Kolaborasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci, SDN 30 Palembang Perkuat Pendidikan ABK

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak cukup hanya sebatas membuka akses masuk sekolah. Lebih dari itu, dibutuhkan kesiapan sistem, strategi pembelajaran, serta sumber daya manusia yang mampu memahami karakter dan kebutuhan setiap anak secara menyeluruh.

Komitmen tersebut terus diperkuat di SD Negeri 30 Palembang. Sekolah ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif serta peran aktif guru dalam menerapkan pembelajaran yang humanis dan fleksibel bagi siswa ABK.

Kepala SDN 30 Palembang, Zainuri Ak, S.Pd, menegaskan bahwa kepemimpinan di sekolah inklusif tidak bisa hanya bersifat administratif. Kepala sekolah, menurutnya, harus menjadi pengarah sekaligus pengayom dalam memastikan proses pendidikan berjalan sesuai kebutuhan siswa.

“Sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, kepala sekolah harus memahami kebutuhan anak berkebutuhan khusus dan memastikan guru memiliki arah yang tepat dalam mendidik mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mendidik siswa ABK menuntut kesabaran, keikhlasan, serta strategi yang tepat. Tantangan di kelas kerap berkaitan dengan membangun fokus dan konsentrasi belajar siswa. Karena itu, guru dituntut menggunakan komunikasi yang jelas, artikulasi tegas, serta pendekatan yang konsisten agar materi dapat diterima dengan baik.

Namun demikian, Zainuri menekankan bahwa kunci utama terletak pada keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang.

“Ketika guru memiliki keyakinan bahwa semua anak bisa belajar dan berkembang, prosesnya akan terasa lebih ringan. Selama strategi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak, pembelajaran dapat berjalan efektif,” katanya.

Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang memerlukan pengulangan materi secara intensif, ada pula yang lebih mudah memahami pelajaran melalui pendekatan visual atau praktik langsung.

Karena itu, metode pembelajaran tidak dapat disamaratakan. Guru perlu menyiapkan alternatif strategi yang dirancang secara khusus agar materi tersampaikan secara optimal.

“Metode pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus tentu berbeda. Harus ada pendekatan khusus agar mereka dapat belajar secara maksimal,” jelasnya.

Selain metode, stabilitas emosi guru juga menjadi faktor penting. Guru dituntut tetap sabar dan konsisten dalam menghadapi dinamika perilaku siswa di kelas. Menurut Zainuri, suasana hati dan sikap guru sangat berpengaruh terhadap kenyamanan belajar anak.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan ABK tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan keluarga. Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif.

M

Dukungan di rumah, lanjutnya, menentukan keberlanjutan proses belajar yang telah dibangun di sekolah. Orang tua diharapkan memahami karakter anak serta menerapkan pola pendampingan yang selaras dengan strategi pembelajaran di sekolah.

Dengan komunikasi yang terjalin baik antara sekolah dan keluarga, perkembangan anak dapat dipantau secara berkesinambungan.

Upaya ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan komitmen moral untuk memastikan setiap anak, tanpa kecuali, memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan berkualitas.

Penulis : Hasan Basri

Editor : Jaks

Berita Terkait

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Pos Terminal KM 12
KUR Bank Sumsel Babel Rp4,42 Miliar Masuk Meja Hijau, Tiga Terdakwa Jalani Sidang Perdana
Tampil Beda dengan Gaya Sendiri, Honda Scoopy Temani Aktivitas Harian
Diduga Korsleting Listrik, Motor Terbakar dan Menjalar ke Tiga Rumah
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kehangatan Hari Pelanggan Nasional Lewat 1.000 Porsi Ayam Kecap Nusantara
Rotasi Ditubuh LBH Bima Sakti, DR Cornie Pania Putri Sah Tidak menjabat Wadir Bima Sakti 
Demi Keselamatan Pengendara, Tol Palembang Sempat Buka-Tutup Akibat Kabut Pagi
Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:12 WIB

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Pos Terminal KM 12

Senin, 7 September 2026 - 16:10 WIB

KUR Bank Sumsel Babel Rp4,42 Miliar Masuk Meja Hijau, Tiga Terdakwa Jalani Sidang Perdana

Senin, 7 September 2026 - 16:08 WIB

Tampil Beda dengan Gaya Sendiri, Honda Scoopy Temani Aktivitas Harian

Senin, 7 September 2026 - 13:25 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Motor Terbakar dan Menjalar ke Tiga Rumah

Minggu, 6 September 2026 - 21:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kehangatan Hari Pelanggan Nasional Lewat 1.000 Porsi Ayam Kecap Nusantara

Berita Terbaru

Kota Palembang

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Pos Terminal KM 12

Senin, 7 Sep 2026 - 16:12 WIB

Kota Palembang

Tampil Beda dengan Gaya Sendiri, Honda Scoopy Temani Aktivitas Harian

Senin, 7 Sep 2026 - 16:08 WIB