DPTPH: Indeks Pertanaman Rendah Jadi Tantangan Utama Pertanian Sumsel

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PTPH Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai langsung usai acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional X di Jakabaring, Sabtu (13/9/2025). Foto: Tia

Kepala Dinas PTPH Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai langsung usai acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional X di Jakabaring, Sabtu (13/9/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut peningkatan indeks pertanaman (IP) menjadi tantangan utama dalam mendorong produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi.

Meski produksi padi di Sumsel mengalami peningkatan, namun rendahnya indeks pertanaman dinilai masih menghambat potensi maksimal sektor pertanian wilayah itu.

Kepala Dinas PTPH Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan IP di wilayahnya saat ini masih berada di angka 1,1. Padahal, peningkatan IP menjadi 1,5 diyakini mampu mendongkrak produksi gabah hingga mencapai 5 juta ton.

“Kalau tanam dua kali bisa diterapkan di 50 persen dari lahan sawah yang ada, maka target produksi padi Sumsel bisa jauh lebih tinggi dari sekarang,” ujar Bambang saat acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional X di Jakabaring, Sabtu (13/9/2025).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi GKG Sumsel dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 3,3 juta ton, naik lebih dari 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 2,7 juta ton.

Ia menuturkan jika keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi pemerintah dalam memberikan bantuan benih.

“Kita selama 5 tahun berturut-turut mengalami peningkatan produksi. Mulai dari tahun 2020, 2021, 2022, 2023, 2024,” imbuhnya.

Selama 2024 hingga 2025, bantuan benih telah menjangkau sekitar 173 ribu hektare lahan pertanian di Sumsel.

Ia berharap upaya tersebut dapat mempercepat peningkatan IP serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

“Tahun depan, kami akan menargetkan intervensi benih untuk 200 ribu hektare sawah, dengan dukungan dari APBN dan APBD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata dia.

Berita Terkait

Sky Lounge The Excelton Palembang Hadir dengan Konsep Baru dan Pilihan Menu yang Lebih Beragam
JPU KPK Ungkap Harga Smartphone Jauh di Bawah SSH, Pesanan ke Prinsipal Rp77–85 Juta
Karmidi Bongkar Rp300 Juta dan Arahan Abi Nurwardani dalam Proyek Chromebook Muara Enim
Tujuh Penggugat Yayasan UBD Palembang Mengajukan Banding
Menhut Raja Juli Peringatkan Sanksi Bagi Korporasi Pembakar Hutan di Sumsel
Herman Deru Harap Menkeu Baru Perhatikan Anggaran Daerah
Anak Kandung Tega Gelapkan Mobil Ibunya Sendiri
Linknet Perkuat Jaringan di Palembang, Dorong Konektivitas Bisnis dan Transformasi Digital

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:32 WIB

Sky Lounge The Excelton Palembang Hadir dengan Konsep Baru dan Pilihan Menu yang Lebih Beragam

Rabu, 16 September 2026 - 15:27 WIB

JPU KPK Ungkap Harga Smartphone Jauh di Bawah SSH, Pesanan ke Prinsipal Rp77–85 Juta

Rabu, 16 September 2026 - 15:25 WIB

Karmidi Bongkar Rp300 Juta dan Arahan Abi Nurwardani dalam Proyek Chromebook Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 - 15:22 WIB

Menhut Raja Juli Peringatkan Sanksi Bagi Korporasi Pembakar Hutan di Sumsel

Rabu, 16 September 2026 - 15:20 WIB

Herman Deru Harap Menkeu Baru Perhatikan Anggaran Daerah

Berita Terbaru

Sumsel

Skrining HIV, Langkah Awal Menjaga Warga Binaan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:25 WIB