SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang pengemudi Mobil Mitshubishi Xpander, diduga dalam kondisi mabuk, mengakibatkan kecelakaan, sehingga menabrak empat buah Mobil. Peristiwa itu terjadi di Jalan Ki Merogan, depan Masjid Nurul Hidayah Kertapati Palembang, pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 18.35 WIB.
Adapun pengemudi tersebut yaitu Romi (45), warga Jalan Radial Blok 45, Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Di mana pengemudi Xpander dengan Nopol BG 1883 ZI, melaju dari arah Mataram menuju ke arah Jembatan Ogan Kertapati, tepat di TKP Mobil Xpander menyerempet sebuah Mobil Fortuner BG 1361 LDP yang dikendarai YN, warga Jalan Faqih Usman 2 Palembang.
Kemudian pengemudi Fortuner dan Xpander terjadi cekcok mulut karena kecelakaan tersebut. Namun akhirnya pengemudi Xpander yang menabrak Fortuner langsung melarikan diri ke arah Jembatan Ogan Kertapati.
Dalam aksinya melarikan diri, pengemudi Xpander diduga dalam keadaan mabuk, sehingga kembali menabrak sebuah mobil Ayla BG 1921 Z yang dikendarai EB, warga Kemas Rindo Kertapati Palembang.
Tak hanya menabrak mobil Ayla, pengemudi Xpander terus melarikan diri sehingga menabrak kembali sebuah mobil Avanza BG 1186 UE yang dikendarai HG warga Jalan Kemas Rindo Kertapati Palembang. Kemudian pengemudi Xpander kembali menabrak sebuah mobil Carry BG 8638 IP yang dikendarai oleh MFT warga Jalan Kemas Rindo Kertapati Palembang.
Lalu pengemudi Xpander berhasil dihentikan warga dan sempat dihakimi warga sekitar, di mana video pengemudi Xpander dihakimi warga sempat beredar dan di posting di media sosial, khususnya kota Palembang.
Kapolsek Kertapati AKP Angga Kurniawan mendapati laporan dari masyarakat, personel Polsek Kertapati langsung menuju ke TKP untuk mengamankan pengemudi Xpander dari amukan warga dan langsung dibawa ke Polsek Kertapati Palembang untuk dilakukan pemeriksaan.
“Akibat peristiwa tersebut empat buah mobil Fortuner, Ayla, Avanza dan Carry, mengalami berbagai kerusakan. Sedangkan mobil Xpander yang menabrak tersebut sudah diamankan di Pos Laka Musi II Jalan Yusuf Singadekane Kertapati Palembang,” terangnya, Senin (5/1/2026). (ANA)

















