Pemerintah Anjurkan Petani Jual Karet Melalui UPPB

- Redaksi

Selasa, 24 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bokar karet siap di produksi.

Bokar karet siap di produksi.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Untuk meningkatkan harga, petani karet maupun meningkatkan produksi kebutuhan karet di pasar global, pemerintah saat ini menganjurkan petani karet untuk menjual karet secara berkelompok melalui Unit Pengelolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

Kabid Pengelohan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Disbun Sumsel, Rudi Apriadi mengatakan, hingga Juli 2021 kemarin tercatat baru 302 UPPB atau 30 persen dari produksi karet Sumsel yang dijual melalui UPPB yang telah terbentuk.

Rudi menganjurkan, petani karet di Sumsel untuk bergabung dengan UPPB, hal itu untuk memperbaiki mutu karet di Bumi Sriwijaya.

“Kebutuhan karet dunia saat ini meningkat, namun sayangnya produksi karet Sumsel saat ini menurun 50 persen sejak Juni lalu akibat musim gugur daun atau trek,” ungkap Rudi, Selasa (24/8/2021).

Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar petani karet di Sumsel dapat bergabung dengan UPPB dengan menerapkan 3 Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelohan karet untuk memperbaiki mutu.

“Dengan cara menyeragamkan umur simpan, menyeragamkan bahan pembeku sesuai anjuran, dan tidak boleh merendam atau mencampur dengan bahan non karet” tegas Rudi

Dengan 3 SOP itu di tegaskan Rudi, mutu karet sumsel akan lebih baik yang berdampak pada perbedaan harga hingga 4 ribu rupiah perkilogram di bandingkan dengan karet yang di jual secara tradisional.

“Kalau 3 SOP tersebut dilakukan pabrik pabrik tidak meragukan lagi bahwa mutunya sudah naik kelas di bandingkan petani yang menjual karet tidak berkelompok atau secara tradisional,” tutupnya. (Nat)

Berita Terkait

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku
Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”
Revolusi Rasa Nusantara, Sarjana Kerupuk Palembang Mengubah Pempek dan Kerupuk Jadi Bisnis Online Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:56 WIB

Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terbaru