Nama : Nabila Meisya Putri
NIM : PO7131226082
Prodi : D4 Gizi
Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan. Selama ini, saya mengenal Pancasila sebagai lima dasar yang dipelajari sejak sekolah. Namun, setelah lebih banyak mempelajarinya di perkuliahan, saya mulai menyadari bahwa Pancasila sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang saya lakukan, baik di rumah, di kampus, maupun saat bersama teman, ternyata berhubungan dengan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.
Sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan menjalankan ibadah dan berusaha bersyukur atas apa yang saya miliki. Sebagai mahasiswa, terkadang kegiatan kuliah dan tugas membuat saya cukup sibuk. Walaupun begitu, saya tetap berusaha meluangkan waktu untuk beribadah. Saya juga belajar menghargai orang lain yang mempunyai keyakinan berbeda. Menurut saya, setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya masing-masing sehingga kita tidak boleh memaksakan keyakinan kepada orang lain.
Kemudian, sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dalam kehidupan sehari-hari, saya mencoba menerapkannya dengan memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan teman. Misalnya, ketika ada teman yang kesulitan memahami tugas atau materi kuliah, saya akan membantu jika saya bisa. Begitu juga ketika ada teman yang sedang memiliki masalah, terkadang saya cukup mendengarkan ceritanya. Dari hal-hal kecil seperti itu saya belajar bahwa kita harus memiliki rasa peduli terhadap orang lain.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, juga cukup sering saya rasakan dalam kehidupan sebagai mahasiswa. Di kampus saya bertemu dengan teman-teman yang memiliki sifat dan cara berpikir yang berbeda. Saat mengerjakan tugas kelompok, tidak jarang kami memiliki pendapat yang berbeda tentang bagaimana tugas tersebut harus dikerjakan. Awalnya mungkin ada sedikit perbedaan pendapat, tetapi kami mencoba membicarakannya bersama sampai menemukan keputusan yang bisa diterima. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Justru dengan adanya perbedaan, kami bisa saling melengkapi.
Untuk sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya menerapkannya ketika berdiskusi dan mengambil keputusan bersama teman. Contohnya ketika menentukan pembagian tugas kelompok atau menentukan waktu untuk mengerjakan tugas. Biasanya setiap orang menyampaikan pendapatnya terlebih dahulu, kemudian kami mencari keputusan yang paling sesuai untuk semua anggota. Saya juga belajar untuk tidak memaksakan pendapat sendiri. Walaupun keputusan yang diambil terkadang bukan pilihan saya, saya tetap berusaha menghargai dan menjalankannya dengan baik.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan terutama ketika bekerja dalam kelompok. Saya berusaha agar pembagian tugas dilakukan secara adil dan tidak hanya mengandalkan satu atau dua orang saja. Setiap anggota sebaiknya mempunyai tanggung jawab masing-masing. Selain itu, saya juga berusaha memberikan kesempatan kepada teman untuk menyampaikan pendapat tanpa merasa bahwa pendapat saya sendiri paling benar. Bagi saya, bersikap adil bisa dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kita.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa mengamalkan Pancasila sebenarnya tidak harus dilakukan dengan hal-hal yang besar. Hal sederhana seperti menghargai orang lain, membantu teman, mendengarkan pendapat, menjaga kerukunan, dan bertanggung jawab terhadap tugas juga sudah termasuk bentuk pengamalan Pancasila. Kadang kita melakukan hal tersebut tanpa menyadari bahwa tindakan itu merupakan bagian dari nilai Pancasila.
Sebagai mahasiswa, saya ingin terus belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu saya perbaiki, terutama dalam menghadapi perbedaan pendapat dan memahami orang lain. Menurut saya, mengamalkan Pancasila bukan hanya tentang mengetahui dan menghafalkan kelima silanya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana nilai tersebut dapat terlihat dari sikap kita. Saya percaya bahwa jika dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten, hal-hal kecil tersebut dapat memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitar.













