Dinas Pendidikan Belum Bisa Tentukan Agenda Belajar Tatap Muka

- Redaksi

Selasa, 6 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Hasan Basri

Photo: Hasan Basri

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Pendidikan Palembang mengeluarkan surat edaran bernomor 420/2054/DISDIK/2021 Tentang Penundaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi COVID-19 Tahun Ajaran 2020/2021. Surat edaran ini pun sudah diterima sejumlah sekolah, mulai dari tingkat satuan TK/PAUD, SD hingga SMP.

Dalam surat edaran berisikan dua poin penting, terkait penundaan tersebut. Pertama, yakni bahwa pembelajaran pada tahun 2021/2022 yang diawali pada 12 Juli 2021 belum dapat dilakukan dengan tatap muka. Satuan pendidikan agar melanjutkan pembelajaran jarak jauh, daring atau luring.

Poin kedua yakni kebijakan penundaan pembelajaran tatap muka akan dievaluasi hingga terlaksananya vaksinasi COVID-19 di wilayah Palembang untuk guru, tenaga pendidik, orangtua dan peserta didik sebanyak 80 persen.

Menanggapi surat edaran tersebut, Kepala SD Negeri 186 Palembang, Zahara, mengatakan pihaknya telah menerima sejak kemarin.

“Sudah kita terima secara resmi dan ini pun juga telah kita beritahukan kepada wali siswa agar mereka tahu juga. Memang banyak wali siswa yang kecewa dengan dibatalkannya ini,” ujarnya, Selasa (6/7/2021).

Dalam surat edaran tidak ada batasan penundaan. Penundaan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ia mengatakan, SD Negeri 186 memang juga belum termasuk sebagai sekolah yang ditunjuk untuk dibuka pada PTM terbatas 12 Juli mendatang, yang sebelumnya telah direncanakan.

“Kebetulan kita bukan sekolah yang ditunjuk. Untuk di Kecamatan Sematang Borang ini hanya ada tiga SD saja rencana akan dibuka dan kita belum,” tegas dia.

Terkait vaksinasi, pihaknya mengaku semua guru dan tenaga pendidik yang ada disini semua sudah melakukan vaksinasi. “Alhamdulillah kalau vaksinasi sudah kita lakukan,” tegasnya.

Ia juga mengatakan akan menjalani dan mengikuti apa yang telah menjadi keputusan pemerintah untuk masig menggelar sekolah secara daring.

“Ya, selama ini masih kita lakukan pembelajaran daring dan bagi siswa yang terkendala handphone, ya masih ada yang datang ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas,” ungkap dia. (ANA)

Berita Terkait

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik
Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan
Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda
Mahasiswa Hukum Harus Jadi Pemimpin Tangguh, Siap Hadapi Tantangan Zaman
Wakil Ketua DPRD PALI: Guru Pilar Utama Dalam Dunia Pendidikan
Dorong Motivasi Belajar Siswa, IBL Percantik Lapangan Basket MAN 1

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:36 WIB

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:15 WIB

Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Senin, 1 Desember 2025 - 15:29 WIB

Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik

Senin, 1 Desember 2025 - 12:25 WIB

Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan

Kamis, 27 November 2025 - 12:29 WIB

Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Starlink untuk Sekolah

Senin, 16 Mar 2026 - 13:10 WIB