PTM di Pagar Alam Ditentukan Sekolah dan Izin Orangtua

- Redaksi

Senin, 30 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Pagar Alam, Ardiansyah. (Photo: Delta Handoko)

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Pagar Alam, Ardiansyah. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Berdasarkan surat keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pagar Alam nomor 420/863/DIKBUD/VIII/ 2021 tanggal 27 Agustus 2021, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di satuan pendidikan (Paud,TK dan SLTP) mulai diberlakukan hari ini, Senin (30/8/2021).

Akan tetapi, dikatakan Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Pagar Alam Ardiansyah, bahwa PTM tahun ajaran 2021/2022 ini tidak serentak dilakukan, tergantung dengan kesiapan sekolah serta izin orangtua siswa atau wali murid.

“Banyak yang harus disiapkan pihak sekolah, terutama mengenai prokes (protokol kesehatan), begitu juga dengan siswa. Jika orangtua mereka belum mengizinkan, maka tidak ada paksaan untuk mengikuti PTM,” terang Ardiansyah.

Ia mengatakan, bagi sekolah yang belum bisa menerapkan prokes, belum diizinkan untuk PTM, sekolah pun tetap harus melayani jika ada Siswa atau siswi yang masih memilih sistem dalam jaringan (Daring).

Menurut Ardi, dalam beberapa hari ini, tim pengawas dan Dinas Kesehatan akan melakukan verifikasi serta evaluasi bagi sekolah yang sudah menerapkan PTM. Sementara Dinas Pendidikan tetap akan melakukan monitoring dalam pelaksanaannya.

“Kalau belum 100 persen siap untuk melakukan PTM meskipun terbatas, sekolah tetap harus memberikan opsi kepada siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Wulan (33), salah seorang Wali murid mengatakan, cukup senang jika PTM sudah kembali dilaksanakan. Dia sendiri cukup khawatir dengan anaknya yang baru masuk Taman Kanak-kanak (TK), namun sudah harus ikut belajar daring selama ini.

“Jelas tidak akan maksimal, karena belajat dengan guru dan orangtua itu beda, anak lebih manja kalau sama orangtua,” imbuhnya. (ANA)

Berita Terkait

Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri
Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam
MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin
Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan
HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:20 WIB

MERINDING! Sumsel Darurat Karhutlah, Ketua PCNU Pagar Alam Kutip Ayat Al-Qur’an Soal Larangan Merusak Bumi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder

Berita Terbaru

Mulyadi korban penganiayaan saat peliputan dirawat di RS Bhayangkara.

Kota Palembang

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:06 WIB