Pancasila dalam Cerita Kita: Tentang Jarak, Percaya, dan Bertahan

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Nadia Safitri

NIM   : P07133126028

Prodi : D3 Sanitasi

 

Pancasila dalam Cerita Kita: Tentang Jarak, Percaya, dan Bertahan

 

Menurut saya, Pancasila bukan cuma sesuatu yang dipelajari di kampus, tetapi juga bisa diterapkan dalam hubungan sehari-hari, termasuk dalam hubungan saya dengan pacar. Dari hubungan ini, saya belajar tentang saling menghargai, percaya, memahami, dan nggak selalu mementingkan ego sendiri.

 

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan tetap menjalankan ibadah dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Saya merasa cukup bangga punya pacar yang bisa mengingatkan saya dalam hal-hal seperti itu. Buat saya, pasangan yang baik bukan hanya yang selalu ada saat senang, tetapi juga yang bisa mengajak ke arah yang lebih baik.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, membuat saya belajar bahwa sebagai cewek saya nggak boleh selalu egois. Cowok juga punya perasaan. Dia bisa capek, sedih, kecewa, dan punya masalah yang mungkin nggak selalu dia ceritakan. Jadi, saya belajar untuk nggak hanya ingin dimengerti, tetapi juga harus bisa memahami dia.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dengan tetap menjaga hubungan kami walaupun sedang LDR. Kami saling percaya, berusaha nggak mempermasalahkan hal-hal kecil, dan tetap menyempatkan waktu untuk saling mencari di tengah kesibukan masing-masing. Kami juga belajar untuk nggak mencari orang lain hanya karena ada sedikit hal yang kurang, karena menurut saya lebih baik menjaga seseorang yang sudah punya 98% kecocokan daripada mencari orang lain hanya demi 2% yang kita inginkan.

 

Kemudian sila kelima, saya terapkan dengan cara memberikan perhatian dan effort yang seimbang dalam hubungan. Walaupun kami punya kesibukan masing-masing, kami tetap berusaha menyempatkan waktu untuk satu sama lain. Bagi saya, saling memahami dan sama-sama berusaha adalah bentuk keadilan dalam hubungan.

 

Saya suka dengan hubungan kami yang sekarang, walaupun kadang saya juga masih manja dan banyak maunya. Saya ingin dia untuk sekarang dan selamanya, dan saya berharap dia juga merasakan hal yang sama. Apalagi sekarang dia sedang menjalankan tugas jauh di sana, saya cuma ingin bilang: hati-hati, sayang. Saya akan tetap menunggu dan menanti kamu di sini. Cepat pulang, jaga diri baik-baik, dan pulang dengan selamat tanpa kurang satu apa pun. Kamu harus tahu, kamu adalah satu-satunya orang yang paling saya cinta dan nggak ada saingan dengan lelaki mana pun.

Berita Terkait

Pancasila dalam Perjalanan Hidup Saya 
Transaksi Keuangan Desa di OKU Timur Kini Didorong Lebih Efektif dan Transparan melalui SISKUDES TNT
Pancasila Bukan Sekedar Hafalan 
Pancasila dalam Setiap Langkah Saya 
Pancasila dalam Kehidupanku
Menjadi Pribadi yang Peduli dan Menghargai Sesama 
Membumikan Pancasila dalam Tindakan Sederhana Sehari-hari
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Batalkan Rencana Mekanisme Pengawasan Menunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:57 WIB

Pancasila dalam Cerita Kita: Tentang Jarak, Percaya, dan Bertahan

Jumat, 4 September 2026 - 13:43 WIB

Pancasila dalam Perjalanan Hidup Saya 

Jumat, 4 September 2026 - 13:18 WIB

Transaksi Keuangan Desa di OKU Timur Kini Didorong Lebih Efektif dan Transparan melalui SISKUDES TNT

Jumat, 4 September 2026 - 12:51 WIB

Pancasila Bukan Sekedar Hafalan 

Jumat, 4 September 2026 - 11:54 WIB

Pancasila dalam Setiap Langkah Saya 

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila dalam Perjalanan Hidup Saya 

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:43 WIB

Sumsel

Pancasila Bukan Sekedar Hafalan 

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:51 WIB