Dorong Perkebunan Berkelanjutan, Bappenas dan ICRAF Uji Coba Indikator Yurisdiksi di Sumsel

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dorong Perkebunan Berkelanjutan, Bappenas dan ICRAF Uji Coba Indikator Yurisdiksi di Sumsel

Dorong Perkebunan Berkelanjutan, Bappenas dan ICRAF Uji Coba Indikator Yurisdiksi di Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pemerintah pusat bersama lembaga riset internasional kembali memperkuat komitmen menuju ekonomi hijau. Melalui Kementerian PPN/Bappenas dan ICRAF Indonesia, digelar kegiatan Sosialisasi dan Lokakarya Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) di Provinsi Sumatera Selatan pada 21–22 Oktober 2025. Acara ini menjadi langkah awal penerapan sistem pengukuran keberlanjutan daerah yang menilai keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial-ekonomi, dan tata kelola.

IYB dirancang sebagai alat ukur bagi pemerintah daerah untuk memantau kinerja pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing komoditas perkebunan seperti karet, kelapa, kopi, dan kelapa sawit. Melalui sistem ini, daerah yang memenuhi indikator keberlanjutan akan berpeluang mendapatkan insentif ekonomi, akses investasi hijau, serta pengakuan di pasar global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappeda Sumsel tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perwakilan pemerintah kabupaten, asosiasi komoditas, akademisi, hingga pelaku usaha. Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Muara Enim menjadi daerah yang ikut terlibat dalam uji coba penerapan IYB di tingkat lokal.

Menurut Wulan Metafurry dari Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas, pendekatan yurisdiksi berkelanjutan dapat menjadi platform kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target nasional pembangunan rendah karbon dan bebas deforestasi. “Pencapaian tujuan tersebut memerlukan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat. IYB akan menjadi instrumen bersama untuk mengawal komitmen keberlanjutan,” ujarnya.

Bappenas menegaskan bahwa penerapan IYB sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan hilirisasi komoditas dan kesejahteraan petani sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang baik, daerah diharapkan mampu mengelola sumber daya alam tanpa mengorbankan lingkungan.

Peneliti kebijakan dari ICRAF Indonesia, Tania Benita, menjelaskan bahwa pendekatan IYB memberi manfaat luas, terutama bagi petani kecil. Melalui sistem berbasis wilayah, petani dapat terhubung langsung dengan pasar berkelanjutan tanpa perlu menanggung biaya sertifikasi individu yang tinggi. “IYB membantu daerah menciptakan iklim yang kondusif agar petani bisa memperoleh sertifikasi kolektif dan nilai jual yang lebih baik di pasar global,” tuturnya.

Selain itu, Tania menambahkan bahwa bagi pemerintah daerah, IYB menyediakan mekanisme pemantauan yang transparan untuk mengevaluasi kinerja kebijakan dan mengakses peluang pendanaan hijau. Sementara bagi pelaku usaha, sistem ini meningkatkan kepastian investasi dengan memastikan rantai pasok komoditas bebas dari praktik deforestasi dan degradasi lahan.

Program ini merupakan bagian dari riset-aksi Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods (Land4Lives) yang didukung oleh Pemerintah Kanada. Inisiatif tersebut telah diimplementasikan di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan ini, Bappenas, Pemprov Sumsel, dan ICRAF menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola lahan yang adil, transparan, dan inklusif guna mendukung masa depan perkebunan berkelanjutan di Indonesia.

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Tim Tabur Kejati Sumsel Ringkus Buronan Kasus Asusila di Sekayu
Blackout Massal Landa Sumatera, Sistem Kelistrikan Sumbagut Padam Total
Ekspansi Strategis, Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang untuk Perkuat Pasar Sumatera Selatan
50 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis HUT Kota Palembang Dan Hut Bhayangkara ke 80
Gubernur Sumsel Harapkan Kampus Jadi Penggerak Pelestarian Alam

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:45 WIB

Tim Tabur Kejati Sumsel Ringkus Buronan Kasus Asusila di Sekayu

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:56 WIB

Blackout Massal Landa Sumatera, Sistem Kelistrikan Sumbagut Padam Total

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:21 WIB

Ekspansi Strategis, Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang untuk Perkuat Pasar Sumatera Selatan

Berita Terbaru

Foto.:  kebakaran di jalan Silaberanti

Kota Palembang

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB