Diduga Depresi, Sayad Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

- Redaksi

Senin, 11 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Lantaran diduga mengidap penyakit sesak nafas menahun, Sayad (60), seorang buruh warga Jalan Kemas Rindo  RT 38/07 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatab Kertapati Palembang, nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan kain.

Peristiwa ini diketahui anaknya yakni M Nazarudin (14), pada Senin (11/11/2024), sekitar pukul 12.00 WIB, saat anaknya baru saja pulang sekolah.

“Baru pulang sekolah. Memang di rumah kalau pagi hanya bapak sendiri. Ibu bekerja dan saya sekolah,” ungkap Nazarudin, kepada petugas.

Panik, saat membuka pintu Nazarudin langsung melihat sang bapak tergantung di depan kamar. ” Pas buka pintu, saya melihat bapak tergantung di depan kamar, saat itu saya langsung keluar lagi dan memberitakan peristiwa ini kepada warga dan Pak RT,” katanya.

Lanjut Nazarudin, bapaknya memang sudah lama menderita penyakit sesak napas. “Memang sudah lama bapak menderita penyakit sesak napas ini. Oleh itulah bapak tidak bekerja lagi. Terkadang kasihan,” katanya.

Sedangkan, petugas kepolisian Inafis Polrestabes Palembang, Piket SPKT dan Polsek Kertapati Palembang mendapati adanya peristiwa ditemukan korban gantung dirinya langsung mendatangi TKP.

“Ketika mendapatkan laporan kita langsung mendatangi TKP, memeriksa beberapa saksi di lokasi. Korban murni meningal dunia dengan gantung diri. Korban juga sudah lama menderita penyakit sesak napas, keterangan dari anak dan warga,” ungkap Kapolsek Kertapati, AKP Angga Kurniawan.

Selain mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, Lanjut Angga, TKP sudah dipasang Police line. “Untuk korban atas permintaan keluarga tidak dilakukan visum, dan jadi murni gantung diri diduga depresi karena penyakit dideritanya,” tutur Angga, sambil mengatakan anggota juga mengamankan barang bukti berupa kain yang digunakan. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB