Nama : Nabilla Sena Enjelika
Prodi : STr Keperawatan Internasional
Pancasila sebagai Panduan Hidup Mahasiswi D4 Keperawatan Kelas Internasional
Sebagai calon tenaga kesehatan, saya meyakini bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga etika dan jati diri yang harus saya amalkan dalam kehidupan kampus dan profesi.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi sumber semangat saya. Sebelum praktik di rumah sakit, saya selalu berdoa agar diberikan kekuatan, ketelitian, dan hati yang tulus. Bagi saya merawat pasien adalah wujud ibadah. Saya belajar menghormati keyakinan setiap pasien dan memberi dukungan spiritual sesuai kebutuhan mereka.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan bahwa pasien adalah manusia yang memiliki harkat dan martabat. Di kelas internasional, saya bertemu teman dan pasien dari berbagai latar belakang. Saya berkomitmen tidak membeda-bedakan, bersikap empati, menjaga privasi, dan memberikan asuhan keperawatan yang manusiawi tanpa diskriminasi.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, sangat relevan di kelas internasional. Perbedaan bahasa, budaya, dan cara belajar justru menjadi kekuatan. Saya belajar bekerja sama dalam tim, menghargai pendapat teman, dan menjunjung Bhinneka Tunggal Ika. Keperawatan modern membutuhkan kolaborasi lintas profesi dan lintas negara.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, mengajarkan saya berpikir kritis dan demokratis. Dalam diskusi kasus, saya berani menyampaikan ide, mau mendengar masukan dosen dan teman, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah demi keselamatan pasien.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi motivasi saya untuk terjun ke masyarakat. Sebagai calon perawat, saya ingin terlibat dalam kegiatan pengabdian, penyuluhan kesehatan, dan memastikan pelayanan kesehatan dapat dijangkau semua lapisan masyarakat, khususnya yang rentan.
Dengan mengamalkan Pancasila, saya berharap dapat menjadi perawat profesional, kompeten, beretika, dan berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai bangsa. Pancasila adalah kompas saya untuk mengabdi kepada negeri dan kemanusiaan.













