Dinas Pertanian Sumsel Usulkan Alokasi Pupuk NPK 279 Ribu Ton pada 2026

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengusulkan peningkatan alokasi pupuk subsidi jenis NPK dari 203 ribu ton menjadi 279 ribu ton pada tahun 2026 untuk mendukung peningkatan produksi dan luas tanam pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan usulan tersebut disampaikan menyesuaikan kebutuhan petani di lapangan serta target produksi yang dibebankan pemerintah pusat kepada Sumatera Selatan.

“Jika melihat alokasi di Sumsel secara umum, setelah adanya tambahan 21 persen untuk Urea alokasinya menjadi 165.000 ton, sedangkan untuk NPK setelah tambahan 30 persen menjadi 203.000 ton. Namun untuk NPK, dari alokasi 203.000 ton kita usulkan meningkat menjadi 279.000 ton pada tahun 2026,” ujar Bambang, Selasa (30/12/2025).

Ia menyebut penambahan alokasi pupuk NPK dinilai penting karena kebutuhan petani terhadap pupuk tersebut terus meningkat, terutama untuk mendukung program peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan pertanian.

“Kenaikan ini sekitar 70 ribu ton lebih. Kami berharap usulan tersebut dapat diakomodasi oleh Kementerian Pertanian karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan tanam petani,” ungkapnya.

Ia mengatakan jika Sumsel merupakan salah satu provinsi yang diharapkan mampu menopang produksi pangan nasional, sehingga dukungan sarana produksi, khususnya pupuk subsidi, menjadi faktor strategis.

“Dengan ketersediaan pupuk yang memadai sejak awal tahun, petani bisa merencanakan pola tanam dengan lebih baik dan hasil produksi diharapkan meningkat pada 2026,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan alokasi pupuk juga sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian melalui peningkatan luas panen dan pemanfaatan potensi lahan yang ada di Sumatera Selatan.

“Semoga usulan ini bisa diakomodir oleh Menteri Pertania,” ucap dia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *