Nama : Diah Eka Puspitarini
NIM : PO7120426018
Prodi : STR Keperawatan Regular
Pancasilaku, Basemahnyo Hati
Saya adalah seorang mahasiswi yang selalu mencoba menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai anak dari Sekayu, saya tumbuh dalam tradisi gotong royong dan rasa saling menghargai yang kuat nilai-nilai yang sejalan dengan sila pertama sampai kelima Pancasila. Ada sebuah ungkapan sederhana yang menurut saya memiliki makna mendalam, yaitu “kito ni dak pacak hidup dewek-dewek.” Artinya, kita tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dan keberadaan orang lain. Dari hal sederhana tersebut, saya belajar bahwa membantu dan menghargai orang lain merupakan bagian penting dalam kehidupan.
Saya menerapkan sila pertama, dengan menjalankan kewajiban agama dan menghormati orang lain yang memiliki keyakinan berbeda. Saya percaya bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menjalankan kepercayaannya masing-masing. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar menghargai.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan berusaha memperlakukan orang lain dengan baik. Saya berusaha tidak membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang, keadaan ekonomi, maupun asal daerah. Jika ada teman yang mengalami kesulitan, saya berusaha membantu sesuai kemampuan saya. Bagi saya, “kalau pacak nolong, jangan samo sekali dak nolong,” karena sekecil apa pun bantuan yang diberikan dapat berarti bagi orang lain.
Dalam menerapkan sila ketiga, saya berusaha menjaga hubungan baik dengan teman-teman yang memiliki perbedaan karakter, budaya, maupun pendapat. Saya bangga dengan daerah asal saya, tetapi kebanggaan tersebut tidak membuat saya merasa lebih baik daripada orang lain. Saya ingin mengenal berbagai budaya Indonesia karena dari perbedaan tersebut kita dapat belajar bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa.
Sila keempat saya terapkan dengan membiasakan diri bermusyawarah dan menghargai pendapat orang lain. Ketika mengerjakan tugas kelompok, saya belajar untuk tidak memaksakan kehendak. Saya harus mau mendengarkan pendapat teman dan menerima keputusan bersama. Sementara itu, sila kelima saya terapkan dengan berusaha bersikap adil, bertanggung jawab, dan tidak mengambil hak orang lain.
Bagi saya, “Pancasilaku, Besemahnyo Hati” memiliki makna bahwa nilai Pancasila harus tumbuh dari dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan. Dak perlu nunggu jadi wong hebat untuk mulai berbuat baik.











