Pertama di Sumbagsel, Penyakit Jantung Ditangani Tanpa Bedah

- Redaksi

Sabtu, 16 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penyakit Jantung Bawaan (PJB)  merupakan penyakit yang telah ada sejak lahir. Ini terjadi akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna pada fase awal perkembangan janin di dalam kandungan.

Seiring perkembangan teknologi, untuk tatalaksana penyakit ini bisa diatasi dengan tindakan tanpa bedah. Hal ini bisa dilakukan terhadap beberapa jenis PJB.

Intervensi kateter zero fluoroscopy (tanpa radiasi) merupakan teknik mutakhir penanganan PJB tanpa pembedahan. Keuntungannya, antara lain hari perawatan yang singkat, bekas luka sayatan sangat kecil, serta tanpa paparan radiasi sinar X.

Untuk pertama kali di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bekerjasama dengan RS Jantung Harapan Kita, mengembangkan metode zero flouroskopy untuk menggantikan pencitraan dengan radiasi.

Selama dua hari, 15-16 Juli 2022 ini, di Cathlab Brain and Heart Center (BHC), tindakan dilakukan atas lima pasien dewasa dengan penyakit atrial septal defect (ASD) dan patent ductus arteriosus (PDA), menggunakan sekat buatan yang dipasangkan ke jantung lewat selang atau kateterisasi.

Program ini dimotori dr Edrian Zulkarnain, SpJP(K)-FIHA dari KSM Kardiologi RSMH Palembang bersama dr Radityo Prakoso, SpJP(K)-FIHA dari RS Jantung Harapan Kita.

Radityo Prakoso menerangkan, keunggulan defect jantung bawaan tanpa operasi, juga tidak menimbulkan bekas dan tanpa radiasi yang dipakai.

“Lebih aman dan didekasikan untuk populasi tertentu, seperti anak-anak, ibu hamil, terutama tenaga kesehatan yang setiap hari harus terpapar sinar X,” ungkapnya, Sabtu (16/7/2022).

Kepala KSM Kardiologi RSMH, dr Alexander Edo Tondas, SpJP(K)-FIHA menambahkan, pasien ASD dan PDA tentu perlu diperbaiki. Jika dibiarkan, maka dalam jangka panjang efeknya tidak baik untuk pasien.

“Sehingga misalnya tekanan paru-paru bisa meningkat, pasien mengalami gagal jantung, maka yang bocor harus ditutup,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru