Kemenhub Sayangkan Demo Anarkis Di Semarang, Apresiasi Mediasi Mitra Jabodetabek

- Redaksi

Sabtu, 10 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK, Jakarta – Aksi demo anarkis yang dilakukan mitra driver Gojek di Semarang mendapat tanggapan dari Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani. Dia menyebutkan aksi dengan merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban umum harus ditahan.

“Aksi boleh, tapi jangan anarkislah. Kalau aksi anarkis tahan aja. Boleh menyampaikan pendapat tapi jangan anarkis, kalau anarkis ya dihukum. Malah sebelum anarkis dilakukan mesti dicegah. Kalau sudah anarkis ya sudah tugasnya kepolisian lagi,” katanya, 9 Agustus 2019.

Menurut A Yani, mengemukakan pendapat tidak dilarang. Hanya saja, bisa dengan cara-cara lain seperti bermusyawarah.
“Untuk persoalan bonus dari aplikator, sebetulnya bisa dimusyawarahkan. Misalnya bertemu dengan manajemen, itukan sudah masuk dalam kategori bisnis to bisnis antara aplikator dan driver,” sebutnya.

Namun, A Yani menyampaikan bahwa ia tak ingin salah satu dari dua aplikator transportasi online di Indonesia ini hilang. Sebab, kehadiran aplikator telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat.

“Saya takutnya begitu. Saya ngak mau di antara dua aplikator ini salah satunya hilang. Karena kalau salah satu hilang itu juga akan susah. Cenderung nanti ujungnya monopoli. Jadi kita harus jaga semua. Pemerintah itu posisinya di tengah. Bagaimana driver bisa hidup dengan layak, aplikator bisa konsisten nggak mati usahanya, kemudian masyarakat sebagai pengguna bisa tetap mmenggunakan angkutan online dengan harga terjangkau,” jelas A Yani.

Menyinggung soal tarif yang menjadi tuntutan driver, A Yani mengatakan pemerintah bertugas mengawasi apakah tarif yang ada pada aplikator sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam Peraturan Menteri (PM) 118/2018, pemerintah telah mengatur tarif batas atas dan batas bawah taksi online.

Untuk tarif batas bawah ada pada harga Rp3500 per kilometer, sedangkan tarif batas atas di harga Rp6500 per kilo meternya. Hal tersebut dilakuakn untuk memberikan persaingan harga yang sehat antara taksi online dan taksi konvensional.

“Kalau kami hanyalah mengurusi apakah tarif yang ada itu sesuai dengan tarif yang ditentukan pemerintah atau tidak. Di antara tarif itu silakan aplikator bermain di situ. Kalau memang sekarang tarifnya berlaku di bawah, bisa saja temen-temen aplikator menaikan sampai dengan batas di antara itu,” ujarnya.

Protes Tapi Damai
Terpisah, Ketua Mitra Driver Jabodetabek Iva Bambang juga memprotes skema baru yang diberlakukan Gojek. Hanya saja, Ipah dan driver di Jabodetabek memilih mediasi dan aksi damai.

Aksi damai dan mediasi yang dilakukan Iva Bambang menemukan titik temu karena penyampaian aspirasi yang tepat. Sehingga pihak aplikator juga dapat menerima dan mempertimbangkan solusi baik untuk mitranya.

“Sebelum aksi demai hari ini (8/8), empat hari sebelumnya kami sudah lakukan mediasi dateng ke kantor Gojek. Saya juga menghubungi perwakilan Gojek untuk mempertanyakan skema yang menurut kami tidak manusiawi. Tapi karena empat hari belum ada jawaban, saya hubungi lagi perwakilan Gojek bahwa saya dan temen-temen driver akan parkir ke Kantor Gojek. Jadi saya bilangnya akan parkir di sana sebagai cara kami menyampaikan pendapat ke Gojek. Karena kan mitra ya,” jelasnya.

Diceritakan Iva Bambang, sebelum melakukan aksi damai dengan parkir kendaraan di Kantor Gojek, Iva sudah melayangkan surat ke pihak Gojek. Ipah juga mengaku telah memberitahu kembali perwakilan Gojek tentang aksi parkirnya tersebut.

Dalam aksi tersebut, Gojek menerima 10 perwakilan untuk berdiskusi di dalam bersama pihak Gojek. Diakui Iva, Gojek memberikan titik temu untuk disepakati.

“Jadi tawaran dari Gojek, skema diturunkan di 21 dan bonus juga turun menjadi Rp260 ribu dari bonus Rp400 ribu. Karena saya di sini hanya perwakilan, saya minta pak Michael Say yang menerima kami untuk menyampaikan langsung ke temen-temen yang parkir di luar. ” ungkapnya.(ril)

Berita Terkait

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G untuk Dukung Aktivitas Digital Masyarakat  
Matematika Jadi Lebih Menyenangkan, Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali Hadirkan Ekosistem “AI for Education” yang Inklusif
Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Melok Honda Bae Ramaikan Bulan Kemerdekaan di Sumsel
Cetak Generasi Melek Keuangan, Kemenag Sumsel dan BI Gelar Kick Off Edukasi Kebanksentralan
Yuk… Cobain RAGAM RASA di The Alts Movement
ARYADUTA Palembang sukses hadirkan 500+ Peserta dari Berbagai Kota Meriahkan “Ragam Raso Kito” Bersama Nicky Tirta

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:10 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G untuk Dukung Aktivitas Digital Masyarakat  

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Matematika Jadi Lebih Menyenangkan, Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali Hadirkan Ekosistem “AI for Education” yang Inklusif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Melok Honda Bae Ramaikan Bulan Kemerdekaan di Sumsel

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., saat sidak di Pasar Kayuagung kabupaten OKI

Ogan Komering Ilir

Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:06 WIB