Nama : Firjatullah Nasyiah Martin
NIM : PO7131226030
Prodi : D4 Gizi
Pancasila Sebagai Dasar Berperilaku dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Pancasila merupakan dasar negara yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, nilai-nilai pancasila sebenarnya telah tertanam sejak awal bangsa Indonesia terlahir. Sebagai bangsa indonesia kita harus menanamkan nilai-nilai pancasila kedalam diri dan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan kita sehari-hari karena pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, pedoman hidup bangsa, serta sebagai jiwa bangsa.
Sebagai seorang mahasiswa sangat penting bagi saya untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila yang ada sebagai pedoman etika dan moral dalam berperilaku, penguatan sikap bertoleransi, serta sebagai pendorong untuk berpikir kritis.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagai bangsa Indonesia kita wajib memiliki agama dan kepercayaan sesuai dengan isi sila yang pertama. Bentuk pengimplementasian saya terhadap sila pertama adalah saya melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang saya pegang dengan teguh. Saya melakukan kewajiban saya sebagai seorang muslimah dengan menjalani sholat 5 waktu, bersedekah, serta berpuasa. Selain itu saya juga memiliki teman yang berbeda agama dengan saya dan kami tetap berteman dengan baik dan saling bertoleransi sebagai masyarakat yang baik.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Penerapan sila ini saya lakukan dengan membantu sesama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Saya berteman dengan orang tanpa membedakan Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan (SARA) karena sebagai bangsa indonesia yang baik kita harus menghormati serta membantu setiap orang tanpa memandang Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan (SARA). Dalam lingkungan keluarga saya membantu orang tua saya dalam melakukan kegitan membersihkan rumah serta membantu adik saya dalam mengerjakan tugasnya.
Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Untuk memupuk rasa persatuan yang ada saya mengikuti berbagai kegiatan seperti upacara bendera yang dilakukan setiap hari senin serta kegiatan gotong royong dalam membersihkan lingkungan sekolah yang biasanya dilakukan pada hari Jumat setelah senam dilakukan.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Sila ini sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa, kita menerapkannya ketika melakukan musyawarah untuk menemukan solusi atas perbedaan pendapat dalam diskusi pembelajaran. Dalam pemilihan ketua kelas, musyawarah juga dilakukan untuk menentukan pemimpin yang disepakati bersama. Selain itu, setiap lima tahun sekali diadakan pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakil presiden. Hal ini merupakan salah satu penerapan nilai sila keempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Penerapan sila ini dapat dilakukan dengan menjaga fasilitas umum yang ada, menghormati perbedaan yang ada, tidak menyelak antrean, serta tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Selain itu, saya juga menyadari untuk tidak melakukan pemborosan serta tidak melakukan gaya hidup yang bermewah-mewahan. Saya akan menggunakan sesuatu sesuai dengan kebutuhan saya serta menghargai dan mengelola sumber daya yang saya miliki secara bijaksana.














