Nama : Andin Aura Kinanti
Nim. : PO7124126007
Prodi : D-3 Kebidanan
Mengamalkan Pancasila Dalam Diri Saya
Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
mengajarkan saya tentang pondasi iman dan toleransi. Saya beragama Islam. Setiap pagi saya memulai hari dengan sholat dan doa agar ilmu yang saya pelajari berkah. Namun mengamalkan sila pertama bukan hanya tentang ibadah pribadi. Di kampus saya punya teman Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu. Menghormati jam ibadah mereka, tidak memaksa keyakinan, dan ikut menjaga kerukunan saat perayaan hari besar adalah bentuk nyata sila pertama. Saya percaya, Tuhan tidak akan ridha jika kita menyakiti sesama ciptaan-Nya.
Sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Sangat lekat dengan cita-cita saya sebagai bidan. Di laboratorium kebidanan saya belajar memasang infus pada phantom. Dosen selalu ingatkan: “Nanti di lapangan, pasiennya manusia. Sakit, takut, dan butuh dihargai.” Dari situ saya belajar empati. Saya berusaha tidak membeda-bedakan pasien nanti. Mau dia dari desa atau kota, pendidikannya tinggi atau rendah, kaya atau kurang mampu, hak untuk sehat dan dilayani dengan ramah adalah sama. Saya juga belajar melawan perundungan di lingkungan kampus karena itu bentuk tidak beradab.
Sila ketiga: Persatuan Indonesia
Saya rasakan setiap hari. Saya dari Pagar Alam, teman sekamar saya dari Pali, teman kelompok dari Palembang. Kami beda logat, beda makanan favorit, tapi saat presentasi kelompok kami satu tim. Saya belajar menghargai perbedaan dengan tidak mengejek bahasa daerah teman, mau mencoba makanan khas daerah lain, dan tidak menyebarkan hoaks yang memecah belah di media sosial.
Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Melatih saya berpikir demokratis. Saat diskusi kelompok, saya belajar menyampaikan pendapat dengan data, mau mendengarkan sanggahan, dan menerima keputusan bersama walau berbeda dengan pendapat saya. Ini melatih saya jadi pribadi yang tidak egois.
Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Menjadi cita-cita saya. Saya ingin menjadi bidan yang mengabdi di daerah, agar semua perempuan bisa mendapat akses kesehatan yang layak, tidak hanya di kota besar. Kesimpulannya, saya masih banyak kekurangan. Tapi dengan menjadikan Pancasila sebagai cara berpikir dan bertindak, saya berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya: bidan yang beriman, berempati, cinta persatuan, demokratis, dan berkeadilan.






