Pelabuhan Tanjung Carat, Momentum Baru Efisiensi Logistik dan Ekonomi Sumsel

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan kerja sama pembangunan dan pengoperasian pelabuhan samudra pertama di Sumsel itu dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Sumsel Herman Deru, di Griya Agung Palembang, Jumat (31/10/2025).

Penandatanganan kerja sama pembangunan dan pengoperasian pelabuhan samudra pertama di Sumsel itu dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Sumsel Herman Deru, di Griya Agung Palembang, Jumat (31/10/2025).

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin menjadi langkah strategis bagi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memangkas biaya logistik dan mempercepat arus ekspor komoditas unggulan daerah. Proyek yang telah lama dinantikan itu kini resmi memasuki tahap pembangunan setelah penantian hampir empat dekade.

Penandatanganan kerja sama pembangunan dan pengoperasian pelabuhan samudra pertama di Sumsel itu dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Sumsel Herman Deru, di Griya Agung Palembang, Jumat (31/10/2025). Kesepakatan tersebut menandai babak baru bagi Sumsel dalam memperkuat posisi strategisnya sebagai gerbang perdagangan regional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pelabuhan yang dibangun di atas lahan seluas 59,5 hektare ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Proses pembangunan dirancang melalui skema pendanaan non-APBN, yang mengedepankan sinergi antara pemerintah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

“Pembangunan pelabuhan ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi fondasi untuk membentuk ekosistem logistik yang lebih efisien di Sumsel dan sekitarnya. Kita ingin hasilnya langsung dirasakan dunia industri dan masyarakat,” ujar Dudy.

Untuk mendukung sistem transportasi terintegrasi, pemerintah juga akan mengembangkan pelabuhan pengumpan di Kertapati dan Sungai Lumpur. Kedua pelabuhan itu berfungsi sebagai simpul distribusi antarwilayah, yang akan memperkuat jaringan logistik menuju Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pelabuhan utama.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menilai keberadaan pelabuhan ini akan menjadi titik balik dalam tata kelola industri Sumsel. Menurutnya, Tanjung Carat dirancang sebagai pelabuhan serbaguna yang melayani curah kering, curah cair, dan kargo multipurpose, sehingga mampu menampung berbagai jenis komoditas ekspor.

“Sumsel memiliki sumber daya alam yang lengkap, mulai dari energi, pertanian, hingga perkebunan. Dengan pelabuhan ini, rantai pasok akan jauh lebih efisien dan biaya logistik bisa ditekan. Ini menjadi daya tarik besar bagi investor,” kata Todotua.

Ia menambahkan, pelabuhan tersebut juga menjadi bagian dari konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Hilirisasi yang diusulkan sebagai yang pertama di Indonesia. KEK ini akan menampung industri pengolahan berbasis komoditas lokal seperti batubara, sawit, dan karet. “Hilirisasi adalah cara kita memperkuat nilai tambah ekonomi daerah,” ujarnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat adalah simbol keberhasilan kolektif pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan cita-cita lama masyarakat Sumsel. Ia menilai proyek ini akan mengubah peta ekonomi provinsi tersebut dalam lima tahun mendatang.

“Selama ini biaya logistik kita tinggi karena bergantung pada pelabuhan di provinsi lain. Kini Sumsel punya kesempatan berdikari secara ekonomi dan mempercepat arus ekspor langsung dari wilayahnya sendiri,” kata Herman Deru.

Ia menyebutkan, potensi komoditas unggulan seperti sawit, karet, kopi, dan batubara akan memiliki nilai jual lebih tinggi jika distribusi dan pengiriman dilakukan langsung dari pelabuhan samudra di wilayah sendiri. “Kehadiran Tanjung Carat adalah bentuk nyata pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi bagi daerah penghasil,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas kementerian dan investasi dari berbagai pihak, pelabuhan yang ditargetkan selesai sebelum tahun 2029 itu diharapkan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera bagian selatan. Lebih dari sekadar infrastruktur, Tanjung Carat diyakini akan menjadi simbol kemandirian ekonomi Sumsel di masa depan.

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Tim Tabur Kejati Sumsel Ringkus Buronan Kasus Asusila di Sekayu
Blackout Massal Landa Sumatera, Sistem Kelistrikan Sumbagut Padam Total
Ekspansi Strategis, Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang untuk Perkuat Pasar Sumatera Selatan
50 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis HUT Kota Palembang Dan Hut Bhayangkara ke 80
Gubernur Sumsel Harapkan Kampus Jadi Penggerak Pelestarian Alam

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:45 WIB

Tim Tabur Kejati Sumsel Ringkus Buronan Kasus Asusila di Sekayu

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:56 WIB

Blackout Massal Landa Sumatera, Sistem Kelistrikan Sumbagut Padam Total

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:21 WIB

Ekspansi Strategis, Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang untuk Perkuat Pasar Sumatera Selatan

Berita Terbaru

Foto.:  kebakaran di jalan Silaberanti

Kota Palembang

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB