Nama: Ridho
NIM : PO7120426058
Prodi : STr Keperawatan International
Merawat Bangsa, Merawat Nilai: Pancasila dalam Diri Seorang Perawat Muda
Sebagai mahasiswa, saya meyakini Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman yang saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya mengamalkannya dengan tetap salat lima waktu di tengah kesibukan kuliah, sebagai pengingat bahwa di balik tuntutan akademik ada Yang Maha Kuasa yang diutamakan. Dampaknya, saya merasa lebih tenang menghadapi tekanan kuliah.
Pada sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, saya berusaha tidak membicarakan keburukan orang lain dan senantiasa membantu rekan yang kesulitan. Alasannya, saya pernah merasakan pengalaman kurang menyenangkan saat dijauhi, sehingga tidak ingin orang lain mengalaminya. Dampaknya, pertemanan saya menjadi lebih erat.
Pada sila ketiga, persatuan Indonesia, saya mengamalkannya dengan disiplin mengikuti apel Senin pagi di kampus Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang. Bagi saya, momen ini wujud kebersamaan dan cinta tanah air yang mempersatukan mahasiswa lintas daerah dalam satu barisan. Dampaknya, saya semakin menghayati semangat persatuan dan disiplin sebagai bagian dari identitas mahasiswa keperawatan.
Pada sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya menerapkannya melalui amanah sebagai Ketua Angkatan Keperawatan 2026, dengan mengutamakan musyawarah dan mendengar aspirasi teman-teman sebelum mengambil keputusan bersama. Dampaknya, angkatan saya menjadi lebih solid dan minim perselisihan.
Pada sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, saya mengamalkannya melalui peran sebagai Duta Canting Kencana Kabupaten OKI, dengan aktif sosialisasi pencegahan stunting serta peningkatan kualitas keluarga berencana kepada masyarakat dan siswa SMA. Saya melakukan ini karena percaya akses informasi kesehatan keluarga adalah hak seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan tertentu, sebagai wujud pemerataan kesejahteraan sosial.
Dampaknya, saya turut berkontribusi menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga sejahtera dan terencana.
Bagi saya, mengamalkan Pancasila bukan tentang kesempurnaan, melainkan upaya konsisten menjadi mahasiswa keperawatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat luas.













