Kopi Pagaralam Masuk Sydney, Karantina Sumsel Pastikan Bebas Hama Trogoderma spp

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi robusta asal Pagaralam yang akan diekspor ke pasar Sydney, Australia. Foto: Karantina Sumsel

Kopi robusta asal Pagaralam yang akan diekspor ke pasar Sydney, Australia. Foto: Karantina Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kopi robusta asal Pagaralam kini resmi merambah pasar Sydney, Australia, setelah Badan Karantina Indonesia melalui Satuan Pelayanan Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan sertifikasi ketat untuk menjamin komoditas tersebut bebas dari hama karantina global.

Sebanyak 8,8 ton kopi telah mengantongi Phytosanitary Certificate setelah melewati uji laboratorium intensif guna memenuhi standar biosekuriti Australia yang dikenal sangat ketat.

Fokus pemeriksaan difokuskan pada pembebasan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), khususnya spesies Trogoderma spp, yang menjadi persyaratan mutlak untuk menembus pasar Benua Kanguru tersebut.

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menegaskan bahwa kepastian hasil uji laboratorium adalah kunci utama dalam menjaga reputasi produk perkebunan Indonesia di kancah internasional.

“Karantina Sumsel memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan teknis negara tujuan. Jaminan kesehatan ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia,” jelas Sri Endah pada Selasa (27/1/2026).

Menurut Endah, keberhasilan ekspor ini bukan sekadar pengiriman barang, melainkan pembuktian bahwa kualitas kopi petani Pagaralam mampu bersaing dengan standar kualitas dunia.

Dukungan pengawasan dari hulu ke hilir disebut sebagai faktor penentu agar produk lokal tidak ditolak saat tiba di negara tujuan.

“Melalui ekspor kopi robusta ke Australia ini, Karantina Sumsel berkomitmen terus mendukung pelaku usaha dan petani dalam memperluas akses pasar internasional,” tambahnya.

Langkah akselerasi ekspor ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan ekonomi daerah dan memotivasi petani kopi di Sumatera Selatan untuk terus meningkatkan standar budidaya mereka.

Endah optimistis bahwa sertifikasi yang konsisten akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal.

“Diharapkan keberhasilan ini dapat mendorong peningkatan nilai tambah, kesejahteraan petani kopi, serta kontribusi positif terhadap perekonomian daerah Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tidak Memberikan Uang Parkir, Driver Online Alami Penganiayaan
Kapolrestabes Palembang Tegaskan Flyer Ajakan Pawai LGBT di BKB Hoaks
Siap-siap Akan Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Sumsel
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pokdarwis Berage Kembangkan Potensi Wisata Burong Mandi
Bau Menyengat Mengarah ke Penemuan Mayat Pria di Palembang
Usai Dilimpahkan ke JPU, PH Iwan Tuaji: Semua Akan Diuji di Persidangan
Tiga Remaja Diduga Curi Kabel PJU di Palembang, Diamankan Polisi
Asap Tebal Selimuti Jalan Sudirman Palembang, Gedung Tinggi Nyaris Tak Terlihat

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:59 WIB

Kapolrestabes Palembang Tegaskan Flyer Ajakan Pawai LGBT di BKB Hoaks

Jumat, 25 September 2026 - 17:57 WIB

Siap-siap Akan Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Sumsel

Jumat, 25 September 2026 - 17:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pokdarwis Berage Kembangkan Potensi Wisata Burong Mandi

Jumat, 25 September 2026 - 13:46 WIB

Bau Menyengat Mengarah ke Penemuan Mayat Pria di Palembang

Jumat, 25 September 2026 - 11:57 WIB

Usai Dilimpahkan ke JPU, PH Iwan Tuaji: Semua Akan Diuji di Persidangan

Berita Terbaru

Sumsel

Hijaukan Lahan Wujudkan Ketahanan Pangan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:09 WIB