Penerapan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Nadia Putri Pratiwi

NIM  : PO7131226064

Prodi: D4 Gizi dan Dietetika

 

Penerapan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Pancasila bukan hanya sekedar lima sila yang dipelajari dan dihafalkan di sekolah maupun didunia perkuliahan. Nilai-nilai Pancasila sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai pengalaman yang saya jalani dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bagaimana saya menghargai perbedaan dengan teman, memperlakukan orang lain secara adil, bekerja sama dalam sebuah kelompok, mengambil keputusan bersama, hingga peduli terhadap orang lain. Dari berbagai pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa Pancasila dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa saya terapkan melalui hubungan saya dengan teman yang berbeda agama. Saya memiliki teman yang berbeda agama dengan saya, tetapi perbedaan tersebut tidak pernah menjadi alasan bagi kami untuk saling menjauh. Kami tetap berteman, saling menghargai, dan menjaga sikap ketika masing-masing menjalankan ibadah, seperti pada hari jumat saya dan teman-teman yang beragama muslim membaca yasin dipagi hari dan teman-teman yang berbeda agama melakukan penyampain firman diruang yang berbeda tanpa saling mengganggu satu sama lain. Saya belajar untuk tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain dan tetap menghormati pilihan agama masing-masing. Bagi saya, memiliki keyakinan yang berbeda bukan berarti tidak dapat hidup berdampingan. Justru dari perbedaan tersebut saya belajar bahwa toleransi merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan.

 

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab saya rasakan ketika saya berada di bangku SMP dan juga SMA. Saya dipercaya menjadi koordinator salah satu seksi bidang dalam sebuah organisasi yaitu OSIS. Sebagai koordinator, saya memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dengan anggota dan memastikan setiap tugas dapat dilakukan dengan baik. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, saya berusaha memperlakukan setiap anggota secara adil dan tidak membeda-bedakan satu sama lain. Saya memberikan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing dan tetap menghargai pendapat setiap anggota. Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa menjadi seorang koordinator bukan berarti dapat memerintah sesuka hati, tetapi juga harus mampu menghargai, mendengarkan, dan memperlakukan setiap anggota dengan baik.

 

Sila Persatuan Indonesia saya dapatkan melalui pengalaman bekerja sama dengan teman-teman dalam berbagai kegiatan dan organisasi di sekolah. Ketika ada sebuah tugas kelompok, tentu setiap orang memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda. Begitu juga dengan saya dan teman-teman. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Kami belajar untuk saling memahami, membantu satu sama lain, dan mengutamakan kepentingan bersama. Dalam menyelesaikan suatu kegiatan, saya menyadari bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai hanya oleh satu orang, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh anggota. Dari pengalaman tersebut, saya memahami bahwa persatuan bukan berarti harus selalu memiliki pendapat yang sama, melainkan mampu menyatukan perbedaan untuk mencapai tujuan bersama.

 

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan saya rasakan ketika mengikuti kepanitian SMANSA CUP XIX saat SMA. Pada saat itu, sekolah saya memiliki rencana untuk mengundang guest star dalam acara tersebut. Rencana tersebut kemudian menimbulkan banyak pro dan kontra dikarenakan itu merupakan kali pertama bagi sekolah saya untuk menghadirkan guest star pada acara SMANSA CUP, terlebih lagi sekolah saya merupakan sekolah pertama yang menghadirkan guest star didalam event sekolah dikabupaten tersebut . Ada yang mendukung karena kehadiran guest star dapat membuat acara lebih menarik dan meriah, tetapi ada juga yang tidak setuju karena mempertimbangkan berbagai hal, seperti biaya dan kondisi pelaksanaan acara. Adanya pro dan kontra membuat kami harus saling mendengarkan dan mempertimbangkan setiap pendapat yang ada. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa dalam mengambil keputusan tidak seharusnya hanya mementingkan keinginan pribadi. Setiap pendapat perlu didengarkan dan dipertimbangkan agar dapat menemukan keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama.

 

Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia saya rasakan ketika mengikuti kegiatan Smansa Berkah dan berkunjung ke panti asuhan. Kegiatan tersebut memberikan saya kesempatan untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Saat berada di panti asuhan, banyak anak-anak yang menyambut kedatangan kami dengan senyum yang hangat, dari situ saya belajar untuk lebih peduli terhadap keadaan orang lain, karna saya menyadari bahwa setiap orang memiliki kehidupan dan keadaan yang berbeda sehingga sudah seharusnya kita tidak hanya memikirkan diri sendiri. Berbagi dan membantu orang lain juga tidak harus selalu dalam bentuk materi. Waktu, perhatian, kepedulian, dan kebersamaan juga dapat menjadi bentuk nyata dari keadilan sosial. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari apa yang kita terima, tetapi juga dari apa yang dapat kita berikan kepada orang lain.

 

Mengamalkan Pancasila bukan tentang seberapa banyak saya mampu menghafalkan lima sila, tetapi tentang bagaimana saya menerapkannya dalam kehidupan nyata. Dari pengalaman di sekolah, organisasi, pertemanan, hingga kegiatan sosial, saya belajar bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan saya. Saya berharap nilai tersebut tidak hanya saya terapkan ketika ada tugas atau kegiatan tertentu, tetapi dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi bagian dari cara saya bersikap dan memperlakukan orang lain.

Berita Terkait

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan Ratusan Masker ke Warga Palembang
Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin
Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Aku dan Pancasila
Merawat Bangsa, Merawat Nilai: Pancasila dalam Diri Seorang Perawat Muda
Deskripsi Diri Saya Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:32 WIB

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan Ratusan Masker ke Warga Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 21:28 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin

Jumat, 4 September 2026 - 21:23 WIB

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:33 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Berita Terbaru

Kapolsek Buay Madang Timur (BMT) Iptu Swisspo, berfoto bersama tokoh agama dan warga usai melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid AL-Amiin, Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

OKU Timur

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:23 WIB