Mengamalkan Pancasila Dalam Diri Saya 

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Andin Aura Kinanti

Nim.   : PO7124126007

Prodi  : D-3 Kebidanan

 

Mengamalkan Pancasila Dalam Diri Saya

 

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

mengajarkan saya tentang pondasi iman dan toleransi. Saya beragama Islam. Setiap pagi saya memulai hari dengan sholat dan doa agar ilmu yang saya pelajari berkah. Namun mengamalkan sila pertama bukan hanya tentang ibadah pribadi. Di kampus saya punya teman Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu. Menghormati jam ibadah mereka, tidak memaksa keyakinan, dan ikut menjaga kerukunan saat perayaan hari besar adalah bentuk nyata sila pertama. Saya percaya, Tuhan tidak akan ridha jika kita menyakiti sesama ciptaan-Nya.

 

Sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

 

Sangat lekat dengan cita-cita saya sebagai bidan. Di laboratorium kebidanan saya belajar memasang infus pada phantom. Dosen selalu ingatkan: “Nanti di lapangan, pasiennya manusia. Sakit, takut, dan butuh dihargai.” Dari situ saya belajar empati. Saya berusaha tidak membeda-bedakan pasien nanti. Mau dia dari desa atau kota, pendidikannya tinggi atau rendah, kaya atau kurang mampu, hak untuk sehat dan dilayani dengan ramah adalah sama. Saya juga belajar melawan perundungan di lingkungan kampus karena itu bentuk tidak beradab.

 

Sila ketiga: Persatuan Indonesia

 

Saya rasakan setiap hari. Saya dari Pagar Alam, teman sekamar saya dari Pali, teman kelompok dari Palembang. Kami beda logat, beda makanan favorit, tapi saat presentasi kelompok kami satu tim. Saya belajar menghargai perbedaan dengan tidak mengejek bahasa daerah teman, mau mencoba makanan khas daerah lain, dan tidak menyebarkan hoaks yang memecah belah di media sosial.

 

Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

 

Melatih saya berpikir demokratis. Saat diskusi kelompok, saya belajar menyampaikan pendapat dengan data, mau mendengarkan sanggahan, dan menerima keputusan bersama walau berbeda dengan pendapat saya. Ini melatih saya jadi pribadi yang tidak egois.

 

Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Menjadi cita-cita saya. Saya ingin menjadi bidan yang mengabdi di daerah, agar semua perempuan bisa mendapat akses kesehatan yang layak, tidak hanya di kota besar. Kesimpulannya, saya masih banyak kekurangan. Tapi dengan menjadikan Pancasila sebagai cara berpikir dan bertindak, saya berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya: bidan yang beriman, berempati, cinta persatuan, demokratis, dan berkeadilan.

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Gaji PPPK Diwacanakan Ditanggung APBN Mulai 2027, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang
Fauzi Amro Sebut Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Lubuklinggau Butuh Rp 42 Miliar
Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Senjata Tajam
5 Bulan Ditahan, Andika Bebas
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Gaji PPPK Diwacanakan Ditanggung APBN Mulai 2027, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Fauzi Amro Sebut Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Lubuklinggau Butuh Rp 42 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

5 Bulan Ditahan, Andika Bebas

Berita Terbaru