SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menjadi dosen tamu di negara lain untuk memberikan kuliah tentang jurnalisme merupakan kesempatan luar biasa yang didapat oleh Jufrizal MA, salah satu dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Ketua Prodi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang ini dipercaya menjadi dosen tamu, mengajar di hadapan mahasiswa Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia.
Agar kesempatan itu memperoleh hasil yang memuaskan, diterangkan Jufrizal, dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, baik dari segi materi, bahasa maupun budaya.
Ketika menjadi dosen tamu di hadapan mahasiswa Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia Jumat kemarin, terang Ketua Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang ini, dirinya menanamkan pemahaman pentingnya prinsip jurnalisme sejak dini.
“Tanpa memahami prinsip dasar elemen jurnalisme tentang kebenaran, disiplin verifikasi, indepedensi, serta loyalitas kepada publik akan berdampak calon jurnalis bekerja tanpa pegangan etika dan professional,” jelasnya, Sabtu 8 November 2025.
Dijelaskannya, mahasiswa program studi jurnalistik serta komunikasi perlu memahami konsep elemen jurnalisme sebagai kompas moral dan etika ketika terjun ke dunia media.
Di hadapan peserta kuliah umum, lanjutnya, ia memaparkan tentang practice the elements of journalism.
Masih katanya, memahami elemen jurnalisme juga akan membentuk pola kritis terhadap media. Civitas akademika bidang jurnalistik ataupun bidang komunikasi tidak hanya belajar bagaimana membuat berita, tetapi mengkritisi isi media.
“Praktik jurnalisme di media juga harus menjadi ruang diskusi di forum-forum ilmiah agar mutu jurnalisme terus berkembang sesuai etika,” terangnya.
Diceritakannya, agar jalannya perkuliahan dihadapan mahasiswa negeri orang dapat berjalan sukses dirinya mempersiapkan langkah-langkah seperti persiapan materi kuliah, fokus pada prinsip universal, menggabungkan
teori dan pengalaman praktis serta penggunaan bahasa yang jelas dan sederhana.
“Namun yang paling ialah kepercayaan diri dan kemampuan mengomunikasikan informasi secara jelas merupakan modal utama bagi seorang jurnalis dan dosen. Dorong diskusi dan pertanyaan serta ajukan pertanyaan terbuka, gunakan studi kasus, atau lakukan sesi tanya jawab untuk menjaga keterlibatan mahasiswa,” katanya.
Sementara melalui rilis yang diterima media ini, Dr Khazri Bin Osman, penyelenggara kegiatan kuliah dari Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan UKM menuturkan, kajian kuliah tamu ini membuka wawasan dan memberikan perspektif mendalam tentang dunia jurnalisme.
“Analisis tentang praktik jurnalisme sangat detail, penuh contoh nyata lewat tampilan-tampilan produk jurnalistik yang telah diterbitkan media, dan sangat relevan dengan perkembangan media terkini,” tuturnya. (ANA)

Leave a Reply