Pj Wali Kota Resmikan Lawang Borotan, Pencinta Seni Harus Isi kegiatan Secara Rutin

- Redaksi

Jumat, 25 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pj Wali Kota A Damenta secara resmi melaunching Lawang Borotan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya di Kota Palembang, Jumat (25/10/2024).

Kegiatan ini dikemas dengan sangat menarik, diawali dengan pembacaan syair Perang Menteng hingga penampilan teatrikal diasingkannya Sultan Mahmud Badaruddin II melewati Lawang Borotan yang diperankan oleh Komunitas Batang Hari (Kobar) 9.

Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota A Damenta menyebutkan bahwa nantinya Lawang Borotan, Kantor Ledeng dan Gedung Kesenian akan menjadi destinasi wisata yang terkoneksi.

“Dengan mengucap Bismillah launching Lawang Borotan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya resmi saya buka, semoga ini mendapatkan berkah dan kembali menjadikan Palembang yang bisa mendunia,” kata A Damenta.

Peresmian ini juga menandai awal dimulainya revitalisasi kawasan Lawang Borotan.

“Perbaikan dan mempercantik sekitar 1 bulan lebih, mudah-mudahan akhir november sudah selesai sehingga menarik dapat angle baru dan tidak meninggalkan sejarahnya,” bebernya.

A damenta berpesan kepada sejarawan, budayawan serta pegiat seni agar tiap bulan secara berkala diadakan penampilan teatrikal di Lawang Borotan.

Ia kembali menuturkan bahwa Pemkot Palembang tidak bisa bekerja sendiri untuk itu menggandeng stake holder terkait diantaranya Bank Sumsel Babel, Bank Indonesia dan juga PDAM.

“Jadi ini semua kami persembahkan untuk masyarakat Palembang khususnya dan semua masyarakat Sumbagsel, dengan harapan bisa mendongkrak UMKM dan sejarah tetap terjaga,” bebernya.

Sementara itu, Sejarawan, Kemas Ari Panji menjelaskan, sejarah nama dari Lawang Borotan.

“Borotan itu ternyata berawal dari kata buri artinya belakang, dalam perkambanganya kita paham bahwa Lawang Borotan itu adalah pintu belakang dari Keraton Kuto Besak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Keraton Kuto Besak ini cukup populer namun setelah diambil alih, lalu diubah namanya menjadi Benteng Kuto Besak (BKB).

“Padahal dalam catatan sejarah ada 4 keraton di Palembang namun semua hancur dan yang masih tersisa keraton kuto besak atau sekarang disebut Benteng Kuto Besak,” tutupnya.

Berita Terkait

Target Operasi Sikat I Musi 2026 Dibekuk Jatanras Polda Sumsel, Bobol Rumah Guru Agama
Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan
Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan
OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa
Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 
Penemuan Mayat Mr. X Gemparkan Warga IT 1
Empat Bulan Buron Usai Keroyok Buruh Hingga Kritis AP Diringkus Opsnal Polsek Plaju
The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas, Tawarkan Beragam Benefit untuk Event

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 23:25 WIB

Target Operasi Sikat I Musi 2026 Dibekuk Jatanras Polda Sumsel, Bobol Rumah Guru Agama

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan

Kamis, 24 September 2026 - 17:10 WIB

Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan

Kamis, 24 September 2026 - 17:03 WIB

OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 14:31 WIB

Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 

Berita Terbaru