oleh

Petani Karet Terkendala Musim Hujan 

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Petani karet di Kabupaten Empat Lawang, terkendala musim hujan untuk memproduksi getah, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

Jailani (50), seorang petani karet di daerah itu, mengatakan, produksi getah karet musim hujan jauh lebih sedikit dibanding saat cuaca stabil karena getah karet habis terkena hujan.

“Kadang-kadang belum selesai menyadap karet, hujan datang sehingga getah yang dikumpulkan pada setiap batang karet habis terkena hujan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kondisi cuaca normal panen karet dalam seminggu bisa mencapai 100 kilogram. Namun saat musim hujan hanya bisa dipanen 50 persen saja sisanya habis ditimpa hujan. “Kadang-kadang saya menyiasatinya dengan menuangkan cuka atau tawas pada setiap batang karet yang sudah disadap agar getah karet cepat beku, namun tetap saja hasilnya kurang maksimal,” ujarnya.

Barsyah (45), petani karet lain juga mengeluhkan musim hujan mempengaruhi produksi getah karet sehingga dirinya sering menyadap karet pada sore hari saat cuaca sudah bagus. “Saya lihat cuaca, kalau pagi hujan maka saya turun ke kebun karet pada sore hari agar hasil sadapan karet benar-benar maksimal,” jelasnya.

Ia mengatakan, sekarang ini petani karet sudah sedikit bergairah, karena harga getah karet sudah mulai naik mencapai Rp 8.000 per kilo gram sebelumnya hanya Rp 6.000 per kilo gram.

 “Harga getah karet sudah merangkak naik, namun masih belum stabil, karena harga karet ini sewaktu-waktu bisa saja terjun bebas,” tandasnya. (Alf)

Komentar

Berita Hangat Lainya