Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari dan Bekal Menjadi Bidan

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Nopita Amelia

NIM   : PO7124126078

Prodi : D3 Kebidanan

 

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari dan Bekal Menjadi Bidan

 

Sebelum menjadi mahasiswa, saya sudah mengenal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Namun, setelah memasuki dunia perkuliahan, saya semakin menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saya, mengamalkan Pancasila dapat membentuk karakter yang baik, terutama sebagai mahasiswa D3 Kebidanan yang nantinya akan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menerapkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan rajin beribadah sesuai agama yang saya anut, berdoa sebelum belajar atau melakukan kegiatan, serta bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan. Saya juga menghormati teman yang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda. Menurut saya, saling menghormati merupakan bentuk toleransi yang harus dijaga. Jika saya tidak menerapkan nilai ini, saya dapat menjadi pribadi yang kurang bersyukur, jauh dari nilai-nilai kebaikan, dan hubungan dengan orang lain yang berbeda keyakinan dapat menjadi tidak harmonis.

 

Pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya berusaha bersikap sopan kepada dosen, teman, dan orang yang lebih tua. Saya juga berusaha membantu teman ketika mengalami kesulitan dalam belajar atau kegiatan lainnya. Saya percaya bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan baik tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. Jika saya tidak menerapkan nilai kemanusiaan, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap orang lain sehingga hubungan pertemanan menjadi kurang baik dan dapat menimbulkan sikap saling tidak menghargai.

 

Selanjutnya, sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dengan menjaga kekompakan bersama teman-teman di kelas, bekerja sama saat mengerjakan tugas kelompok, serta menghargai perbedaan pendapat. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda, sehingga saya berusaha untuk saling memahami agar tercipta suasana yang nyaman. Jika nilai persatuan tidak diterapkan, akan mudah terjadi perpecahan dan perselisihan sehingga kerja sama tidak dapat berjalan dengan baik.

 

Pada sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya berusaha ikut berdiskusi dan bermusyawarah ketika mengambil keputusan bersama. Saya mendengarkan pendapat teman dengan baik dan menerima hasil keputusan yang telah disepakati, walaupun terkadang berbeda dengan keinginan saya. Jika saya tidak menerapkan nilai ini, saya dapat menjadi pribadi yang egois, sulit menerima pendapat orang lain, dan hal tersebut dapat menyebabkan konflik dalam kelompok.

 

Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya berusaha bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Saat bekerja dalam kelompok, saya membagi tugas secara adil dan menghargai usaha setiap anggota. Sebagai calon bidan, saya ingin memberikan pelayanan yang sama kepada semua pasien tanpa membedakan latar belakang mereka. Jika saya tidak menerapkan nilai keadilan, saya dapat bersikap pilih kasih, tidak jujur, dan merugikan orang lain sehingga kepercayaan terhadap diri saya akan berkurang.

 

Saya menyadari bahwa menerapkan nilai-nilai Pancasila memang tidak selalu mudah, tetapi saya akan terus berusaha menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan kelima sila tersebut, saya berharap dapat menjadi mahasiswa yang berkarakter baik, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat.

 

Saya juga ingin menjadi bidan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga melalui penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut, saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu mengamalkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan sebagai tenaga kesehatan.

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat
Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap
Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis
Stylo Sound Ride, Satukan Gaya dan Musik Komunitas Honda
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis

Berita Terbaru

Foto saat gubernur Sumsel H. Hermanderu menghadiri acara Perayaan HUT OKI ke-81 di rapat paripurna DPRD OKI

Ogan Komering Ilir

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Okt 2026 - 20:48 WIB