Makan di Tempat Dilarang Selama PPKM, Kafe di Palembang Perbanyak Promo via Online

- Redaksi

Sabtu, 31 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu baru dari Restoran Martabak Har Strett, Martabak isi Ayam Geprek dan Martabak isi Indomie. (Photo: Reza Mardiansyah)

Menu baru dari Restoran Martabak Har Strett, Martabak isi Ayam Geprek dan Martabak isi Indomie. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kafe dan restoran dari yang berskala sedang hingga besar, tidak melayani makan di tempat selama pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Akibatnya, omset dari Kafe dan Restoran ini merosot tajam. Hal ini juga diakui pemilik Martabak Har Street di Jalan R Soekamtor Palembang, M Taufiq Muntanzar.

Kata Taufiq, memang selama PPKM yang melarang makan di tempat omset mereka merosot jauh, namun tidak dengan pesanan melalui online atau take away. Dijelaskanya jika pesanan take away, atau juga pesan antar online meningkat saat akhir pekan.

“Selama PPKM memang pesanan online lebih banyak, bahkan weekend bisa sampai 150 pesanan berbeda jauh dari hari biasa. Ini juga kami manfaatkan, apalagi makan di tempat saat ini belum diizinkan,” kata Taufiq, Sabtu (31/7/2021).

Diterangkannya, salah satu strategi agar dalam penjualan online, Taufiq menjelaskan dengan memperbanyak promo-promo menarik pada aplikasi pesan antar makanan. Selain itu juga stategi lainya dengan menambah menu baru agar banyak pilihan dan menarik bagi konsumen.

“Tidak hanya martabak telor saja, tapi yang terbaru menu martabak mozarella, martabak ayam geprek dan martabak mie dengan pelengkap kuah kari khas Martabak HAR. Jadi konsumen yang ada di rumah bisa banyak pilihan, soal harga dan rasa kami jamin bisa cocok di lidah masyarakat. Mudah-mudahan bisa menjadi pilihan makanan selama dirumah saja,” jelasnya.

Meskipun ada penurunan omset, Taufiq mengaku ia turut mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan. Apalagi tujuanya untuk menghentikan COVID-19.

“Kita dukung kebijakan pemerintah sambil kita berharap dengan kebijakan-kebijakan ini pandemi segera berakhir dan kehidupan kembali normal,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku
Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”
Revolusi Rasa Nusantara, Sarjana Kerupuk Palembang Mengubah Pempek dan Kerupuk Jadi Bisnis Online Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:56 WIB

Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Starlink untuk Sekolah

Senin, 16 Mar 2026 - 13:10 WIB