Nama: Nazwa Aqillah Zaini
NIM : PO7131226028
Prodi : D4 Gizi
Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Pancasila merupakan dasar negara indonesia yang tidak hanya perlu dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, penerapan Pancasila sebenarnya dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana yang kita lakukan, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat. Walaupun terkadang tidak disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari sudah mencerminkan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.
Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan menjalankan ibadah sesuai agama yang saya anut, yaitu agama Islam. Alhamdulillah saya sudah bisa menerapkan salat lima waktu, orang tua saya selalu mengajarkan saya dari kecil untuk tidak meninggalkan salat lima waktu, tetapi saya baru bisa menerapkan full sholat 5 waktu itu di kelas 5 SD, karena waktu itu di bulan Ramadan pada saat saya kelas 5 SD, saya mendapatkan tugas untuk full sholat 5 waktu dan juga tarawih Karena dulu saya mikirnya ini tugas dan dilihat guru ,kalau buku daftar tugas sholat saya nggak penuh saya malu, jadi saya mencoba untuk full sholat 5 waktu dan tarawih selama Ramadan, dan ternyata kebiasaan selama Ramadan tersebut berlanjut hingga saat ini.
Selain menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang saya anut, saya juga berusaha menghargai teman yang memiliki keyakinan berbeda. Menurut saya perbedaan agama bukan alasan untuk saling menjauh atau merendahkan satu sama lain. Saya di SMA berbaur dengan orang-orang dengan agama lain mulai dari Kristen, Katolik, Hindu, dan juga Budha.
Sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, dapat diterapkan dengan memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan teman Berdasarkan latar belakangnya. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha untuk membantu teman ketika mereka mengalami kesulitan, menghargai perasaan orang lain; serta menjaga perkataan agar tidak menyakiti. Karena saya sadar setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda yang tidak bisa sesuai kehendak kita, jadi dari pemikiran ini saya belajar untuk selalu terus berhati-hati dalam berbicara, bersikap, dan mencoba untuk terus menghargai dan menghormati teman-teman saya.
Sila ketiga, persatuan Indonesia, saya terapkan dengan menjaga hubungan baik dengan teman-teman walaupun memiliki sifat, pendapat, dan latar belakang yang berbeda. Ketika bekerja dalam kelompok, dari sini saya belajar untuk mengutamakan kepentingan bersama dan belajar untuk tidak egois yang hanya memikirkan kepentingan atau keinginan saya sendiri.
Sila keempat dapat saya terapkan ketika berdiskusi atau mengambil keputusan bersama. Saya belajar untuk menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan pendapat orang lain, dan menerima hasil keputusan yang sudah disepakati bersama.
Sedangkan untuk sila kelima, saya menerapkan dengan belajar bersikap adil, yaitu tidak memilih-milih saat berteman dan berusaha memberikan hak orang lain sebagaimana mestinya.
Menurut saya, menerapkan Pancasila tidak harus selalu melalui tindakan besar. Justru, kebiasaan sederhana seperti menghormati orang lain, membantu sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan bersikap adil merupakan bentuk nyata dari pengamalan Pancasila. Jika dilakukan secara konsisten, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik.













