Deru Soroti Komoditas Sumsel Diekspor Lewat Lampung, Groundbreaking Tanjung Carat Dipercepat

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru. Foto: Tia

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyoroti masih banyaknya komoditas unggulan daerah yang diekspor melalui provinsi lain, hingga berujung pada pengakuan merek dagang dari luar Sumsel.

Salah satu contohnya adalah kopi, yang selama ini dikirim melalui Lampung dan kerap diklaim bukan berasal dari Sumsel.

“Bayangkan, semua gerbang ekspor kita masih ke Lampung. Maka, jangan heran kalau kopi kita diklaim sebagai produk provinsi lain,” ujar Deru, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena Sumsel belum memiliki pelabuhan ekspor tersendiri yang memadai.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang direncanakan mulai dibangun pada awal 2026 setelah tertunda akibat persoalan lahan.

“Insya Allah groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat akan dilakukan di Januari tahun depan, setelah mendapat tanda tangan persetujuan dari Menteri Perhubungan. Sekarang tinggal menunggu skema KPBU dari kementerian,” katanya.

Pelabuhan Tanjung Carat masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), dan pelaksanaannya dipercayakan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menggandeng mitra pendanaan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Operator pelabuhan direncanakan tetap dipegang oleh Pelindo,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya pelabuhan ini, Sumsel tidak hanya akan memperkuat posisi ekspor, tetapi juga mengangkat identitas produk daerah agar tidak lagi “dibajak” oleh wilayah lain.

Untuk sementara, Pemerintah Provinsi Sumsel bekerja sama dengan Badan Karantina agar ekspor komoditas tetap tercatat sebagai produk Sumsel, meski dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain.

“Kita punya lahan kopi seluas 280 ribu hektare. Bukan sekadar besar di Indonesia, tapi nomor tiga dunia. Kalau ini tidak kita kelola dan kawal, generasi penerus kita akan kehilangan identitas produk unggulannya,” tegas dia.

Berita Terkait

Bersihkan Lahan Samping Rumah, Pensiunan Kaget Temukan Granat Nanas Berkarat
Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Rayakan Kemerdekaan Lewat Convoy Merdeka
Lima Jabatan Strategis Kejati Sumsel Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih
Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam
Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Ratu Dewa Siap Selaraskan Program Pemerintah Ke Daerah 
COD Senpi Rakitan Berujung Penangkapan, Pria Asal OKI Diciduk Polisi
Kajati Sumsel Perkuat Sinergi, Silaturahmi ke DPRD, Griya Agung dan Pengadilan Tinggi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Bersihkan Lahan Samping Rumah, Pensiunan Kaget Temukan Granat Nanas Berkarat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Rayakan Kemerdekaan Lewat Convoy Merdeka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Lima Jabatan Strategis Kejati Sumsel Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam

Berita Terbaru

Sumsel

Dalam Kehidupanku Pancasila sebagai Mahasiswa

Minggu, 16 Agu 2026 - 22:13 WIB

Sumsel

Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya

Minggu, 16 Agu 2026 - 22:02 WIB