oleh

Hasil Monitoring dan Reporting UKPBJ, Tren Pembangunan Infrastruktur di Muba Meningkat

SUARAPUBLIK.ID, SEKAYU – Hasil Monitoring dan Reporting UKPBJ Kabupaten Musi Banyuasin, update tanggal 9-9-2021, tercatat jumlah kegiatan proyek yang sudah ditender baik itu tender yang selesai, gagal maupun tender ulang.

Untuk status transaksi tender tahunan tercatat yakni:
Jumlah Tender : 608, Nilai Pagu : Rp. 944.11 M , Jumlah Tender Selesai : 597, Jumlah Tender Gagal : 42. JumlahTender Ulang : 41, Nilai Pagu Selesai Rp. 938.85 M, Nilai Hasil Tender : 928.08 M . Selisih Pagu Selesai dan Hasil Tender Rp. 10.77 M. Selisih Pagu Selesai dan Hasil Tender (%)1.15 persen

Sementara untuk Rekap paket non tender tahunan:
Jumlah Paket 690, Jumlah Transaksi Rp. 83.59M. Untuk Rekap pencatatan non tender tahunan tercatat Jumlah Paket 10 Jumlah Transaksi Rp. 0.26 M. Rekap paket swakelola tahunan Jumlah Paket 6. Jumlah Transaksi Rp. 0.57M

Meski dalam kondisi pandemi covid 19, pembangunan infrastuktur di Kabupaten Musi Banyuasin masih tetap berjalan, bahkan ada trend peningkatan, hal itu terlihat jika di bandingkan kegiatan proyek pada tahun 2020 di Kabupaten Musi Banyuasin, pembanguna infrastrukur justru mengalami peningatakan di tahun 2021.

Dari hasil Monitoring dan Reporting UKPBJ Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2020 tercatat:
Jumlah Tender : 429, Nilai Pagu : Rp 728.24 M, Jumlah Tender Selesai : 429
Jumlah Tender Gagal : 56, JumlahTender Ulang : 36, Nilai Pagu Selesai Rp.728.24 M, Nilai Hasil Tender : Rp 708.940 M, Selisih Pagu Selesai dan Hasil Tender Rp19.30 M, Selisih Pagu Selesai dan Hasil Tender (%) 2,65 persen

Sementara, Rekap paket non tender tahunan:
Jumlah Paket 997, Jumlah Transaksi Rp 104.27 M . Rekap pencatatan non tender tahunan, Jumlah Paket 43 , Jumlah Transaksi Rp. 1.69 M, Rekap paket swakelola tahunan, Jumlah Paket 5
Jumlah Transaksi Rp 0.00 M.

Sekedar informasi, bahwa data monitoring & reporting UKPBJ bisa diakses secara transparan melalui website https://bpbj.setda.mubakab.go.id untuk mendukung transparansi data bagi publik. (Hfz)

Komentar

Berita Hangat Lainya