Memaknai Pancasila Melalui Pengalaman Pribadi

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Y. Marsya Putri

NIM : PO7131226040

Prodi : D4 Gizi

 

Memaknai Pancasila Melalui Pengalaman Pribadi

 

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah mengenal Pancasila. Saat itu, saya hanya menghafalkan isi kelima silanya karena menjadi bagian dari pelajaran di sekolah. Namun, seiring bertambahnya usia, saya mulai memahami bahwa Pancasila bukan hanya sekadar hafalan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tanpa saya sadari sudah sering saya terapkan melalui berbagai pengalaman yang saya alami.

 

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya pelajari dari pengalaman ketika berusaha masuk perguruan tinggi. Saya pernah mengalami kegagalan dalam salah satu proses seleksi yang saya ikuti. Saat itu, saya merasa kecewa karena sudah berharap dapat melanjutkan pendidikan di tempat yang saya inginkan. Namun, di balik kekecewaan tersebut, saya percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuk saya. Saya mencoba menerima kegagalan itu, kembali berusaha, belajar lebih giat, serta tidak lupa berdoa dan meminta doa dari orang tua. Hingga akhirnya, saya berhasil diterima di perguruan tinggi yang saya inginkan.

 

Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa tidak semua hal yang kita inginkan harus terjadi sesuai dengan waktu yang kita harapkan. Terkadang, Tuhan memberikan jalan yang berbeda agar kita belajar menjadi lebih kuat, sabar, dan mampu menghargai keberhasilan ketika akhirnya datang.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya pelajari dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Saya bukan orang yang selalu pandai memberikan nasihat ketika teman sedang memiliki masalah, tetapi saya berusaha menjadi pendengar yang baik. Menurut saya, terkadang seseorang tidak selalu membutuhkan nasihat, tetapi hanya ingin didengarkan tanpa dihakimi.

 

Saya juga berusaha membiasakan diri mengucapkan terima kasih ketika menerima bantuan dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Bagi saya, menghargai orang lain dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti berbicara dengan sopan, tidak meremehkan orang lain, dan membantu semampu saya ketika ada yang membutuhkan.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mulai saya rasakan ketika memasuki dunia perkuliahan. Saya bertemu dengan banyak teman baru yang berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda. Pada awalnya, saya merasa malu untuk memulai percakapan karena belum mengenal siapa pun. Namun, setelah mengikuti berbagai kegiatan kampus dan mulai berdiskusi dengan teman-teman, saya menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita dan pengalaman hidup yang berbeda.

 

Dari perbedaan tersebut, saya justru mendapatkan banyak hal baru. Saya memahami bahwa persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pemikiran yang sama, melainkan bagaimana kita dapat saling menghargai dan bekerja sama meskipun memiliki perbedaan.

 

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sering saya temui ketika bekerja sama dalam kelompok. Saya pernah merasa bahwa pendapat yang saya sampaikan sudah cukup baik, tetapi ternyata teman-teman memiliki pendapat lain yang kemudian dipilih melalui kesepakatan bersama. Awalnya, saya sempat merasa kecewa, tetapi saya mencoba memahami alasan di balik keputusan tersebut.

 

Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa musyawarah bukan tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana menemukan keputusan terbaik untuk kepentingan bersama. Karena itu, saya mulai membiasakan diri untuk mendengarkan pendapat orang lain terlebih dahulu sebelum menyampaikan pendapat saya sendiri.

 

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya pelajari dari kehidupan di rumah. Sejak SMA, saya sering membantu ibu berjualan ketika memiliki waktu luang. Dari beliau, saya belajar bahwa setiap pembeli harus diperlakukan dengan ramah tanpa membedakan siapa pun. Ada yang membeli dalam jumlah banyak, ada juga yang hanya membeli sedikit, tetapi ibu tetap melayani mereka dengan sikap yang sama.

 

Dari kebiasaan tersebut, saya memahami bahwa bersikap adil tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Di lingkungan perkuliahan, saya juga berusaha menerapkannya dengan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab saya dan tidak membiarkan teman bekerja sendirian. Menurut saya, setiap orang memiliki hak untuk dihargai dan setiap orang juga memiliki kewajiban untuk menjalankan tanggung jawabnya.

 

Melalui berbagai pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara yang dipelajari di sekolah, tetapi juga pedoman dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilainya dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana, seperti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, menghargai orang lain, menjaga kebersamaan, menghargai hasil musyawarah, dan bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing.

 

Sebagai mahasiswa baru Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Poltekkes Kemenkes Palembang, saya berharap dapat terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Saya ingin menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu menghargai setiap orang tanpa membedakan latar belakang, serta memberikan pelayanan dengan sikap yang tulus dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Berita Terkait

HUT Perak Demokrat dan HUT RI ke-81, DPC Demokrat Empat Lawang Gelar Lomba Rakyat
Menjaga Hijau di Tengah Kemarau, Langkah Nyata Polsek Buay Madang Timur Cegah Karhutla
Setetes Air, Sejuta Asa: Saat Polsek Buay Madang Timur Hadir Mengusir Dahaga Warga Teko Rejo
Dayung Bersama di Tanjung Kemala: Saat Tradisi Merekatkan Hati dan Menggerakkan Rezeki
Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel Perkuat Patroli di Wilayah Rawan Karhutla
Belajar Menjadi Pribadi yang Berpancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Makna Pancasila dalam Perjalanan Kehidupan Saya
Resume Dari Hal Kecil, Saya Belajar Mengamalkan Pancasila

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

HUT Perak Demokrat dan HUT RI ke-81, DPC Demokrat Empat Lawang Gelar Lomba Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Menjaga Hijau di Tengah Kemarau, Langkah Nyata Polsek Buay Madang Timur Cegah Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Setetes Air, Sejuta Asa: Saat Polsek Buay Madang Timur Hadir Mengusir Dahaga Warga Teko Rejo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Dayung Bersama di Tanjung Kemala: Saat Tradisi Merekatkan Hati dan Menggerakkan Rezeki

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel Perkuat Patroli di Wilayah Rawan Karhutla

Berita Terbaru

pendidikan

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:49 WIB