Pancasila sebagai Panduan Hidup Mahasiswi D4 Keperawatan Kelas Internasional

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Nabilla Sena Enjelika

Prodi : STr Keperawatan Internasional

 

Pancasila sebagai Panduan Hidup Mahasiswi D4 Keperawatan Kelas Internasional

 

Sebagai calon tenaga kesehatan, saya meyakini bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga etika dan jati diri yang harus saya amalkan dalam kehidupan kampus dan profesi.

 

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi sumber semangat saya. Sebelum praktik di rumah sakit, saya selalu berdoa agar diberikan kekuatan, ketelitian, dan hati yang tulus. Bagi saya merawat pasien adalah wujud ibadah. Saya belajar menghormati keyakinan setiap pasien dan memberi dukungan spiritual sesuai kebutuhan mereka.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan bahwa pasien adalah manusia yang memiliki harkat dan martabat. Di kelas internasional, saya bertemu teman dan pasien dari berbagai latar belakang. Saya berkomitmen tidak membeda-bedakan, bersikap empati, menjaga privasi, dan memberikan asuhan keperawatan yang manusiawi tanpa diskriminasi.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, sangat relevan di kelas internasional. Perbedaan bahasa, budaya, dan cara belajar justru menjadi kekuatan. Saya belajar bekerja sama dalam tim, menghargai pendapat teman, dan menjunjung Bhinneka Tunggal Ika. Keperawatan modern membutuhkan kolaborasi lintas profesi dan lintas negara.

 

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, mengajarkan saya berpikir kritis dan demokratis. Dalam diskusi kasus, saya berani menyampaikan ide, mau mendengar masukan dosen dan teman, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah demi keselamatan pasien.

 

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi motivasi saya untuk terjun ke masyarakat. Sebagai calon perawat, saya ingin terlibat dalam kegiatan pengabdian, penyuluhan kesehatan, dan memastikan pelayanan kesehatan dapat dijangkau semua lapisan masyarakat, khususnya yang rentan.

 

Dengan mengamalkan Pancasila, saya berharap dapat menjadi perawat profesional, kompeten, beretika, dan berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai bangsa. Pancasila adalah kompas saya untuk mengabdi kepada negeri dan kemanusiaan.

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin
Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Aku dan Pancasila
Merawat Bangsa, Merawat Nilai: Pancasila dalam Diri Seorang Perawat Muda
Deskripsi Diri Saya Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila
Hidupku Pancasilaku

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:28 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin

Jumat, 4 September 2026 - 21:23 WIB

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:33 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Jumat, 4 September 2026 - 20:20 WIB

Aku dan Pancasila

Berita Terbaru

Kapolsek Buay Madang Timur (BMT) Iptu Swisspo, berfoto bersama tokoh agama dan warga usai melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid AL-Amiin, Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

OKU Timur

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:23 WIB

Sumsel

Aku dan Pancasila

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:20 WIB