Nama : Alia Safira
Nim : PO7133226026
Prodi : D3 Pengawasan Epidemiologi
Mendeskripsikan Diri Keseharian Saya dengan Nilai Pancasila
Setiap hari saya selalu berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama Islam dan nilai-nilai Pancasila. Menurut saya, keduanya saling melengkapi dan bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, baik dikos, di kampus, maupun di lingkungan sekitar. Walaupun terkadang masih melakukan kesalahan, saya terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Pagi hari biasanya saya bangun lebih awal untuk melaksanakan salat Subuh. Setelah itu saya membersihkan kamar kos, seperti menyapu atau merapikan tempat tidur dan mencuci pakaian. Hal-hal sederhana seperti itu mengajarkan saya untuk bertanggung jawab atas diri saya sendiri karena disini saya merantau menjadi anak kos . Sebelum berangkat ke kampus, saya selalu berpamitan dengan orang tua saya lewat telpon dan meminta doa agar kegiatan belajar berjalan lancar.
Di kampus saya bertemu banyak teman yang memiliki sifat, suku, dan agama yang berbeda. Kami tetap bisa belajar dan bermain bersama tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Jika ada teman yang kesulitan memahami pelajaran, saya berusaha membantu sebisa mungkin.
Sebaliknya, ketika saya mengalami kesulitan, mereka juga membantu saya dengan senang hati. Dari situ saya belajar bahwa saling menghormati dan tolong-menolong membuat hubungan pertemanan menjadi lebih baik.
Sebagai seorang muslim, saya juga berusaha menjaga sikap saat berbicara kepada dosen maupun teman. Saya diajarkan untuk berkata jujur, sopan, dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Memang terkadang ada perbedaan pendapat ketika mengerjakan tugas kelompok, tetapi kami mencoba menyelesaikannya dengan berdiskusi dan kepala dingin. Dengan cara itu, semua orang bisa menyampaikan pendapatnya dan keputusan yang diambil terasa lebih adil.
Di lingkungan tempat tinggalku yaitu kos juga banyak pelajaran yang saya dapatkan. Saat ada kegiatan kerja bakti seperti membersihkan halaman kos, saya berusaha ikut membantu. Walaupun pekerjaan yang dilakukan tidak besar, saya merasa senang karena bisa bekerja sama dengan teman-teman kos saya. Selain itu, ketika ada teman saya yang sedang mengalami musibah atau membutuhkan bantuan, kami biasanya saling membantu tanpa memandang perbedaan. Hal seperti ini membuat lingkungan menjadi lebih rukun dan damai.
Bagi saya, nilai-nilai Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Islam juga mengajarkan hal yang sama, yaitu beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, menghargai perbedaan, dan berlaku adil. Jika semua orang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antarteman akan menjadi lebih harmonis.
Dari pengalaman tersebut saya menyadari bahwa menjadi seorang muslim yang baik juga berarti menjadi warga negara yang baik. Hal itu tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar, tetapi cukup dari kebiasaan sederhana, seperti beribadah tepat waktu, menghormati orang tua dan dosen, jujur, disiplin, serta peduli kepada orang lain. Dengan begitu, nilai-nilai Islam dan Pancasila dapat benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
















