Empat Lawang Cuma Punya Enam Kendaraan Angkutan Sampah, Kok Bisa?

- Redaksi

Jumat, 11 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan angkutan sampah yang melintasi jalan protokol di Empat Lawang, kabupaten itu hanya punya enam kendaraan angkutan sampah.

Kendaraan angkutan sampah yang melintasi jalan protokol di Empat Lawang, kabupaten itu hanya punya enam kendaraan angkutan sampah.

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Wajar saja kalau sampah di Empat Lawang berserakan. Saat ini kabupaten tersebut baru memiliki enam kendaraan angkutan sampah. Otomatis sampah yang berhasil diangkut hanya sekitar 13 persen saja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Empat Lawang Irtansi mengatakan, satu orang bisa menghasilkan sampah 0,7 gram. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk, hasilbya akan sangat besar.

“Mobil sampah kita ada 6, di Pendopo sehari itu lebih kurang 4 ton sampah yang diangkut. Sedangkan di Tebing Tinggi 16 Ton sehari sampah yang diangkut,” ungkap Irtansi.

Menurut Irtansi, selain Tebing Tinggi dan Pendopo, kecamatan lain di kabupaten ini tidak punya mobil truk pengangkut sampah.

“Kemana buangnya, itulah banyak yang buang di jembatan, di sungai, itu tidak bisa kita menyalahkan mereka,” ujar Irtansi.

Masalah sampah ini lanjut Irtansi, kalau di dalam undang-undang itu merupakan tanggung jawab semua warga Negara Indonesia, yang mengelola berdasarkan lingkungan.

“Artinya mau dimanfaatkan berdasarkan lingkungan, mau dibakar berdasarkan lingkungan. Jangan dibuang ke sungai dan ditumpuk di sana,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan, cukup masukan ke dalam karung dan letakan di pinggir jalan. Dan itu pasti akan diangkut oleh pihaknya. “Tapi masyarakat ini masih ingin buang sampah sesukanya, buangnya ke hutan, ke sungai, dll,” sesalnya.

Sebenarnya sambung Irtansi, masalah sampah ini sangatlah ringan, sebab sampahnya bisa dimanfaatkan dan bisa dikelola. Dan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan baru dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ringan sebenarnya masalah sampah ini, yang bisa dimanfaatkan itu bisa kita kelola. Yang tidak bisa dimanfaatkan baru dibuang ke TPA,” tukasnya. (Alf)

Berita Terkait

Tiga Anak Diamankan Polsek Tebing Tinggi, Terlibat Curas di Tanjung Beringin
Polres Empat Lawang Peringkat II IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Lahat
Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis
Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap
Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar
Polres Empat Lawang Resmikan Sumur Bor, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Joncik Minta PGRI Empat Lawang Tak Berhenti pada Seremoni
Jelang Operasi Sikat I Musi 2026, Polres Empat Lawang Gelar Latpra Ops

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:02 WIB

Tiga Anak Diamankan Polsek Tebing Tinggi, Terlibat Curas di Tanjung Beringin

Selasa, 29 September 2026 - 18:03 WIB

Polres Empat Lawang Peringkat II IKPA Kategori Pagu Besar di KPPN Lahat

Selasa, 29 September 2026 - 15:05 WIB

Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis

Selasa, 29 September 2026 - 15:03 WIB

Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap

Sabtu, 26 September 2026 - 13:42 WIB

Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar

Berita Terbaru