SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Tren kenaikan harga emas dunia memberikan efek berantai terhadap sektor pembiayaan masyarakat di Sumatera bagian selatan. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel yang mencatat lonjakan signifikan pada penyaluran pinjaman berbasis gadai emas sepanjang Januari 2026.
Berdasarkan data internal per 28 Januari 2026, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel membukukan pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) tertinggi secara nasional dengan capaian 7,40 persen secara year to date (YtD), mengungguli seluruh kantor wilayah Pegadaian di Indonesia.
Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh naiknya harga emas yang berdampak langsung pada nilai taksiran barang jaminan. Kondisi ini membuat masyarakat memiliki ruang likuiditas yang lebih besar tanpa harus melepas kepemilikan aset emas mereka.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan kenaikan harga emas justru dimanfaatkan masyarakat sebagai peluang untuk memperoleh pembiayaan yang lebih optimal, baik untuk kebutuhan usaha maupun keperluan mendesak lainnya.
“Per 28 Januari 2026, OSL Gross Gadai di Kanwil Sumbagsel telah mencapai Rp4,91 triliun. Pertumbuhan 7,40 persen ini menjadi yang tertinggi secara nasional dan menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian,” ujar Novryandi.
Ia menjelaskan, pertumbuhan pinjaman tersebut terjadi secara merata di seluruh wilayah kerja Kanwil III Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung.
Secara rinci, Area Palembang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,73 persen (YtD), diikuti Area Jambi sebesar 7,34 persen dan Area Lampung sebesar 6,90 persen. Bahkan, dalam sepekan terakhir Januari, pertambahan pinjaman harian tercatat berkisar antara Rp18 miliar hingga Rp28 miliar per hari.
Menurut Novryandi, pola perilaku masyarakat juga mengalami perubahan. Ketika harga emas meningkat, masyarakat kini cenderung memilih menggadaikan emas daripada menjualnya, sehingga aset tetap terjaga sementara kebutuhan dana dapat terpenuhi.
“Kesadaran finansial masyarakat semakin baik. Gadai emas menjadi solusi yang dinilai aman dan fleksibel, apalagi kini prosesnya makin mudah melalui layanan digital Pegadaian,” katanya.
Untuk menjangkau masyarakat yang tidak sempat datang ke outlet, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel juga mendorong pemanfaatan aplikasi digital terbaru, Tring! by Pegadaian, yang memungkinkan transaksi gadai dilakukan langsung melalui ponsel.
Aplikasi Tring! merupakan pengembangan layanan digital Pegadaian dengan tampilan lebih sederhana dan fitur yang lebih lengkap. Proses pendaftaran cukup menggunakan KTP dan foto selfie, sehingga layanan keuangan Pegadaian dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Masyarakat dapat mengunduh aplikasi Tring! by Pegadaian secara gratis melalui Google Play Store dan App Store untuk memanfaatkan berbagai layanan pembiayaan dan investasi berbasis emas secara praktis.

















