Pemprov Sumsel Bahas Tiga Skema Kerja Sama untuk Proyek Strategis, Target Pembangunan Dimulai Awal 2026

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda Provinsi Sumsel, Basyarudin Ahmad saat diwawancari langsung, Kamis (25/9/2025). Foto: Tia

Asisten II Setda Provinsi Sumsel, Basyarudin Ahmad saat diwawancari langsung, Kamis (25/9/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) tengah menyusun skema kerja sama paling tepat untuk merealisasikan proyek infrastruktur strategis tanpa mengandalkan dana APBN maupun APBD.

Asisten II Setda Provinsi Sumsel, Basyarudin Ahmad menyampaikan jika pembahasan difokuskan pada tiga opsi skema kerja sama, yakni Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) solicited, komunisasi aset, serta Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP-BMN).

“Rapat hari ini masih dalam tahap pemilihan skema yang paling memungkinkan untuk digunakan. Semua opsi kami kaji secara komprehensif agar sesuai regulasi, efisien dalam waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” ujar Basyar, Kamis (25/9/2025).

Basyar menyebut dari ketiga skema yang dibahas, opsi KSP-BMN saat ini menjadi yang paling memungkinkan untuk diterapkan karena memiliki keunggulan dari sisi kecepatan proses dan kepastian hukum.

“Skema KSP-BMN cenderung lebih cepat dari sisi administrasi. Ini akan kami matangkan bersama kementerian teknis agar implementasinya tidak menemui kendala,” imbuhnya.

Ia mengatakan tahapan perumusan skema kerja sama ini menjadi krusial karena akan menjadi dasar untuk menentukan pola pendanaan, bentuk kemitraan, hingga struktur pengelolaan proyek di masa depan.

Untuk mendukung skema tersebut, Pemprov Sumsel juga tengah mempersiapkan pembentukan Special Purpose Vehicle (SPV), yaitu entitas khusus yang akan mengelola proyek sekaligus menjalin kerja sama pendanaan dengan pihak swasta.

“Investor potensial sudah ada, tapi kami belum bisa mengungkapkan. Fokus saat ini adalah menyelesaikan landasan hukum dan kelembagaan agar kerja sama bisa berlangsung lancar,” katanya.

Selain itu, Dokumen teknis proyek seperti Detail Engineering Design (DED), dokumen lingkungan, dan penetapan lokasi juga disiapkan sebagai bagian dari kelengkapan proses pra-konstruksi.

Ia menuturkan, jika seluruh proses dapat diselesaikan tepat waktu, pemerintah menargetkan proyek ini dapat mulai dikerjakan pada triwulan pertama tahun 2026.

“Insya Allah, target konstruksi mulai awal 2026 masih realistis. Asal semua proses legal dan administratif selesai sesuai jadwal,” ucap dia.

Berita Terkait

Dimediasi Gubernur, Desa Wisata Gunung Dempo Dibuka Kembali 
Gubernur Sumsel Dukung Penguatan Perlindungan Pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan
WCC Palembang dan STIE Aprin Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Layanan SIM dan SKCK di Polrestabes Palembang Tutup Sementara
Hantavirus Merebak di 8 Provinsi, Dinkes Sumsel Imbau Warga Terapkan Hidup Bersih
Disdag Palembang Jadwalkan Pasar Murah Jelang Iduladha, Catat Lokasinya!
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pelatihan Posyandu bagi Kader di Lahat
Misteri di Kamar Nomor 12: Kabid Kanwil Kemenkumham Sumsel Ditemukan Meninggal di Kost

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WIB

Dimediasi Gubernur, Desa Wisata Gunung Dempo Dibuka Kembali 

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:25 WIB

Gubernur Sumsel Dukung Penguatan Perlindungan Pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WIB

Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Layanan SIM dan SKCK di Polrestabes Palembang Tutup Sementara

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:45 WIB

Hantavirus Merebak di 8 Provinsi, Dinkes Sumsel Imbau Warga Terapkan Hidup Bersih

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:45 WIB

Disdag Palembang Jadwalkan Pasar Murah Jelang Iduladha, Catat Lokasinya!

Berita Terbaru

Kota Palembang

Dimediasi Gubernur, Desa Wisata Gunung Dempo Dibuka Kembali 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WIB