oleh

Kejar Target Herd Immunity 70%, Kodim 0402/OKI Genjot Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Komando Distrik Militer (Kodim) 0402 OKI terus menggenjot vaksinasi covid-19 bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Polkes 02.10.02 Kayuagung, guna merealisasikan target Herd Immunity 70%.

Lewat metode door to door, vaksinasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari.

Menurut Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.Sos dengan akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari tersebut maka target herd immunity (kekebalan komunal) mencapai 70% dapat terwujud pada akhir tahun 2021.

“Door to door vaksin yang dilakukan Kodim 0402/Oki mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara seperti Afrika, Eropa, Filipina, Amerika Serikat, dan India. Ini merupakan solusi yang efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran Covid-19,” papar Dandim.

Letkol Czi Zamroni mengungkapkan metode ini terbukti dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses vaksin. Selain itu dapat pula menjangkau individu yang takut keluar rumah untuk menghindari tertular Covid-19.

“Kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar SMP-SMA yang digelar Kodim 0402/Oki di Polkes 02.10.02 Kayuagung dalam upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa, apalagi saat ini penularan di kalangan pelajar cenderung naik. Anak menjadi salah satu spreader (penularan) di klaster keluarga yang berkontribusi 85% dari total kasus positif di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Zamroni, kasus positif pada anak-anak yang tertular terus meningkat, sehingga TNI fokus pada anak-anak SMP dan SMA.

“Karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa,” ujar Dandim saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi pelajar di Polkes 02.10.02 Kayuagung Kabupaten OKI, pada Selasa (21/9/2021).

Zamroni menegaskan, kegiatan ini adalah atas perintah Panglima TNI, setelah sebelumnya para guru-guru divaksin.

“Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5M, maka proses belajar mengajar baik tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar online dapat terselenggara dengan baik. Tentunya prorgam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai jenis uji klinis,” katanya.

”Oleh karena itu diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster sekolah, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19,” imbuh Zamroni.

Seperti diketahui satu diantara sembilan kasus positif adalah anak-anak dan jumlah anak Indonesia yang tertular Covid-19 sebanyak sembilan persen dari total yang terinfeksi. Data pada Selasa (14/9/2021) menunjukkan dari 10,7% kasus positif Provinsi Sumsel adalah kasus anak.

Untuk itu, lanjut Zamroni, para orang tua dan para pelajar SMP-SMA tidak perlu takut dan khawatir dengan berbagai berita hoax dan fake news yang beredar di dunia maya.

”Vaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang lain. Apalagi saat ini belum ada jenis proteksi lain dalam menghadapi Covid-19 sebaik yang diberikan vaksin,” pungkasnya. (dhi)

Komentar

Berita Hangat Lainya