Krisis Jalan di Kawasan RSMH Palembang: Parkir Liar dan Lonjakan Kendaraan Jadi Biang Kemacetan

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan yang terjadi di samping RSMH Palembang. (Photo: Suci)

Kemacetan yang terjadi di samping RSMH Palembang. (Photo: Suci)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kawasan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin Palembang kini menjadi titik jenuh lalu lintas.

Kombinasi antara keterbatasan lahan parkir, maraknya parkir liar, dan tingginya volume kendaraan pada jam sibuk menciptakan kemacetan kronis yang sulit terurai.

Penyebab Utama Penyempitan Jalan

Masalah utama bersumber dari penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir ilegal di sepanjang area samping rumah sakit.

Hal ini diperparah oleh lokasi RSMH yang berada di “zona padat” instansi, berdampingan dengan Sekolah Al-Azhar (aktivitas antar-jemput siswa), Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Rincian Gelombang Kemacetan

Berdasarkan pantauan, kepadatan kendaraan terjadi dalam tiga periode waktu utama:

Pagi (06.45 – 08.00 WIB): Arus masuk karyawan dan keberangkatan siswa sekolah.

Siang (10.00 – 14.30 WIB): Jam penjemputan siswa TK hingga SD yang berbarengan dengan jam kunjungan pasien.

Sore (16.00 – 17.00 WIB): Puncak kepadatan saat jam pulang kantor dan sekolah secara serentak.

Humas RSMH Palembang Suhaimi mengungkapkan bahwa meski telah tersedia 1.252 lot parkir untuk pengunjung dan 600 lot untuk karyawan, jumlah tersebut belum mampu menampung lonjakan kendaraan yang ada.

“Kami mengimbau pasien dan keluarga untuk memanfaatkan transportasi umum atau taksi daring guna mengurangi kepadatan kendaraan pribadi,” ujar Suhaimi, Selasa (3/2/2026).

Sebagai solusi jangka pendek, pihak RSMH sudah menyiapkan zona drop-off gratis di dalam area RS untuk mencegah penumpukan di pintu masuk, serta penyiagaan tim keamanan untuk mengatur lalu lintas.

Selain itu, tim keamanan dan petugas parkir disiagakan untuk mengatur lalu lintas di samping RSUP Mohammad Hoesin.

Untuk mengatasi permasalahan secara permanen, RSMH berencana membangun gedung parkir bertingkat yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.

“Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas parkir secara signifikan, sehingga tidak ada lagi kendaraan yang meluber ke badan jalan,” kata Suhaimi.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa koordinasi dengan instansi sekitar dan masyarakat sangat diperlukan agar fungsi layanan kesehatan di kawasan vital tersebut tidak terganggu oleh persoalan lalu lintas. (ANA)

Berita Terkait

Vonis Korupsi BOP Kalibrasi Alkes, Dua Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil 20 Kasus, 29 Tersangka Diamankan
Dalam TO Ops Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tangkap Pelaku Curas di Palembang
Apriyadi Pimpin IKA Muba 2026-2030, Herman Deru Dorong Organisasi Mandiri
Tidak Memberikan Uang Parkir, Driver Online Alami Penganiayaan
Kapolrestabes Palembang Tegaskan Flyer Ajakan Pawai LGBT di BKB Hoaks
Siap-siap Akan Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Sumsel
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pokdarwis Berage Kembangkan Potensi Wisata Burong Mandi

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:34 WIB

Vonis Korupsi BOP Kalibrasi Alkes, Dua Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

Senin, 28 September 2026 - 11:55 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil 20 Kasus, 29 Tersangka Diamankan

Minggu, 27 September 2026 - 22:14 WIB

Dalam TO Ops Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tangkap Pelaku Curas di Palembang

Minggu, 27 September 2026 - 17:09 WIB

Apriyadi Pimpin IKA Muba 2026-2030, Herman Deru Dorong Organisasi Mandiri

Sabtu, 26 September 2026 - 13:46 WIB

Tidak Memberikan Uang Parkir, Driver Online Alami Penganiayaan

Berita Terbaru

photo Menteri Kehutanan, Kepala BNBP, Gubernur Sumsel dan Bupati OKI meninjau kebakaran hutan dan lahan di areal Tol Kayuagung-Palembang

Ogan Komering Ilir

OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Senin, 28 Sep 2026 - 12:37 WIB