Nama : Remalya Apriliantina Florensia Harahap
NIM : PO7120426057
Prodi : STr Keperawatan Internasional
Pancasila sebagai Pedoman Hidup
Setiap pagi saat cahaya matahari menyapa jendela kamarku, saya selalu bersyukur kepada Tuhan
Yesus Kristus yang memberi kesempatan hidup di Indonesia. Bagi saya, Pancasila bukan sekadar hafalan pelajaran, melainkan pedoman hidup nyata yang saya amalkan setiap hari, terutama sebagai calon perawat yang kelak akan melayani sesama tanpa membeda-bedakan.
Sebagai orang Kristen, Sila Pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah fondasi hidup saya. Setiap pagi saya berdoa dan membaca Alkitab, memohon bimbingan Tuhan. Saya bersyukur bebas menjalankan ibadah, dan saya juga menghormati teman yang berbeda agama. Menghormati hak orang lain beribadah adalah cara saya mengamalkan sila pertama, sebagaimana Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi.
Sila Kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” saya wujudkan dengan sikap peduli dan kasih sayang kepada siapa saja. Sebagai calon perawat, saya belajar melihat setiap orang berharga tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun status. Saya suka menolong, bersikap sopan, dan percaya setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat.
Sila Ketiga, “Persatuan Indonesia” mengajarkan saya menjaga kerukunan. Meski teman-teman kos berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, kami saling menghargai. Saya tidak pernah membeda-bedakan teman, karena di atas segala perbedaan, kami tetap satu bangsa.
Sila Keempat, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” saya jalani dengan selalu mendengarkan pendapat orang lain. sebelum mengambil keputusan. Saya tidak memaksakan kehendak, melainkan mencari keputusan terbaik bersama.
Sila Kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” saya wujudkan dengan hidup sederhana, berbagi dengan orang lain, tidak boros, dan tidak pilih kasih. Sebagai calon perawat, saya ingin kelak melayani semua orang dengan tulus dan adil.
Pancasila bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan saya. la ada di setiap doa, senyuman, bantuan, dan langkah yang saya ambil untuk menjadi perawat yang baik. Saya akan terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, karena perubahan besar dimulai dari diri saya sendiri.







