jalan raya, tapi sekarang telah berkurang hanya sampai betis saja,” ungkap Tarmidzi. (Alf)

Komentar

Berita Hangat Lainya