Jika Syarat Ini Terpenuhi, Sekolah Tatap Muka akan Digelar

- Redaksi

Selasa, 6 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto. (Photo: Yudiansyah)

Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto. (Photo: Yudiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto mengakui, metode pembelajaran dalam jaringan atau daring dan tatap muka yang dilakukan terbatas dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat tidak akan efektif bagi para siswa.

Awalnya, sekolah telah dipersiapkan pertingkat hanya dua kali dalam satu Minggu. Misalnya saja, untuk SMP Kelas 1 masuk kelas hari Senin dan Rabu, Selasa dan Jumat Kelas 2, Kamis dan Sabtu Kelas 3. Ini pun dibagi dengan shif yang sangat ketat. Dalam satu hari dibagi tiga shif, dengan waktu belajar hanya 2 jam.

“Belajar dengan sistem daring maupun tatap muka dengan protokol kesehatan ketat bisa dikatakan tidak efektif. Sebab, hanya pelajaran yang esensial saja yang akan diajarkan oleh para guru,” kata Zulinto, Selasa (6/7/2021).

Usai belajar tatap muka di Palembang batal, pihaknya berencana memulai sekolah tatap muka secara terbatas ketika semua siswa dan guru selesai divaksin paling tidak 80 persen guru dan 80 persen siswa sudah divaksin.

Sehingga mengharuskan para siswa kembali belajar dalam jaringan (Daring). Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi para pendidik dan dinilai pembelajaran secara online sangat tidak efektif.

Sebelumnya, skema pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan telah dipersiapkan terutama beberapa sekolah SD dan SMP yang memang benar-benar telah siap.

“Hanya saja angka kasus COVID-19 di Palembang yang belum menunjukkan perbaikan dan telah diambil kesimpulan dari berbagai pihak bahwa sekolah tetap muka kembali ditunda,” timpalnya.

Dengan jam belajar yang singkat ketika tatap muka terbatas, ia berharap anak-anak dapat sekolah normal kembali dengan jam belajar sebelumnya.

“Dengan jam belajar full saja kadang tidak begitu efektif, apalagi dengan sistem daring dan terbatas. Kami harap anak-anak bisa sekolah normal lagi,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Nilai-Nilai Kearifan Lokal Yang Terdapat Dalam Tradisi Bebie Di Desa Pagar Agung Kecamatan Semende Darat Laut, Muara Enim
Kisah Inspiratif Alumni BLK Sekayu: Mengudara ke Negeri Sakura, Naufal Yudha Utama Jadi Pemantik Semangat Generasi Unggul Muba
Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura
5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni
Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang
Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

Nilai-Nilai Kearifan Lokal Yang Terdapat Dalam Tradisi Bebie Di Desa Pagar Agung Kecamatan Semende Darat Laut, Muara Enim

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:45 WIB

Kisah Inspiratif Alumni BLK Sekayu: Mengudara ke Negeri Sakura, Naufal Yudha Utama Jadi Pemantik Semangat Generasi Unggul Muba

Minggu, 5 April 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura

Rabu, 1 April 2026 - 21:03 WIB

5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:33 WIB

Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang

Berita Terbaru

Sumsel

Menjadi Pribadi yang Berkarakter Melalui Pancasila 

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:21 WIB

Sumsel

Mewujudkan Generasi Berkarakter Melalui Pancasila  

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:46 WIB

Sumsel

Mengamalkan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari 

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:28 WIB