Nama : Kirana Tiara Ardelli
Prodi : D4 Gizi
Pancasila sebagai Pedoman Hidup Saya
Saya merupakan alumni pondok pesantren. Selama menempuh pendidikan di pesantren, saya banyak belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, dan yang paling utama adalah penguatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Di pondok pesantren, sila pertama bukan hanya dihafalkan, tetapi diamalkan dalam kegiatan sehari-hari. Kami dibiasakan sholat lima waktu berjamaah, mengaji, berdzikir, dan menjaga akhlak. Nilai ketuhanan ini menanamkan dalam diri saya kesadaran bahwa setiap tindakan harus didasarkan pada niat ibadah dan tanggung jawab kepada Tuhan. Ketika saya melanjutkan ke perguruan tinggi, nilai tersebut saya bawa sebagai pondasi. Dalam menghadapi tekanan akademik, saya tetap menjadikan doa dan tawakal sebagai penguat, serta menjaga integritas agar tidak melakukan kecurangan.
Selain sila pertama, saya juga berusaha mengamalkan sila-sila lain dalam kehidupan kampus. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan menghargai perbedaan teman dari berbagai daerah dan latar belakang. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, saya wujudkan dengan aktif dalam OSPI ( Organisasi Siswa Putri ) dan mengikuti eskul yang yang saling membutuhkan satu sama lain. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaa, saya latih melalui musyawarah dalam pengambilan keputusan kelompok. Sila Kelima: Keadilan Sosial, saya amalkan dengan ikut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan berbagi dengan teman yang membutuhkan.
Bagi saya, menjadi alumni pesantren bukan berarti hanya pandai dalam bidang agama. Justru pesantren mengajarkan saya bahwa ilmu harus diamalkan dan bermanfaat bagi sesama. Nilai Pancasila menjadi jembatan agar ilmu agama yang saya dapat tidak eksklusif, melainkan bisa bersinergi dengan nilai kebangsaan.
Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Namun saya optimis, dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dan berangkat dari pendidikan karakter yang saya dapat di pondok pesantren, saya dapat menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia.
Saya berkomitmen untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila, dimulai dari diri sendiri, keluarga, kampus, hingga masyarakat. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang warganya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.













