Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 Ringan Mirip Flu

- Redaksi

Sabtu, 25 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Gejala infeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 disebut sangat mirip dengan pilek. Hal ini membuat banyak orang luput melakukan tes Covid-19 saat mengalami gejala.

Padahal, pengujian penting dilakukan demi deteksi dini, sekaligus melindungi orang-orang di sekitar. Selain itu, saat cepat terdeteksi, penyakit pun akan lebih mudah diatasi.

Lantas, kapan waktu terbaik untuk tes swab deteksi Omicron BA.4 dan BA.5?

Fathiyah Isbaniah, dokter spesialis paru-konsultan di RSUP Persahabatan, mendorong masyarakat untuk segera melakukan tes swab saat merasakan gejala Covid-19.

“Kalau bergejala seperti batuk, pilek, enggak enak badan, ya sudah tes swab,” kata Fathiyah saat dihubungi pada Kamis (23/6).

Selain batuk dan pilek, ada beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:

– nyeri tenggorokan;
– lemas atau merasa lelah;
– nyeri otot;
– sakit kepala;
– demam;
– mual muntah;
– diare.

Meski tergolong ringan, tapi tetap saja gejala di atas tak boleh disepelekan. Tindak lanjuti gejala dengan melakukan tes swab, baik antigen maupun PCR.

Fathiyah mengatakan, dengan mengetahui status Covid-19, Anda akan lebih waspada dan bisa mencegah penularan.

Waktu tes swab terbaik untuk deteksi subvarian Omicron baru ini juga berlaku bagi Anda yang sempat terlibat atau berada di tempat atau kondisi yang berisiko tinggi penularan. Lakukan tes swab jika mengalami gejala.

“Kita enggak bisa [langsung tes swab]. Sampai bergejala, baru cek,” imbuhnya.

Fathiyah juga memberikan catatan bagi Anda yang terpaksa harus berada di tempat berisiko tinggi penularan. Anda dianjurkan untuk mengenakan masker ketat dan tepat.

Anda wajib mengenakan masker yang memiliki beberapa lapisan, bukan buff atau masker kain saja. Di pasaran, terdapat masker non-medis yang memiliki 3-5 lapisan, sehingga Anda tidak perlu sampai mengenakan masker medis. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru