La Nina Lemah Masih Bertahan, BMKG Sumsel Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Februari

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi hujan di wilayah Palembang. Foto: Tia

Kondisi hujan di wilayah Palembang. Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seiring aktifnya fenomena La Nina lemah serta dinamika atmosfer MJO yang memicu peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Sumsel hingga akhir Februari 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis menyampaikan indeks ENSO saat ini menunjukkan fase La Nina lemah masih bertahan sebelum diprediksi memasuki fase netral pada Maret mendatang.

Kondisi ini, ditambah aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia, secara signifikan mendorong pembentukan awan hujan yang masif.

“Sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi masih akan mengalami curah hujan kategori menengah. Meski ada potensi curah hujan menurun di beberapa titik, potensi kejadian cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai karena sifat hujan saat ini didominasi kategori normal hingga di atas normal,” ujar Wandayantolis, Senin (23/2/2026).

Berdasarkan data BMKG, curah hujan kategori tinggi berkisar antara 150 hingga 300 milimeter tercatat melanda wilayah Empat Lawang, Lahat, OKU Timur, dan OKU Selatan. Sebaliknya, wilayah Banyuasin bagian timur laut dan sebagian OKI terpantau berada pada kategori rendah.

Ia menjelaskan pergerakan MJO menuju fase 3 akan membuat distribusi hujan tetap terkonsentrasi di sejumlah wilayah dengan intensitas yang cukup tinggi.

“MJO diprediksi bergerak menuju fase 3 hingga pertengahan dasarian ketiga Februari. Kondisi ini menyebabkan distribusi hujan masih akan terkonsentrasi di sejumlah wilayah dengan intensitas yang cukup masif,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, pihak BMKG meminta masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui saluran resmi guna mengantisipasi dampak bencana seperti banjir atau tanah longsor yang dapat terjadi secara mendadak.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga diminta rutin memantau informasi terkini guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi secara mendadak di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Anggaran Rp7,9 Miliar Tuai Kritik, DPRD Sumsel Pastikan Tetap Diawasi dan Bisa Lebih Hemat
Dipinjamkan Rp 90 Juta Tak Dikembalikan, Anang Laporkan Teman Sendiri ke Polisi
Aksi Keempat SIRA-PST, Desak Kejati Sumsel Tuntaskan Kasus Gratifikasi DPRD Muara Enim
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau
Dugaan Pasien Dipaksa Pulang Disorot SIRA, RSMH Palembang Tegaskan Kondisi Stabil dan Masuk Perawatan Paliatif
NGASAB, Gaya Baru Experience Ride Komunitas Honda Palembang
PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional
‎Sidang Pemeriksaan Objek Sengketa Aset Universitas Bina Darma Sempat Beradu Argumen

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:39 WIB

Anggaran Rp7,9 Miliar Tuai Kritik, DPRD Sumsel Pastikan Tetap Diawasi dan Bisa Lebih Hemat

Jumat, 17 April 2026 - 13:28 WIB

Dipinjamkan Rp 90 Juta Tak Dikembalikan, Anang Laporkan Teman Sendiri ke Polisi

Kamis, 16 April 2026 - 12:34 WIB

Aksi Keempat SIRA-PST, Desak Kejati Sumsel Tuntaskan Kasus Gratifikasi DPRD Muara Enim

Rabu, 15 April 2026 - 21:05 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIB

Dugaan Pasien Dipaksa Pulang Disorot SIRA, RSMH Palembang Tegaskan Kondisi Stabil dan Masuk Perawatan Paliatif

Berita Terbaru