Category: Ogan Komering Ilir

  • Dandim 0402/OKI Ajak Forkompimda untuk Berselaras Kejar Target Program vaksinasi

    Dandim 0402/OKI Ajak Forkompimda untuk Berselaras Kejar Target Program vaksinasi

    SUARAPUBLUK.ID, OKI – Dandim 0402/Oki mengajak kepada seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) untuk berselaras mengejar target program vaksinasi di OKI. Hal ini juga selaras dengan tujuan pemerintah dalam mencapai Herd Immunity di Caram Seguguk.

    “Kita harus lakukan jemput bola mengenai serbuan vaksin, agar target kita tercapai,” kata Dandim, saat melakukan peninjauan Serbuan Vaksinasi di Desa Suka Mulya Kecamatan Lempung Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (24/9/2021).

    Karena itu, Dandim 0402/OKI menginstruksikan kepada Seluruh Danramil untuk selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait yang ada di kabupaten OKI dan OI. Tentunya, dengan harapan wilayah Kodim 0402/OKI tidak menjadi zona merah dan keluar dari pandemi Covid-19.

    “Saya minta ini menjadi perhatian bagi kita semua,” pintanya.

    Salah satu upaya yang harus dilakukan, kata Dandim adalah mendatangi masyarakat dan memastikan ketersediaan vaksin tercukupi di Polkes 02.10.02. Dengan begitu, Dandim optimistis OKI dan OI akan keluar dari pandemi.

    “Ketersediaan vaksin kita sudah tercukupi, sehingga kita perlu melakukan mobile vaksin. Silakan Polkes 02.10.02 untuk segera berkoordinasi dengan instansi yang berkaitan khususnya kepada Dinas Kesehatan,” tegasnya lagi.

    Sebelumnya, sejumlah lokasi telah dilakukan vaksinasi. Seperti yang dilakukan di Gedung Darmawangsa dan Polkes Kayuagung di Makodim 0402/OKI. Vaksinasi ini menargetkan mahasiswa dan pelajar terutama yang sekarang berdomisili di wilayah Kayuagung.

    “Kita mengharapkan nanti dengan adanya vaksinasi paling tidak dengan target 250 orang perhari ini dapat meningkatkan cakupan vaksinasi di Kota Kayuagung, disamping nanti akan mempercepat terbentuknya herd immunity,” harap Dandim.

    Ia membeberkan, pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar, baru dilaksanakan di dua daerah di OKI. Yakni di Ponpes Al-Hidayah Lempuing Jaya yang terselenggara minggu lalu dan di Kota Kayuagung.

    Ke depan, pihaknya menargetkan pelaksanaan vaksinasi bisa menyasar pelajar, remaja termasuk mahasiswa. “Karena persentase vaksinasi di kalangan tersebut masih kecil seiring terbatasnya stok vaksin dukungan dari Komando Atas,” ujarnya.

    Dandim juga tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan prokotol kesehatan secara ketat. Banyaknya varian baru dari virus corona yang muncul mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap penyebaran Covid-19. (Dhi)

  • Warga Sukadana OKI Serahkan Senpira Laras Pendek ke Polisi

    Warga Sukadana OKI Serahkan Senpira Laras Pendek ke Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Warga Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumsel, menyerahkan sepucuk senjata api rakitan (senpira) laras pendek, jenis pistol kepada pihak kepolisian. Penyerahan senjata itu dilakukan secara sukarela melalui Lurah setempat. Di dampingi oleh Camat Kota Kayuagung Iskandar S.Sos yang diserahkan di Mapolsek Kayuagung disaksikan Kapolsek AKP Eko Suseno SH.

    “Senpira tersebut awalnya dipegang oleh seorang warga dengan tujuan untuk menjaga diri. Namun setelah sering kali berkomunikasi bersama masyarakat dengan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar situasi kondusif berkaitan dengan situasi kamtibmas, ada warga yang datang menyerahkan senpira,” kata Lurah Sukadana Fahrurozi, pada Kamis (23/9/2021).

    “Untuk identitasnya tidak bisa saya sampaikan, awalnya warga ini datang dan berkonsultasi lalu saya jelaskan hingga akhirnya senpi tersebut diserahkan.” imbuhnya.

    Sebagai kepala kelurahan dirinya merasa senang ada warganya yang dengan penuh kesadaran sendiri untuk menyerahkan senpira yang dimilikinya,

    “Saya berharap prilaku positif dari warga yang menyerahkan senpira ini dapat menjadi motivasi bagi warga lain,” ucapnya.

    Hal senada diungkapkan Camat Kayuagung, Iskandar S.Sos, menurut camat pihaknya juga telah mengimbau kepada kades dan lurah selaku kepala wilayah untuk dapat melakukan sosialisasi kepada warganya masing-masing.

    Camat juga berharap warga lain yang saat ini masih menyimpan senjata api rakitan untuk menyerahkannya ke pihak kepolisian,

    “Silahkan laporan ke kades atau lurah masing-masing nanti akan didampingi atau dititipkan kepemerintah setempat,” tuturnya.

    Penyerahan senpi rakitan tersebut merupakan tindaklanjut dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh jajaran kepolisian kepada warga melalui pemerintah setempat,penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan senpira dari Lurah Sukadana atas nama masyarakat kepada kapolsek Kayuagung.

    Kapolsek Kayuagung AKP Eko Suseno mengucapkan terima kasih atas penyerahan senpi rakitan ini. Warga yang masih menguasai senpi dan amunisi agar segera menyerahkannya kepihak kepolsian secara sukarela jika ingin terhindar dari jeratan pidana dalam UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

    “Polsek Kayuagung selalu aktif memberikan imbauan kepada warga yang kemungkinan masih disimpan oleh warga,” ungkapnya. (dhi)

  • Ini Kata Kades Dibalik Viral Video Bocah SD Kayuh Styrofoam Seberangi Sungai

    Ini Kata Kades Dibalik Viral Video Bocah SD Kayuh Styrofoam Seberangi Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah Sekolah Dasar (SD) mengayuh stryrofoam menyeberangi sungai viral di media sosial.

    Diketahui, peristiwa itu terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel. Dalam narasi video yang beredar, dikatakan jika anak-anak tersebut menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah. Video berdurasi 18 detik ini. Sontak membuat banyak pihak bertanya tentang bagaimana fasilitas infrastruktur, di tempat tinggal para siswa tersebut dan beragam komentar lain.

    Berdasarkan penelusuran video viral ini diambil di Desa Kuala Sungai 12 Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Lokasi tempat terjadinya peristiwa ini tepatnya di Dusun Buntuan Desa Kuala Sungai Dua Belas.

    Terkait dengan hal itu, Kepala Desa setempat buka suara. Hartoni, Kepala Desa Kuala Sungai Dua Belas mengatakan, Desa Kuala Sungai 12 terdiri dari beberapa dusun dengan jumlah penduduk mencapai 540 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besar warga menetap di daratan, sementara sebagian lain menyebar di kuala-kuala atau muara laut Selat Bangka tersebut.

    Bagi warga yang menetap di kuala transportasi utama meraka, adalah perahu sampan, getek maupun speedboat.

    “Ada sekitar seratusan KK yang menetap di kuala tersebut. Mata pencaharian mereka adalah nelayan dan sarang burung wallet. Transportasi utama mereka melalui jalur air. Secara ekonomi mereka cukup sejahtera dari hasil laut dan burung wallet,” jelas Hartoni. Kamis (23/09/2021).

    Hartoni membenarkan, terkait aktivitas anak yang menyeberang melewati sungai. Ia mengatakan, sekolah dasar (SD) tersebut berada Dusun Buntuan Kuala Sungai Dua Belas. Di Desa ini menurutnya. Terdapat dua Sekolah Dasar (SD), yaitu di Dusun Darat dan Dusun Buntuan.
    “Siswanya paling banyak di SD Darat, sebagian di Dusun Buntuan tadi,” terangnya.

    Menurutnya styrofoam yang digunakan siswa untuk menyeberang tersebut, umumnya digunakan untuk membawa hasil tangkapan laut yang dibekukan. Seperti udang maupun ikan.
    Tambahnya lagi, anak-anak memang terbiasa menggunakan styrofoam tersebut untuk bermain-main di sungai.

    “Jadi itu bukan mau berangkat sekolah. Tapi bermain-main sepulang sekolah, dan belum berganti baju. Itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti di sini. Kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah atau beraktivitas lain. Orang tuanya orang mampu, bahkan punya speedboat,” terangnya.

    Menanggapi video viral tersebut, Kades Hartoni mengatakan, jembatan menuju sekolah bukan prioritas utama mengingat bukan akses utama perlintasan masyarakat.

    “Kami yang berada di perairan seperti ini terbiasa menggunakan tranportasi air karena lebih mudah aksesnya. Jangan dibesar-besarkanlah,” terangnya. (Dhi)

  • Kurva Covid-19 Menurun, Satgas OKI Ingatkan Tetap Disiplin Prokes

    Kurva Covid-19 Menurun, Satgas OKI Ingatkan Tetap Disiplin Prokes

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Sekretaris Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkapkan perkembangan kasus Covid-19 di Ogan Komering Ilir (OKI) cukup terkendali dan harus dipertahankan secara maksimal.

    “Tugas besar kita sekarang, mempertahankan kurva yang tengah melandai ini,” ujar Listiadi pada rapat koordinasi analisis evaluasi penanganan Covid-19 di Kantor BPBD OKI, Kamis (23/9/21).

    Listiadi mengungkapkan, seiring pembukaan aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang mengabaikan Protokol Kesehatan, bisa memacu potensi gelombang ketiga ditambah lagi kehadiran varian baru.

    “Untuk itu, kita perlu sama-sama mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang bisa dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Penerapan protokol kesehatan harus selalu diterapkan untuk menghindari risiko lonjakan kasus,” ujar dia.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes OKI, Mukti Uli Artha memaparkan berdasarkan hasil evaluasi Satgas Covid-19, tingkat transmisi komunitas dalam rentang waktu 1 kali masa inkubasi (dua pekan) terakhir masuk ke dalam level 1.

    “Dengan penentu tingkat klasifikasi transmisi komunitas penilaian kasus konfirmasi kurang dari 20 kasus, pasien rawat inap kurang dari 5 dan kematian kurang dari 1,” jelas Uli.

    Jika dalam masa dua pekan bisa mempertahankan kondisi ini, jelas Uli, OKI bisa turun dari zona kuning ke hijau. Sementara keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19 (RSUD Kayuagung) juga mengalami penurunan diangka 9 persen.

    Untuk mendukung Herd Imunity jajaran Pemkab OKI, TNI dan Polri terus mengebut vaksinasi Covid-19.

    “Sasaran vaksin Covid-19 mencapai 577.930 sasaran atau mencapai 60 persen jumlah penduduk untuk membentuk herd imunity” terangnya.

    Selain mengejar vaksinasi, tambah dia pemerintah juga memperkuat upaya penanganan pandemi dengan memperkuat deteksi dini melalui peningkatan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus. (Dhi)

  • Pemkab OKI dan Disbudpar Sumsel Teken MoU Pengembangan Pariwisata

    Pemkab OKI dan Disbudpar Sumsel Teken MoU Pengembangan Pariwisata

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir mendukung Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, untuk mempromosikan pembangunan sektor pariwisata di Sumsel melalui aplikasi GIWANG.

    Bentuk dukungan tersebut tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab OKI dengan Kepala Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati OKI, Rabu (22/9) kemarin.

    Wakil Bupati OKI, HM Dja’far Shodiq menyatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan bentuk kesepakatan formal antara Pemkab OKI dengan Pemprov Sumsel sebagai wujud dukungan terhadap Aplikasi GIWANG Sumsel.

    Aplikasi Genta Inovatif Wisata Alam yang Nyaman dan Gempita atau GIWANG Sumsel telah dilaunching Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada 19 Juni 2021 lalu, untuk menggaungkan informasi pesona budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sumsel. Sehingga terwujudnya Sumsel Maju Untuk Semua.

    Wakil Bupati OKI, HM Dja’far Shodiq berujar bahwa penandatanganan kesepakatan kerja sama itu merupakan puncak dari diskusi-diskusi yang sudah terbangun untuk percepatan pembangunan sektor pariwisata di OKI yang memiliki banyak potensi sektor wisata.

    “Penandatanganan kesepahaman ini untuk percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten OKI. Tentu ini sangat bagus sekali untuk memperkenalkan wisata yang ada disini,” kata Shodiq.

    Ia menjelaskan karena banyak tempat wisata yang belum terekspos. Ditambah lagi dengan jaraknya yang jauh, membuat banyak wisatawan yang belum mengenal wisata menarik milik OKI.

    “Termasuk kulinernya yang tidak kalah dengan kabupaten kota lain di Sumsel. Jadi nanti ada operator dari Dinas Pariwisata OKI yang akan meng-update informasi wisata OKI,” jelas dia.

    Dengan cara ini, Shodiq yakin bisa meningkatkan kunjungan wisata di OKI, apalagi saat ini industri pariwisata mulai bergairah dengan wabah Covid-19 yang melandai.

    “Sebelum datang ke OKI wisatawan dapat melihat tempat wisata yang bakal mereka kunjungi dengan mudah lewat aplikasi ini,” ungkapnya.

    Sementara Kepala Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal mengatakan, aplikasi Giwang Sumsel dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sumsel, meningkat 2 hingga 3 persen dari tahun lalu.

    “Aplikasi tersebut nantinya memuat informasi lokasi wisata, panduan menuju lokasi, jumlah hotel beserta tarif dan fasilitasnya, kuliner serta berbagai informasi lainnya. Termasuk juga berbagai gelaran even yang digelar di 17 kabupaten/kota. Semuanya terangkum dalam aplikasi tersebut,” pungkasnya. (dhi)

  • Dandim 0402/OKI Tinjau Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Mesuji Raya

    Dandim 0402/OKI Tinjau Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Mesuji Raya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dandim 0402/OKI, Letkol Czi Zamroni, S.Sos meninjau pelaksanaan serbuan Vaksinasi di wilayah kecamatan Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (22/9/2021).

    Dalam wawancara dengan awak media, Dandim menuturkan, pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di Klinik Sampoerna Agro Group Desa Sumber Baru.

    Ia menyampaikan pelaksanaan vaksin Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat ini adalah vaksinasi tahap kedua, yang sebelumnya sudah menerima suntikan vaksin tahap pertama.

    Letkol Zamroni mengimbau, kepada petugas agar kegiatan vaksinasi tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Protkes) saat melayani masyarakat penerima vaksin.

    “Dengan vaksinasi secara massal dapat menciptakan kekebalan kelompok atau Herd Immunity lebih cepat,” jelas Dandim.

    Dandim juga mengajak masyarakat luas, khususnya yang ada di wilayah teritorial Kodim 0402/OKI untuk bersama-sama mendukung program vaksinasi dan tidak perlu takut untuk di vaksin.

    “Meskipun sudah divaksin, diminta semuanya masih tetap mematuhi protokol kesehatan, karena protokol kesehatan adalah benteng kita mencegah penularan Covid-19. Untuk itu agar betul-betul dilaksanakan,” pungkasnya. (dhi)

  • Pemkab OKI Luncurkan Inovasi Retribusi Cashless dan Komitmen Dukung Zero ODOL 2023

    Pemkab OKI Luncurkan Inovasi Retribusi Cashless dan Komitmen Dukung Zero ODOL 2023

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perhubungan kembali melakukan inovasi di bidang pelayanan transportasi, yaitu pengujian kendaraan bermotor, hal ini merupakan bukti komitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
    .
    “UPTD PKB Dishub OKI saat ini telah menggunakan sistem blue-e (bukti lulus elektronik) yang mana sistem ini terkoneksi langsung secara online dengan sistem Kementerian Perhubungan Republik Indonesia” ujar Bupati OKI yang diwakili Kepala BPPD OKI Suhaimi, AP, M.Si dalam sambutannya pada acara Launching Pembayaran Pengujian Kendaraan Bermotor menggunakan BSB Cash dan Deklarasi Mendukung Zero ODOL Tahun 2023, di Halaman Kantor UPTD PKB Dishub OKI, Selasa (21/9/21)
    .
    Selain itu, Dishub OKI juga bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel untuk menerapkan sistem pembayaran retribusi pengujian kendaraan bermotor menggunakan uang elektronik (Kartu BSB Cash) untuk mengurangi penggunaan uang tunai di masa pandemi.
    .
    “Harapan kami dengan pembayaran non tunai ini dapat mencegah praktek pungli ataupun percaloan, serta mengurangi interaksi langsung yang menggunakan uang tunai untuk mencegah penularan Covid-19”, sambung Suhaimi.
    .
    Selain dapat digunakan untuk pembayaran retribusi pengujian kendaraan bermotor, Kartu BSB Cash ini juga dapat digunakan untuk pembayaran tol dan tidak menutup kemungkinan ke depan seluruh OPD yang bertugas memungut retribusi juga dapat menggunakan BSB Cash ini.
    .
    Dengan menggunakan Kartu BSB Cash adalah sebagai titik awal kerjasama yang berkelanjutan untuk memberantas pungutan liar dan calo, meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah yang bebas dari korupsi sehingga terwujud visi misi Kabupaten OKI Mandira.
    .
    Selain peluncuran Kartu BSB Cash, dalam acara tersebut Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Forkopimda melakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama mendukung program Pemerintah Pusat dalam hal terwujudnya Zero Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) tahun 2023, khususnya di Kabupaten OKI.
    .
    “Seperti kita ketahui bersama, kita lihat di lapangan sangat banyak kendaraan yang melintas di Kabupaten OKI yang dimensi kendaraannya melebihi batas yang dikeluarkan Kemenhub dan muatan pun sangat banyak melebihi kapasitas yang diizinkan di dalam kartu ujian kendaraan”, ungkap Suhaimi.
    .
    “Semoga semua pihak mendukung pelaksanaan kegiatan Zero ODOL ini, dan menjadi tanggung jawab kita bersama serta program-program peningkatan pelayanan kepada masyarakat ini dapat terus berkelanjutan”, pungkasnya. (dhi)

  • Kejar Target Herd Immunity 70%, Kodim 0402/OKI Genjot Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar

    Kejar Target Herd Immunity 70%, Kodim 0402/OKI Genjot Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Komando Distrik Militer (Kodim) 0402 OKI terus menggenjot vaksinasi covid-19 bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Polkes 02.10.02 Kayuagung, guna merealisasikan target Herd Immunity 70%.

    Lewat metode door to door, vaksinasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari.

    Menurut Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos dengan akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari tersebut maka target herd immunity (kekebalan komunal) mencapai 70% dapat terwujud pada akhir tahun 2021.

    “Door to door vaksin yang dilakukan Kodim 0402/Oki mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara seperti Afrika, Eropa, Filipina, Amerika Serikat, dan India. Ini merupakan solusi yang efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran Covid-19,” papar Dandim.

    Letkol Czi Zamroni mengungkapkan metode ini terbukti dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses vaksin. Selain itu dapat pula menjangkau individu yang takut keluar rumah untuk menghindari tertular Covid-19.

    “Kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar SMP-SMA yang digelar Kodim 0402/Oki di Polkes 02.10.02 Kayuagung dalam upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa, apalagi saat ini penularan di kalangan pelajar cenderung naik. Anak menjadi salah satu spreader (penularan) di klaster keluarga yang berkontribusi 85% dari total kasus positif di Indonesia,” jelasnya.

    Menurut Zamroni, kasus positif pada anak-anak yang tertular terus meningkat, sehingga TNI fokus pada anak-anak SMP dan SMA.

    “Karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa,” ujar Dandim saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi pelajar di Polkes 02.10.02 Kayuagung Kabupaten OKI, pada Selasa (21/9/2021).

    Zamroni menegaskan, kegiatan ini adalah atas perintah Panglima TNI, setelah sebelumnya para guru-guru divaksin.

    “Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5M, maka proses belajar mengajar baik tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar online dapat terselenggara dengan baik. Tentunya prorgam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai jenis uji klinis,” katanya.

    ”Oleh karena itu diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster sekolah, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19,” imbuh Zamroni.

    Seperti diketahui satu diantara sembilan kasus positif adalah anak-anak dan jumlah anak Indonesia yang tertular Covid-19 sebanyak sembilan persen dari total yang terinfeksi. Data pada Selasa (14/9/2021) menunjukkan dari 10,7% kasus positif Provinsi Sumsel adalah kasus anak.

    Untuk itu, lanjut Zamroni, para orang tua dan para pelajar SMP-SMA tidak perlu takut dan khawatir dengan berbagai berita hoax dan fake news yang beredar di dunia maya.

    ”Vaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang lain. Apalagi saat ini belum ada jenis proteksi lain dalam menghadapi Covid-19 sebaik yang diberikan vaksin,” pungkasnya. (dhi)

  • RAPBD 2022 Disetujui DPRD OKI, Fraksi PDIP Beri Catatan

    RAPBD 2022 Disetujui DPRD OKI, Fraksi PDIP Beri Catatan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir disingkat DPRD OKI menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun 2022 untuk disahkan menjadi peraturan daerah alias Perda.

    Persetujuan itu disampaikan dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD OKI pada Jumat, 17 September 2021.

    Meski begitu, sebelum disetujui, Fraksi PDI Perjuangan memberikan sejumlah catatan.

    Sekretaris Fraksi PDIP Wilindra yang menjadi juru bicara, meminta agar pemerintah harus bisa mengoptimalkan sumber-sumber pada Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2022 yang akan datang, diantaranya pajak daerah, retribusi daerah, mengingat masih banyak sumber-sumber pendapatan asli daerah yang belum tergali potensinya secara maksimal.

    Fraksi PDIP, lanjut Wilindra, pada prinsipnya menerima dan menyetujui serta merekomendasikan untuk dibahas secara teknis oleh komisi dengan mitra kerja masing-masing atau pejabat yang ditunjuk untuk mewakili dalam hal ini eksekutif dengan catatan.

    Wilindra mengemukakan Fraksi PDIP menghimbau kepada Bupati OKI, untuk menindak tegas bagi OPD yang tidak bisa bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bila perlu untuk diganti dengan yang lebih cakap atau yang lebih mampu menjalankan tupoksinya dengan kata lain di bebas tugaskan.

    Menurut Wilindra, Fraksi PDIP berharap untuk Pendapatan Asli Daerah lebih dapat ditingkatkan dikarenakan untuk APBD Kabupaten Ogan Komering Ilir pada posisi saat ini, kabupaten OKI sangat bergantung dari dana perimbangan dari pusat.

    “Maka dari itu, harapan kami apabila Pendapatan Asli Daerah itu dapat ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan pula APBD Kabupaten OKI,” ujarnya.

    Hal lain yang dikritisi PDIP dalam paripurna ini adalah, pembangunan yang telah dilaksanakan agar segera direalisasikan sampai 100 persen sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Selain itu, Fraksi PDIP juga menyoroti dan menyarankan untuk kedepan agar pemerintah lebih memperhatikan kualitas infrastruktur. Seperti pembangunan jalan yang untuk saat ini banyak menjadi keluhan masyarakat karena pembangunannya baru beberapa bulan mengalami kerusakan.

    Hal selanjutnya yang menjadi catatan Fraksi PDIP adalah, meminta perhatian pihak eksekutif terhadap bidang pendidikan terutama fasilitas-fasilitas sekolah mohon juga dipahami.

    “Seperti SDN 2 Desa Lingkis dan SD 4 Filial Desa Pedamaran 2 saat ini mengalami kerusakan sehingga siswa-siswi untuk buang air kecil dan air besar di luar sekolah,” jelas Wilindra.

    Terakhir, Fraksi PDIP menyarankan untuk kedepan agar supaya pemerintah lebih memperhatikan kepentingan masyarakat agar dapat memprogram mengalokasikan dana APBD pada pembangunan masyarakat kabupaten OKI.

    “Dengan melihat kondisi dimana mendahulukan atau memprioritaskan kebutuhan yang lebih mendesak yang benar-benar sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

    Fraksi PDIP berharap anggaran tahun 2022 ini dapat dialokasikan secara tepat dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat khususnya masyarakat kabupaten OKI yang kita cintai ini.

    “Kita tetap berharap kedepan Kabupaten OKI menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (dhi)

  • Operasi Patuh Musi Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Prokes

    Operasi Patuh Musi Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Prokes

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Polres Ogan Komering Ilir menggelar Operasi Patuh Musi mulai Senin (20/9/2021). Operasi ini dilaksanakan selama dua pekan ke depan atau sampai 3 Oktober 2021.

    Melalui operasi ini, polisi akan menindak pengendara yang melanggar aturan selama berkendara.

    “Tujuan operasi “Patuh Musi 2021″ ini adalah untuk menurunkan titik lokasi kemacetan, pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan berkaitan dengan masih mewabahnya virus Covid-19,” kata Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Dili Yanto, S.I.K, SH, MH di Kayuagung, Senin.

    Menurut Kapolres, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pengemudi ranmor, tidak memakai safety belt, mengendarai kendaraan melawan arus, serta menggunakan handphone saat berkendara akan ditindak secara preventif dan persuasif dengan humanis. “Tentu saja tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Dili.

    Gelar pasukan ini, lanjut Kapolres, perlu dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana prasarana pendukung lainnya, sehingga operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

    AKBP Dili Yanto juga menegaskan bahwa operasi kali ini sama dengan operasi patuh pada tahun sebelumnya, dimana kita masih berada dalam suasana pandemi virus covid 19.

    “Dan kita tetap harus meningkatkan protokol kesehatan, cara bertindak operasi patuh tahun ini sama seperti dengan operasi patuh tahun lalu yakni melaksanakan edukasi persuasif membangun komunikasi positif terhadap masyarakat berkaitan dengan protokol kesehatan serta mengedepankan prinsip 50% preventif 50% persuasif dengan humanis,” ungkapnya.

    Dampak merebaknya virus Corona, jelas Dili, sampai saat ini masih kita bisa rasakan. Untuk itu operasi patuh yang kita laksanakan sekarang menargetkan timbulnya kesadaran masyarakat untuk peduli turut serta memutus mata rantai penularan virus corona.

    “Bagi masyarakat yang sedang berlalu lintas salah satu contohnya adalah kita berikan himbauan penggunaan masker terhadap awak dan penumpang kendaraan umum, menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan sebelum memasuki kendaraan umum serta memperhatikan jarak antara penumpang agar terus dikampanyekan secara terus-menerus,” tandas Kapolres.

    Untuk itulah, imbuh Kapolres, beberapa penekanan untuk seluruh anggota diantaranya laksanakan tugas operasi dengan penuh rasa tanggung jawab, dasari dengan niat beribadah dalam setiap kegiatan, semoga Allah SWT Tuhan YME meridhoi setiap pelaksanaan tugas kita.

    “Kedepankan sikap senyum sapa dalam melaksanakan penindakan pelanggaran lalu lintas baik yang bersifat teguran maupun penilangan. Jaga keselamatan, tingkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang berniat melakukan berbuat negatif terhadap Polri. Pegang teguh protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan dan phsycal distancing,” pungkasnya. (dhi)

  • TP PKK OKI Gelar Supervisi, Pembinaan, Evaluasi & Monitoring (SPEM)

    TP PKK OKI Gelar Supervisi, Pembinaan, Evaluasi & Monitoring (SPEM)

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir Hj. Lindasari Iskandar, di dampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten OKI Hj. Siti Rohani Shodiq beserta jajaran Pengurus TP PKK OKI, melakukan kunjungan ke Kecamatan Pedamaran, Senin (20/9/21).

    Dengan menerapkan protokol kesehatan, kunjungan ini dalam rangka Supervisi, Pembinaan, Evaluasi & Monitoring (SPEM) Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI Tahun 2021. Berfokus untuk mendiskusikan peran dan fungsi Pembinaan TP PKK Kecamatan. Sebagai motor penggerak pembinaan 10 Program Pokok PKK untuk TP PKK Desa/Kelurahan di masing-masing wilayahnya

    Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten OKI Hj. Lindasari Iskandar berpesan agar TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan terus berbenah dalam hal administrasi. Dan terus mendukung pemerintah dalam rangka pembangunan sosial mental dan spiritual di tengah masyarakat.

    “Poin penting kegiatan tahun ini dan tahun mendatang, bersama kita laksanakan dengan protokol kesehatan di tengah masyarakat” ungkap Hj. Lindasari

    Hj. Lindasari juga berpesan agar PKK menjadi motor penggerak dalam kesejahteraan masyarakat, mencegah pernikahan anak usia dini, memperhatikan gizi dan kesehatan ibu hamil, anak balita dan remaja serta mencegah terjadinya stunting bagi anak-anak di Kabupaten OKI

    “Mari kita pantau ketat program PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja), agar masa depan generasi kita selamat dari bahaya narkoba. Ajak dan bina masyarakat untuk kerajinan sandang pangan, fasilitasi jalan mereka untuk berkembang dan berpenghasilan lebih baik” tegasnya.

    Dalam acara tersebut, diserahkan secara simbolis bantuan berupa paket susu telur untuk anak SD, baju seragam SD & SMP, bibit tanaman, paket susu telur untuk ibu hamil, paket biskuit & kacang hijau untuk ibu hamil & balita, paket susu TB Paru untuk penderita, bantuan kemasan untuk UP2K, serta BKB Kit untuk 7 kecamatan.

    Dalam rangkaian acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI beserta rombongan juga berkesempatan melihat proses pembuatan kerajinan purun Kelompok Pengrajin Purun Mawar Desa Menang Raya. Dan meninjau Puskesmas Pedamaran yang sedang melaksanakan kegiatan pemasangan alat kontrasepsi bagi ibu rumah tangga dan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak. (Rel/dhi)

  • Disnakertrans OKI Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

    Disnakertrans OKI Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Komering Ilir (Disnakertrans OKI), membuka pelatihan berbasis kompetensi. Dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) balai pelatihan Kerja (BLK) Kayuagung.

    Terdapat lima jenis pelatihan yang akan dilaksanakan, yakni pelatihan kejuruan komputer operator, pelatihan kejuruan menjahit pakaian, keterampilan pertukangan, teknik las listrik dan teknik pendingin AC.

    “Pendaftaran peserta sudah dimulai sejak 6 September dan ditutup 12 September 2021 lalu. Sedangkan untuk seleksi peserta dilakukan pada 14-15 September 2021. Pembukaan pelatihan juga secara resmi sudah dibuka pada 17 September 2021 oleh Kepala Disnakertrans OKI Sudiyanto Djakfar, S.Sos., M.Si, di Balai Latihan Kerja (BLK) Kayuagung,” terang Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Titi Supriyanti, Senin (20/9/2021).

    Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan dari pemerintah pusat dan karena pelatihan dilaksanakan dalam kondisi Pandemi Covid-19, maka pihaknya akan membatasi jumlah peserta sebanyak 16 orang serta seluruh pelaksanaan pelatihan akan mengacu pada protokol kesehatan.

    “Karena pesertanya dibatasi, jadi pelatihan berbasis kompetensi ini akan diadakan sebanyak tiga kali, agar memberikan peluang bagi yang lainnya untuk bisa ikut pelatihan,” ucapnya.

    Tercatat sebanyak 80 peserta berhasil lolos mengikuti lima jenis pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI selama 12 hari. Terbanyak, peminat pelatihan komputer yang diikuti para pemuda yang baru lulus SMA sederajat.

    “Karena perkembangan teknologi informasi saat ini semakin meningkat maka keahlian komputer banyak dibutuhkan,” ungkapnya.

    Selain itu, lanjut dia, pelatihan ini waktunya sedikit, maka peserta yang ikut, bisa mengaplikasikannya diluar baik secara mandiri maupun melamar di perusahaan.

    “Karena kan disini hanya memberikan pelatihan saja untuk mengembangkan mereka bisa mencari sendiri,” jelasnya.

    Saat ditanya apakah dari para alumni yang mengikuti pelatihan di BLK sudah banyak yang membuka usaha mandiri ataupun bekerja di perusahaan. Pihak BLK menyatakan belum memiliki data

    “Untuk itu belum ada data, tapi tahun depan kita sudah memiliki wacana untuk meminta para alumni melaporkan datanya ke Disnakertrans OKI,” terangnya.

    Tujuan lainnya, yaitu untuk melihat data pengangguran yang ada di OKI, berapa banyak yang terserap lapangan kerja setiap tahunnya.

    Terpisah, Kabid Latihan dan Produktivitas, Fitriyadi menambahkan, lewat pelatihan ini mereka diberikan bekal agar terampil dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

    “Setiap hari selama 4 jam mereka di latih. Tahun depan masih ada tapi jumlah Kegiatan dikurangi sementara waktunya lebih lama bisa 20 -30 hari,” bebernya.

    Peserta Pelatihan Komputer, Joni Setiawan asal Sungai Menang mengaku, sengaja ikut pelatihan agar bisa membuka usaha print di desanya .

    “Saya sudah tiga kali resign dari pekerjaan jadi ini ingin fokus usaha sendiri,” tandasnya. (dhi)

  • Sengketa Lahan Kebun Belum Ada Titik Temu, Warga Somor Surati Instansi

    Sengketa Lahan Kebun Belum Ada Titik Temu, Warga Somor Surati Instansi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Terkait sengketa lahan kebun seluas 504 hektar, dengan PT Selatan Jaya Permai, Unapsin, warga Desa Somor, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan mengirim surat desakan agar Pemerintah Pusat turun tangan terkait sengketa lahan tersebut. Unapsin mengirim surat ke sejumlah pimpinan lembaga termasuk ke Kantor Staf Kepresidenan RI.

    “Untuk mencari keadilan, saya sudah melayangkan surat kepada sejumlah lembaga tinggi negara seperti Kantor Staf Kepresidenan RI, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ombudsman RI hingga beberapa instansi di Kabupaten OKI seperti Dinas Pertanahan Kabupaten OKI, Ketua DPRD Kabupaten OKI, Badan Pertanahan Nasional OKI, Polres Kabupaten OKI, dan Komnas HAM,” ujar Unapsin, Sabtu (18/9/2021) petang.

    Menurutnya, langkah tersebut sebagai upaya dirinya untuk mencari keadilan. Agar persoalan itu bisa diketahui. Dan bisa dibantu.

    Dijelaskan Unapsin, pihaknya menuntut perusahaan agar segera mengeluarkan lahan mereka dari izin HGU yang dikuasai oleh perusahaan. Karena lahan yang saat ini ditanami karet tersebut akan disertifikatkan.

    “Saya tidak tahu kalau sebelumnya lahan kebun karet yang saya usahakan, masuk izin HGU PT Selatan Jaya Permai. Hal ini baru terungkap ketika saya ingin mengikuti program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL). Karena masuk dalam izin HGU, lahan tersebut tidak bisa disertifikatkan,” terangnya.

    Lahan milik keluarga tersebut, lanjut Unapsin, sudah diusahakan sejak lama, sebelum berdirinya perusahaan perkebunan tersebut. Namun dirinya merasa heran bagaimana bisa lahan milik keluarganya masuk HGU perusahaan.

    “Itu tanah dari nenek buyut kami,” tegasnya.

    Sementara Drs Sang Dewi Rusmin Nuryadin, selalu pendamping dari pihak Unapsin mengatakan, izin HGU yang didapatkan dari perusahaan tidak mengacu aturab yang ditetapkan pemerintar , sehingga tidak prosedural.

    Rusmin menjelaskan, jika ada lahan pihak ketiga yang masuk dalam izin HGU suatu perusahaan ada dua opsi yang harus dilakukan, yakni mengganti rugi lahan pihak ketiga, atau mengeluarkan lahan tersebut dari izin HGU.

    “Nah hal ini tidak dilakukan oleh pihak perusahaan,” ungkap Rusmin.

    Mediasi Tanpa Hasil

    Sebagai upaya penyelesaian sengketa antara warga Desa Somor dengan Selatan Jaya Permai, pemerintah sempat memediasi. Dedy Kurniawan S.STP, Kepala Dinas Pertanahan OKI mengatakan, sudah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak sebanyak 5 kali namun sampai saat ini belum juga menemui kesepakatan yang mengarah ke win-win solution.

    “Terakhir pada tanggal 15 Februari 2021 lalu dimana hasil pertemuan itu disepakati kalau pihak perusahaan dan pihak Unapsin akan melakukan pengukuran ke lokasi lahan yang disengketakan. Namun pihak perusahaan tidak menemui, sehingga belum ada penyelesaian,” terang Dedi, ketika dikonfirmasi.

    Menurut Dedy, pihaknya terus berupaya menjadi penengah dalam persoalan ini. Kalaupun tetap tidak menemui kesepakatan. Maka terpaksa kedua pihak menempuh jalur hukum.

    “Kedua pihak sama-sama mengklaim memiliki bukti-bukti atas kepemilikan lahan tersebut. Dimana pihak perusahaan memiliki surat izin pembebasan hutan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Sedangkan pihak Unapsin memiliki surat kepemilikan juga,” tandasnya. (dhi)

  • Dandim 0402/OKI Patroli Pakai Helikopter Pantau Karhutla

    Dandim 0402/OKI Patroli Pakai Helikopter Pantau Karhutla

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos beserta Kasdim 0402/OKI Mayor Chk Ernanda Laksanawan SH MH, bersama tim satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Sinar Mas Group. Yang dipimpin Mares Prabadi, Fire Operation Management (FOM) Head-Regional Palembang Bumi Andalas Permai (BAP), melakukan patroli udara sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (17/9/21).

    Dandim beserta rombongan melakukan patroli dari udara menggunakan helikopter milik Sinar Mas Group.

    “Kegiatan patroli udara ini dilaksanakan lebih kurang 1 jam, guna memantau dan memastikan titik-titik api di wilayah Kabupaten OKI dan Ogan Ilir. Dan Alhamdulilah pada saat patroli udara tadi, sebagian wilayah yang dilewati turun hujan terutama di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten OKI,” ujar Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos kepada suarapublik.id melalui keterangan tertulis, Jumat (17/09/2021).

    Letkol Czi Zamroni menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan udara, titik api di kedua wilayah yaitu OKI dan Ogan Ilir sudah menurun drastis. Namun masih terdapat beberapa titik api yang berskala kecil dengan lokasi yang cukup sulit dijangkau.

    “Dan pihak kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penanggulangan,” sebut Letkol Czi Zamroni.

    Menurutnya, Kodim 0402/OKI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres dan instansi terkait lain, akan terus melakukan patroli ke titik-titik rawan Karhutla.

    Termasuk mengedukasi masyarakat agar sama-sama menjaga lahan dari bahaya Karhutla dan tak membuka lahan dengan cara dibakar.

    “Masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran lahan juga bisa menginformasikan ke satgas karhutla, baik itu ke Kodim, Polres dan BPBD maupun instansi terkait lainnya,” kata Zamroni.

    “Saya berharap kita terus melakukan kegiatan ini dengan rutin minimal satu bulan sekali dengan bergerak bersama dengan tim Satgas,” pungkasnya. (dhi)

  • Pesisir OKI Jadi Fokus Pemulihan Mangrove

    Pesisir OKI Jadi Fokus Pemulihan Mangrove

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kehutanan Sumsel akan mengupayakan pemulihan lahan mangrove yang rusak, akibat tambak udang di kawasan pesisir pantai Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    “Wilayah OKI yang akan kita sasar dengan penanaman mangrove kembali. Karena wilayah itu paling banyak yang rusak akibat tambak udang,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Pandji Tjahjanto, Sabtu (31/7/2021).

    Dikatakan Pandji, pihaknya akan melakukan rehabilitasi atau penanaman kembali kawasan mangrove serta pengembalian fungsi hutan dengan cara bertahap, karena memakan waktu.

    “Untuk rencana teknis penanaman mangrove sudah kita pikirkan. Tinggal pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun,” katanya.

    Dengan adanya mangrove akan menjadi tempat bagi hewan-hewan laut. Seperti udang, ikan, lobster, kepiting dan beberapa satwa lainnya. Karena itu keutamaan hutan mangrove adalah untuk menahan abrasi dan gelombang laut ke daratan.

    “Masyarakat khususnya nelayan sebenarnya sudah punya kesadaran tinggi untuk memelihara. Sebab, mereka juga hidup dari hasil tangkapan di hutan mangrove. Tapi beberapa masih ada yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

    Di Sumsel ada sekitar 112.000 hektare (ha) lahan mangrove, dan sekitar 750 ha akan direhabilitasi agar kembali ke fungsi awalnya.

    “Selama ini mangrove di Sumsel banyak ditebang masyarakat untuk tempat budidaya udang. Setelah dianggap tidak menghasilkan mereka meninggalkan tambak begitu saja dengan kondisi mangrove rusak dan tanpa perbaikan,” ungkap Pandji. (Nat)