Jaga Pasokan Energi di Tengah Geopolitik Global, Pertamina Patra Niaga Bersama KPK Perkuat Tata Kelola

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARAPUBLIK.ID – Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah pengamanan pasokan BBM dan LPG di tengah dinamika geopolitik global yang turut berdampak pada rantai pasok energi, termasuk ketersediaan minyak mentah (crude oil) dan produk energi di pasar global.

 

Menghadapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga terus menyiapkan berbagai alternatif pengamanan pasokan secara cepat dan terukur. Di saat yang sama, perusahaan memastikan setiap keputusan strategis tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

 

Sebagai bagian dari langkah preventif tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan konsultasi dengan Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Konsultasi ini dilakukan untuk memperkuat perspektif pencegahan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya ketika perusahaan menghadapi kondisi pasokan yang membutuhkan respons cepat dan adaptif.

 

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa kondisi luar biasa tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan tata kelola.

 

“Situasinya boleh extraordinary, tetapi governance kami harus tetap kuat. Justru ketika urgensinya semakin tinggi, kontrol dan tata kelola harus semakin kuat. Kami harus bergerak cepat menjaga ketahanan energi, namun setiap keputusan tetap harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas, terdokumentasi, dapat ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan.”

 

Menurut Mars Ega, konsultasi merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan langkah pengamanan pasokan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian sekaligus memiliki mekanisme pengendalian yang memadai.

 

“Kami ingin memastikan bahwa kecepatan operasional berjalan beriringan dengan governance. Ada kebutuhan yang jelas, ada parameter, ada proses persetujuan, ada kontrol, dan seluruh prosesnya terdokumentasi. Jadi, ketika kita mengambil keputusan dalam situasi yang dinamis, keputusan tersebut tetap clean, documented, traceable, dan accountable,” jelasnya.

 

Pertamina Patra Niaga memastikan proses pengadaan dan pengamanan pasokan dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional dan kepentingan ketahanan energi nasional. Dalam pelaksanaannya, perusahaan menerapkan parameter kebutuhan yang jelas, segregation of duties, mekanisme persetujuan berjenjang, dokumentasi proses, serta pengawasan berlapis.

 

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap BBM dan LPG. Kami akan terus bergerak cepat dan adaptif menghadapi dinamika global, namun seluruh langkah tetap berada dalam koridor hukum dan tata kelola yang kuat. Ketahanan energi harus dijaga, dan integritas tidak boleh dikompromikan,” tambah Ega.

 

Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, KPK, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan langkah pengamanan pasokan energi dapat dilakukan secara responsif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

KPK: Kecepatan dan Tata Kelola Harus Berjalan Bersama

 

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, menyampaikan bahwa dalam kondisi yang membutuhkan respons cepat, prinsip pencegahan tetap perlu menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

 

“Dalam situasi yang membutuhkan respons cepat, tata kelola tetap harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Kecepatan dan tata kelola bukan dua hal yang bertentangan. Yang penting, setiap keputusan memiliki dasar yang jelas, kewenangan yang terukur, proses yang transparan, serta dokumentasi yang memadai sehingga dapat dipertanggungjawabkan.”

 

Aminudin menambahkan, penguatan aspek pencegahan penting dilakukan sejak awal, terutama dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sektor strategis dan kepentingan masyarakat luas.

 

“Pencegahan pada prinsipnya dilakukan dengan membangun sistem dan mekanisme kontrol sejak awal. Karena itu, pembagian kewenangan, pengawasan, transparansi proses, serta dokumentasi menjadi bagian penting untuk memastikan keputusan strategis tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik,” jelasnya.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Semangat Indonesia Hadir di Rumah, Asian Games 2026 Tayang di MAXStream TV IndiHome Tanpa Biaya Tambahan
Telkomsel dan MAP Luncurkan “MAPrivilege”, Hubungkan Pelanggan dengan Beragam Manfaat Gaya Hidup
Pertamina Drilling Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Tantangan Operasi Deepwater
MT Mauhau Tuntaskan Misi Kemanusiaan, Serahkan 16 Korban Virgo Transport 8 kepada Basarnas
Dari Ponsel untuk UMKM, Telkomsel Enterprise Dorong Pemasaran yang Lebih Terukur
PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Konektivitas Gas Bumi Nasional
Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08
57 Tahun Berlayar, Pertamina Trans Kontinental Perkuat Green Vessel sebagai Masa Depan Industri Maritim

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:22 WIB

Jaga Pasokan Energi di Tengah Geopolitik Global, Pertamina Patra Niaga Bersama KPK Perkuat Tata Kelola

Senin, 21 September 2026 - 12:50 WIB

Semangat Indonesia Hadir di Rumah, Asian Games 2026 Tayang di MAXStream TV IndiHome Tanpa Biaya Tambahan

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Telkomsel dan MAP Luncurkan “MAPrivilege”, Hubungkan Pelanggan dengan Beragam Manfaat Gaya Hidup

Selasa, 15 September 2026 - 16:36 WIB

Pertamina Drilling Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Tantangan Operasi Deepwater

Senin, 14 September 2026 - 16:34 WIB

MT Mauhau Tuntaskan Misi Kemanusiaan, Serahkan 16 Korban Virgo Transport 8 kepada Basarnas

Berita Terbaru