Category: Empat Lawang

  • Tahun Ini Pembangunan Kolam Retensi Dilanjutkan 

    Tahun Ini Pembangunan Kolam Retensi Dilanjutkan 

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Pembangunan kolam retensi yang berada di jalan lingkar Kecamatan Tebing Tinggi, sampai saat ini belum selesai dan proyek terkesan terbengkalai.

    Padahal, keberadaan kolam tersebut direncanakan akan menjadi salah satu tempat masyarakat rekreasi, khususnya yang berada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Atau untuk berlibur di akhir pekan karena di Tebing Tinggi belum banyak tempat yang bagus untuk nongkrong dan bersantai.

    “Kalau tidak salah, kolam ini mulai dibangun sejak pertengahan tahun 2020. Namun sampai sekarang belum selesai dan bahkan sudah ditumbuhi oleh rerumputan liar yang menjulang. Bahkan ada beberapa besi tempat duduk lnya yang sudah rusak,” kata Oci, salah seorang warga, Kamis (5/8/2021).

    Padahal menurutnya, kalau kolam yang terinspirasi dari Kambang Iwak (KI) Palembang ini selesai dan terawat, pasti akan ramai dan bahkan bisa menjadi ikon Baru di Empat Lawang .

    “Jelas ramai kalau memang benar ada trek jogging, taman untuk santai, dan sarana olah raga lainnya. Apalagi kalau kolam ini diisi dengan ikan yang hanya boleh dipancing oleh masyarakat sekitar,” ucapnya.

    Amin, warga lainnya juga berharap agar pemerintah serius dalam memajukan Kabupaten Empat Lawang. Seperti halnya membangun infrastruktur guna membuat Empat Lawang lebih baik lagi ke depannya .

    “Jangan untuk liburan saja kita harus pergi ke kabupaten tetangga. Karena tidak punya tempat yang nyaman untuk bersantai. Kami sebagai masyarakat hanya bisa berharap, semoga kabupaten kita tidak ketinggalan jauh dengan daerah lain,” ungkapnya.

    Terpisah Kapala Dinas PUPR Empat Lawang Ismail Hakim saat dikonfirmasi mengatakan, tahun ini diusahakan akan menyambung lantai paving blok yang baru setengah terpasang.

    “Tahun ini gaweannyo cuma nyambung pemasangan paving blok keliling. Jadi diusahakan nyambung,” ucapnya. (Alf)

     

  • Lapas Kelas 2B Tebing Tinggi Gencar Razia Kamar Warga Binaan

    Lapas Kelas 2B Tebing Tinggi Gencar Razia Kamar Warga Binaan

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Petugas Lapas Kelas 2B Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, gencar melakukan razia di blok kamar hunian para warga binaan, Rabu (4/8/2021).

    Kalapas Ridwantoro di dampingi Kepala KPLP A Hamid mengatakan, razia itu dilakukan secara acak, agar tidak ada pilah pilih kamar yang diraziakan. “Kami razia secara acak,” kata Hamid, Rabu (4/8/2021).

    Dikatakannya, giat razia ini dilakukan untuk mengantisipasi temuan-temuan seperti HP, dan barang tajam serta jenis barang lainnya. “Kegiatan ini kami inggi memastikan agar semua kamar di blok clear bersihaei barang yang dilarang,” ujarnya.

    Dalam seminggu terakhir ini saja, sudah tiga kali melakukan razia kamar warga binaan. Razia yang sama akan terus menerus dilakukan walau pengetatan barang atau benda yang masuk telah dilakukan.

    “Giat pagi hari razia dan periksaan kamar hunian lapas Empat Lawang, sebagai usaha untuk mendeteksi secara dini keadaan aman terkendali,” tandasnya. (Alf)

  • Berdalih Sakit Hati, Seorang Petani Lakukan Percobaan Perkosaan

    Berdalih Sakit Hati, Seorang Petani Lakukan Percobaan Perkosaan

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Seorang petani IG (48), warga Dusun Satu Desa Nanjungan, Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang ditangkap polisi karena diduga melakukan percobaan pemerkosaan terhadap RS (43), warga dusun 1, Desa Nanjungan, Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang.

    “Ia kami tangkap atas laporan dari suami dan keluarga korban,” ujar Kapoles Empat Lawang AKBP Patria Yudha Rahadian SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Wanda Dira Bernard SIk, Rabu (4/8/2021).

    Kasat mengatakan, pelaku ditangkap di kediamannya di Dusun 1, Desa Nanjungan, Selasa (4/7/2021).

    “Pelaku ditangkap kemarin, kami mengepung rumahnya lalu menangkapnya,” kata Kasat.

    Sementara itu, kata Kasat, pelaku mengaku melakukan percobaan pemerkosaan itu dilatari oleh sakit hati yang dipendamnya.

    “Pengakuannya dia (pelaku) sakit hati karena istrinya selingkuh sama ayah korban,” beber Wanda.

    Lebih lanjut Kasat Wanda mengatakan, aksi percobaan pemerkosaan itu dilakukan pada Sabtu (10/7/2021) lalu, sekitar pukul 03 : 00 pagi. Bertempat di rumah korban. Saat itu, korban berada dalam kamar, pelaku masuk melalui jendela kamar kemudian menuju ke kelambu korban. Sesampai di dalam kelambu, pelaku langsung memegang korban dan memaksa untuk menyetubuhi korban. Sontak aksi itu korban kaget dan berteriak lalu menendang pelaku.

    Akhirnya korban berhasil keluar meminta pertolongan dari suami dan keluarga. Sementara pelaku saat ditanya suami dan keluarga korban, berdalih nekat melakukan percobaan pemerkosaan itu karena sakit hati istrinya selingkuh pada ayah korba.

    Untuk mengonfrontasi hal tersebut, istri pelaku didatangkan untuk ditanyai. Dia mengatakan bahwa tuduhan selingkuh tersebut tidak benar. “Lalu korban beserta keluarga melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

    Ditambahkannya, mendapat laporan tersebut, Opsnal Tim Elang Polres Empat Lawang bersama gabungan Unit PPA melakukan penyelidikan terhadap laporan polisi tersebut. Kemudian polisi mengendus keberadaan pelaku yang sedang berada di rumahnya.

    Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolres Empat Lawang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Alf)

  • Jalan Provinsi Banyak Rusak dan Berpotensi Ambles

    Jalan Provinsi Banyak Rusak dan Berpotensi Ambles

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Sebagai daerah perbukitan, sejumlah jalan kabupaten dan jalan provinsi di wilayah Kabupaten Empat Lawang rentan terjadi bencana longsor. Setiap tahun, puluhan lokasi jalan dipastikan mengalami longsor akibat tergerus air hujan.

    Tak hanya itu, beberapa titik jalan juga retak-retak bahkan ada di antaranya ambles. Kerusakan pada jalan ini jelas mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan. Bahkan banyak di antara pengendara motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas, lantaran jalan ambles dan berada di posisi tikungan.

    Jalan ambles dan retak-retak ini, banyak terdapat di sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Tebing Tinggi- Talang Padang, Pendopo-Ulu Musi, dan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

    “Beberapa lokasi jalan ambles yang sempat kami kunjungi, di antaranya di Desa Lingge, kawasan Tebing Kemang, dan Talang Randai, Kecamatan Paiker.

    Jalan ambles di kawasan Desa Lingge mencapai 3 meter dengan kedalaman 3 meter. Beronjong penahan longsor juga sudah ambles ke Sungai Musi, sehingga berpotensi kembali longsor apabila terus diguyur hujan. Jalan ambles ini juga membahayakan pengguna jalan, lantaran lokasinya berada persis di sebuah tikungan tajam.

    Begitu pula jalan retak dan berlobang yang berpotensi ambles, yakni di kawasan Tebing Kemaang, Desa Kembahang Baru. Jalan yang berpotensi Amblas secara berangsur-angsur dan melebar hingga badan jalan yang cukup sempit bertambah sempit. Kondisi ini sangat menyulitkan para pengendara kendaraan roda empat saat akan melintasi daerah tersebut. Bila tidak hati-hati, maka kecelakaan lalu lintas mengancam kendaraan yang melintas tersebut.

    Warga setempat sangat berharap agar pemerintah provinsi, selaku penanggungjawab dalam hal pemeliharaan jalan yang diketahui baru selesai dibangun ini, untuk segera melakukan perbaikan. Karena apabila tidak diperbaiki, amblesnya jalan bisa memutuskan badan jalan.

    “Masyarakat sangat mengharapkan perbaikan jalan ini karena khawatir terjadi laka lantas yang bisa merengut nyawa. Apalagi jalan ini jalan utama yang ramai di lintasi masyarakat,” Oci (45), warga Desa Kembahang Baru.

    Hal senada dikatakan, Sunan (38), warga Desa Talang Padang juga mengharapkan perbaikan jalan tersebut. Karena apabila ada kendaraan yang terjebak akan terjatuh ke jurang yang cukup dalam. Tidak hanya jalan amblas, tetapi kondisi jalan yang sudah rusak parah juga dapat segera diperbaiki.

    “Jangankan pengendara yang jarang melewati jalan itu. Sedangkan kita yang sering melintasinya nyaris saja terjebak ke jalan amblas itu. Karena tempatnya di tikungan, sehingga tidak terlihat dari kejauhan. Yang lebih susah lagi, kendaraan yang besar, karena badan jalan yang dahulunya memang sempit bertambah sempit,” ujarnya.

    Hasil pantauan di lapangan, kerusakan jalan umumnya disebabkan oleh faktor alam sekitarnya. Sekedar untuk diketahui, Kabupaten Empat Lawang berada pada ketinggian wilayah yang bervariasi, antara 100 sampai dengan 700 meter dari atas permukaan laut.

    Wilayah barat – timur memiliki ketinggian antara 150-450 meter di atas permukaan laut. Daerah dengan ketinggian antara 300-450 meter di atas permukaan laut mencakup areal seluas 64 %.

    Pada wilayah Selatan Timur merupakan wilayah di daerah pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian rata-rata antara 600-700 meter di atas permukaan laut. Sedangkan ke arah Utara Timur, memiliki ketinggian antara 150-250 meter di atas permukaan laut, relatif datar dibandingkan dengan wilayah lainnya.

    Dengan kondisi wilayah tersebut, sangat wajar bila beberapa lokasi jalan di kawasan Kabupaten Empat Lawang rawan terjadi amlas dan longsor. Bagi para pengendara, tentunya harus selalu waspada dan lebih berhati-hati setiap melintasi kawasan jalan di wilayah Kabupaten Empat Lawang. (Alf)

  • Obat dan Oksigen Empat Lawang Masih Aman

    Obat dan Oksigen Empat Lawang Masih Aman

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, memastikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk pasien sejauh ini masih aman.

    Dikarenakan, sejauh ini pasokan logistik oksigen untuk RSUD setiap hari selalu ditukarkan dari perusahaan pemasok.

    Hal ini diungkap Direktur RSUD Tebing Tinggi, dr Devy Andrianty melalui Kasi Pelayanan Penunjang Medis, Oktaria Anggraini mengatakan, sejauh ini ketersedian oksigen RSUD Tebing Tinggi ada 40 tabung, stok free 10 tabung atau 15.000 Liter.

    “Dari ketersedian oksigen yang ada dibandingkan dengan kasus Covid yang dirawat masih mencukupi untuk pasien Covid-19 yang dirawat RSUD Tebing Tinggi,”  kata Oktaria saat dikonfirmasi.

    Masih dikatakan Oktaria, untuk ketersediaan oksigen di RSUD Empat Lawang keadaan aman. Dikarenakan pemasok oksigen selalu ditukar setiap hari, sehingga tidak ada kendala untuk ketersediaan oksigen  “Sejauh ini tidak ada masalah kekurangan, oksigen tersebut dipastikan mencukupi. Apalagi rumah sakit sudah ada MoU dengan perusahaan pemasok oksigen yang ada di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Sekarang lagi ramai pasien satu hari bisa menghabiskan 15-20 Tabung oksigen perhari. Hal ini masih mampu menampung pasien Covid-19 sekitar 10 orang pasien yang sedang di rawat atau isolasi di RSUD Tebing Tinggi,” jelasnya.

    Selain itu, katanya, selain ketersediaan tabung oksigen terbilang aman, juga obat-obatan untuk pasien juga masih tersedia bagi pasien Covid-19. “Obat antibiotik, antivirus, anti demam dan vitamin, masih tersedia, kalau hanya untuk pasien Covid-19,” tutupnya. (alf)

  • Jembatan Ponton Diprediksi Selesai Agustus 2021

    Jembatan Ponton Diprediksi Selesai Agustus 2021

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Jembatan Musi penghubung Kecamatan Ulu Musi dengan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), atau yang akrab disebut Jembatan Ponton, diproyeksikan akan selesai Agustus 2021 ini.

    Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, H Ismail Hakim melalui Kabid Bina Marga, Eko Purwanto saat dibincangi wartawan di ruang tugasnya, Senin (2/8/2021).

    Disampaikannya, semua proses pembangunan jembatan itu, memang bukan pihaknya yang mengerjakan. Namun jika selesai nanti, jembatan itu akan diserahkan oleh pihak pelaksana kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang.

    “Yang mengerjakan adalah pihak Balai di kementerian. Kalau nanti sudah, akan diserahkan ke kita,” kata Eko.

    Karena, lanjut Eko, pihak balai yang mengerjakan, pihaknya belum tahu progres pembangunan jembatan tersebut. “Mereka juga belum menyampaikan laporan ke kita sejauh mana progresnya. Yang pastinya, Agustus insyaalah selesai,” ujarnya.

    Rencananya dijelaskan Eko, eks material jembatan lama, akan diangkat. Pihaknya berencana akan memperbaiki material eks jembatan lama itu menjadi jembatan bailey. 

    “Nanti dapat dipergunakan saat terjadi kondisi darurat,” jelasnya. (Alf)

  • Stok Gula Pasir Berkurang, Harga Naik

    Stok Gula Pasir Berkurang, Harga Naik

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Harga Gula pasir di pasaran mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Dari harga semula berkisar pada Rp 11.000 perkilogram, kini menembus angka Rp 12.000. Hal ini diperkirakan terjadi akibat berkurangnya pendistribusian gula pasir dari produsen, sehingga gula mulai mengalami kelangkaan.

    Pantauan di pasar Pulau Emas Tebing Tinggi, harga gula yang ditawarkan para pedagang berkisaran Rp 12.000. Sebelumnya, harga salah satu dari sembilan bahan pokok ini berkisaran Rp 11.000, sehingga kenaikan harga diperhitungkan mencapai Rp 1.000 perkilogram. 

    Sementara stok yang dimiliki para pedagang mulai menipis. Hal ini disebabkan karena kurangnya produksi dari produsen.

    Berkurangnya stok ini terjadi sejak sepekan terakhir, sehingga harga gula di sejumlah pedagang di kawasan pasar Tebing Tinggi mengalami kenaikan. Harga yang ditawarkan tingkat grosir rata-rata seharga Rp 12.000 perkilogram, dari sebelumnya Rp 11.000 perkilogram. 

    Menurut Rasyid (40), salah seorang pedagang, kenaikan harga terjadi karena pasokan dari pabrik untuk dijualkan di tingkat pedagang grosir menurun. “Pasokan gula pasir untuk wilayah Tebing Tinggi berkurang dari pabrik ataupun dari agen yang mendistribusikan ke pedagang di tingkat pengecer,” ungkapnya. 

    Dikatakanya, kenaikan harga gula pasir sudah terjadi di tingkat pabrik. Fluaktif harga gula pasir terjadi selama dua pekan terakhir, membuat dia tidak berani menyimpan stok banyak guna menghindari kerugian.

    “Kenaikan harga gula pasir ini menyebabkan kebanyakan pembeli mengurangi jumlah gula pasir yang dibeli. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah guna menstabilkan harga gula pasir seperti semula,” terangnya.

    Sementara itu, Saman (45), salah seorang pembeli menuturkan, naiknya harga gula pasir ini membuat dirinya merasa rugi. Sebab, untuk menjalankan roda bisnisnya sebagai pengusaha gorengan agak terkendala dengan naiknya harga gula pasir.

    “Saya berharap naiknya gula pasir ini tidak berlarut-larut dan lama,” harapnya. (alf)

  • Pakai Pistol Mainan, Culik Wanita Idaman, dan Berakhir di Kepolisian

    Pakai Pistol Mainan, Culik Wanita Idaman, dan Berakhir di Kepolisian

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Kusuma (47) Binti Hastuti, warga desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang menjadi korban penculikan yang dilakukan Wawan (39) Bin Supri Warga Desa Kemang Manis Kecamatan Tebing Tinggi, Sabtu (26/7/2021) lalu sekitar pukul 20.00 wib di rumah korban.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Empat Lawang AKP Wanda Dhira Bernard, S.IK mengatakan, pelaku ditangkap saat berada di jalan umum Desa Aur Gading. Dan saat diamankan ditemukan di badan pelaku ada satu pistol mainan.

    “Pelaku (Wawan, red) ditangkap, Kamis (29/7/2021) sekitar pukul 21.30 wib, di Jalan Desa Aur Gading. Menemukan satu buah pistol mainan dan pelaku langsung dibawa dan diamankan di Polres Empat Lawang guna dimintai keterangan lebih lanjut. Pelaku dikenakan pasal 328 kasus tindak pidana penculikan,” katanya, Sabtu (31/7/2021).

    Diceritakan Wanda, kejadian berawal pada hari Sabtu (26/7/21) sekitar pukul 20.00 Wib, bertempat di rumah korban di Desa Aur Gading.

    Pada saat korban sedang berada di dalam rumahnya lanjut Wanda, datanglah pelaku dengan cara merusak dinding rumah yang terbuat dari kayu untuk masuk ke dalam rumah. Namun nenek korban terbangun saat mendengar suara perusakan dinding yang dilakukan pelaku.

    ”Nenek korban melihat pelaku dan langsung ke dapur untuk mengambil senjata tajam,” ungkapnya.

    Namun, pelaku menemui korban dan mencekik korban dari belakang, serta mengancam korban dengan cara menggunakan senjata tajam yang diarahkan pelaku ke bagian leher korban dan korban sontak langsung berteriak.

    “Melihat korban berteriak pelaku langsung membawa lari korban dengan mengancam korban dengan berkata jika tidak mau ikut, kamu saya bunuh. Dan terpaksa korban mengikuti pelaku, tidak ada orang yang bisa membantu karena rumah korban berjauhan dari rumah warga dan korban dibawa lari pelaku menggunakan motor,” jelasnya. (Alf)

  • Nyetrum Ikan Makin Marak, Dinas Terkait Mengaku Tidak Tahu

    Nyetrum Ikan Makin Marak, Dinas Terkait Mengaku Tidak Tahu

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Aksi penyetruman dan meracun ikan kian marak di Sungai Musi yang melintas di Empat Lawang. Hanya saja, hal ini tidak memperoleh perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Empat Lawang, dalam hal ini Dinas satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Empat Lawang.

    Pemkab melalui dinas terkait dinilai tutup mata. Tidak menidak warga yang melakukan aktifitas penyetruman di Sungai Musi, Kabupaten Empat Lawang.

    Informasi yang dihimpun media ini, aksi beberapa oknum warga yang melakukan penangkapan ikan dengan menyetrum kerap terjadi pada malam hari. Mereka tidak ingin diketahui masyarakat lain.

    “Kan sayang apabila disetrum, karena bukan hanya ikan besar yang akan musnah, ikan-ikan yang masih kecil juga akan terkena dampaknya,’’ ujar Farurozi, salah seorang warga.

    Sementara Kadis Sat Pol PP Kabupaten Empat Lawang H M Taufik dikonfirmasi mengatakan, jika pihaknya belum mengetahui jikalau ada warga Empat Lawang yang menyetrum ikan di sungai. “Belum ada dek mungkin malam hari (dilakukan) makanya tidak ketahuan” katanya singkat via whatssap, Sabtu (31/7/2021).

    Dia menambahkan, jika persoalan larangan menangkap ikan dengan menyetrum atau menggunakan alat berbahaya sudah diatur oleh beberapa desa dan daerah terkait larangan itu.

    “Peraturan larangan itu sudah ada di beberapa daerah seperti kabupaten tetangga, Lahat,” katanya.

    Kasat menghimbau agar kiranya masyarakat tidak menangkap ikan dengan alat dan bahan berbahaya karena dapat merusak ekosistem yang ada.

    Ketika disingung mengenai Perda Empat Lawa No 31 tahun 2008 yang mengatur tentang pelarangan menangkap ikan dengan alat berbahaya dan bahan terlarang, Kadis Sat Pol PP tidak mengetahui itu. (Alf)

  • Harga Karet Tak Kunjung Naik, Petani Makin Menjerit

    Harga Karet Tak Kunjung Naik, Petani Makin Menjerit

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Beberapa bulan terakhir harga komoditi karet di Kecamatan Tebing Tinggi, semakin anjlok dan tak kunjung naik. Saat ini harga salah satu hasil komoditi perkebunan di Kabupaten Empat Lawang itu, hanya tembus Rp 6000 perkilogram. 

    Kondisi ini membuat petani menjerit, apalagi disusul juga dengan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok (Sembako, red). “Pengepul cuma sanggup membeli Rp 6000 perkilogram. Kalau kita bawa hasil sadapan ke touke di pasar, terkendala biaya angkut cukup mahal,” keluh Effendi (36), petani karet di Desa Pancurmas Kecamatan Tebing Tinggi.

    Kata Effendi, meskipun harga karet anjlok drastis, petani tidak bisa menghentikan aktifitas penyadapan karena desakan kebutuhan ekonomi. Seyogyanya jika harga karet normal di kisaran Rp 9000 perkilogram, dalam dua hari petani bisa mendapatkan sekitar Rp 180 ribu untuk 20 kilogram karet.

    Itupun jika punya kebun karet sendiri dengan rata-rata hasil sadapan 20 kilogram. Lebih miris lagi, kata Effendi, sebagian besar petani adalah buruh sadap yang harus membagi tiga hasil panen. “Dua hari disadap harus libur satu hari, agar kondisi pohon karet tetap stabil,” jelas Effendi menambahkan. Kalau disadap tiap hari maka pohon karet akan stres dan kuantitas getah pun berkurang.

    Senada dilontarkan Bur (43), petani lainnya, anjloknya harga karet membuat petani kian sulit. Dijelaskannya, harga karet di pengepul keliling hanya Rp 6000 perkilogram. Tapi kalau dibawa ke tauke besar hanya mencapai kisaran Rp 8000 – 9000 perkilogram. “Harapannya harga karet bisa normal lagi, apalagi sekarang kebutuhan ekonomi meningkat akibat kenaikan harga BBM,” ungkapnya.

    Sementara itu Sul, touke karet mengakui, anjloknya harga karet terjadi beberapa bulan terakhir. Untuk jenis kualitas baik atau tatal jarang (TJ) masih dalam kisaran Rp 9000 perkilogram, sedangkan jenis tatal sedang (TS) bisa jadi tembus Rp 6500 atau dibawah lagi perkilogramnya. Tergantung juga harga dari pengepul keliling, karena sebagian besar petani lebih memilih menjual di kebun langsung dijemput. 

    “Kita belum tahu kenapa harga karet turun, tapi pengaruh kualitas juga sangat penting,” katanya menambahkan. Hingga saat ini kualitas produksi karet dari Tebing Tinggi belum begitu diminati. Jadi wajar saja kalau harga jual berbeda jauh dengan di daerah lain seperti Musirawas.

    Mengenai anjloknya harga tingkat tauke, petank tidak bisa berbuat banyak. Karena yang mematok harga itu pengumpul besar dan perusahaan pengepresan (remiling). Namun ya itu tadi, jika kualitas karet lebih baik tentu harga jual akan lebih meningkat. “Kita harus perbaiki kualitas hasil produksi dulu, nah ini perlu dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah,” imbuhnya. (Alf)

  • Petugas Jaga Kontainer Sampah Mengundurkan Diri, Dua Bulan tak Digaji

    Petugas Jaga Kontainer Sampah Mengundurkan Diri, Dua Bulan tak Digaji

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Sopyan, salah seorang penjaga kontainer sampah di Pasar Pulau Emas Kecamatan Tebing, mengeluhkan masalah pendapatanya. Selama dua bulan ia bekerja, yaitu dari bulan Januari sampai April 2021, belum ada dibayar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Empat Lawang.

    Berdasarkan pengakuan Sopyan dirinya saat ini sudah mengundurkan diri menjadi petugas jaga kontainer, karena tidak sanggup lagi mengurusi sampah yang tak bergaji.

    “Bulan Januari – Februari itu normal (dibayar), tapi untuk bulan Maret cuma dibayar seratus ribu dengan alasan cuma dua hari bekerja. Sedangkan bulan April pernah saya tanya, kata Kabid Sampah B3, tunggu pencairan berikutnya. Namun saat pencairan berikutnya gaji saya tidak dibayarkan juga,” kata Sopyan, Senin (26/07/2021). Sopyan adalah buruh harian, dengan pendapatan perhari Rp 50 ribu.

    Dikatakan Sopyan, dirinya telah mendatangi dan menanyakan hal ini kepada bendahara dan kepala bidang Sampah B3. Dan meminta gajinya di bulan April. Namun, tetap saja ia tidak memperoleh apa yang menjadi haknya, dengan alasan nama Sopyan tidak dimasukan dalam list penerima gaji.

    “Pernah saya tanya ke bendahara, katanya nama Sopyan tidak ada, tidak dimasukan, dengan alasan tidak pernah masuk bekerja. Padahal saya selalu bekerja dari Januari sampai bulan April,” ungkapnya

    Dirinya berharap kepada pemerintah kabupaten Empat Lawang untuk memberikan gaji yang selalu dinanti-nantikan itu sesuai pekerjaannya yang selama ini dikerjakan.

    “Saya mau gaji saya di bulan April itu dibayar, itu saja, tidak ada mau yang lainya,” tuturnya

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Irtansi dikonfirmasi mengatakan, bahwa hal tersebut adalah urusan bendahara, serta kepala bidang (Kabid) yang bersangkutan.

    “Masalah gaji yang bayar adalah kepala bidang dan bendahara. Silahkan hubungi kepala bidang dan bendahara,” katanya singkat. (Alf)

  • Kasus Covid 19 Melonjak, Empat Lawang Zona Oranye

    Kasus Covid 19 Melonjak, Empat Lawang Zona Oranye

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Kasus terkonfirmasi postif di Kabupaten Empat Lawang melonjak tajam. Menurut data dari satgas Covid 19 selama kurun waktu dua pekan ini, ada 40 kasus tambahan konfirmasi positif covid 19.

    Dengan terus bertambahnya jumlah yang terkonfirmasi covid ini Kabupaten Empat Lawang dinyatakan menjadi zona orange. Padahal beberapa waktu lalu sempat zona hijau.

    Jubir Satgas Covid 19 Empat Lawang, dr Arga Sena dikonfirmasi mengatakan, konfirmasi positif terbaru berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Muara Pinang dan Kecamatan Pendopo.

    “Memang dalam dua pekan ini, terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Empat Lawang sebanyak 33 orang terkonfirmasi positif,” kata Arga Sena.

    Berikut data yang diberikan oleh Jubir Satgas Covid 19, per hari Kamis  (22/7/2021), kasus Positif Kumulatif sebanyak 165 orang, asimtomatik 46 orang, simtomatik 119 orang, sembuh 126 orang, meninggal 13 orang, proses 26 orang, dirawat 11 orang, isolasi mandiri sebanyak 15 orang.

    Untuk penularannya sendiri dijelaskan Arga, ke 40 pasien postif Covid-19 tersebut, itu mayoritas bergejala. “Ada yang dari kontak erat, ada juga yang dari suspek,” ujarnya.

    Untuk yang meninggal dunia di bulan Juli lanjut Arga, dengan status positif berdasarkan hasil PCR itu hanya satu orang. Tapi kalau yang meninggal berdasarkan protokol kesehatan itu belum dimasukan didata.

    “Karena selama ini hal itu tidak dilaporkan ke provinsi. Paling nanti kita rekap dulu karena datanya itu tersebar dimana-mana,” ujarnya.

    Dirinya tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Empat Lawang, agar tetap taat terhadap protokol kesehatan. Mengingat saat ini Empat Lawang sedang dalam titik penyebaran tertinggi. Sebab kasus positif hampir setiap hari ditemukan.

    “Masyarakat diharapkan tetap taat dengan protokol kesehatan, memeriksakan diri ke Faskes apabila memiliki gejala infeksi saluran napas, melaporkan kepada RT, RW, Kades atau Lurah. Apabila melihat kerumunan yang tidak menerapkan prokes, atau melihat orang yang sedang dalam kondisi isolasi mandiri tetapi tetap beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.

    Berikut data perkembangan terkini Covid-19 di kabupaten Empat Lawang, Kamis 22 Juli  2021 adalah sebagai berikut :

    Kasus Positif (Kumulatif) : 165
    Asimtomatik : 46
    Simtomatik : 119
    Sembuh : 126
    Meninggal : 13
    Proses : 26
    Dirawat : 11

    Isolasi Mandiri : 15
    Kasus Suspek : 323
    Proses pengawasan : 0
    Discarded  : 181
    Probable : 23

    Suspek Menjadi Konfirmasi : 119
    Kontak Erat : 1233
    Kontak erat menjadi konfirmasi : 46
    Kontak Erat Menjadi Suspek : 65
    Proses  : 90
    Discarded  : 1032
    (Alf)

  • Halangi Tugas Wartawan, Ketua PWI Empat Lawang akan Lapor Polisi

    Halangi Tugas Wartawan, Ketua PWI Empat Lawang akan Lapor Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Empat Lawang akan melaporkan tindakan oknum pegawai Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Empat Lawang ke Polres Empat Lawang. Atas pelarangan wartawan meliput kegiatan, malam grand final Pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang, Rabu malam (21/7/2021), di gedung Serbaguna  (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang.

    “Saya sangat kecewa dan menyesali atas tindakan dari oknum pegawai dari Dinas Pariwisata tersebut. Melarang wartawan masuk gedung untuk meliput kegiatan ajang pemilihan bujang gadis empat lawang,” kata Ketua PWI Empat Lawang, Beni Syafrinm.

    Beni menerangkan, akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang dan PWI Sumsel.

    “Hari ini saya bersama pengurus PWI akan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang, terkait pelarangan wartawan, jelas tidakan tersebut melanggar UU Pers. Menghalangi kebebasan Pers.” terangnya

    Lebih lanjut Beni, menerangkan pelarangan bagi wartawan untuk meliput kegiatan tersebut sama sekali tidak beralasan. Hal itu sama saja dengan melakukan pemberedelan terhadap wartawan. Nyaris serupa dengan ulah pemerintahan di zaman orde baru.

    Sementara dimasa pandemi wartawan merupakan salah satu garda terdepan dalam menyampaikan prokes serta perubahan prilaku di masyarakat dimasa pandemi covid-19.

    “Apa yang dilakukan oleh oknum pegawai serta pihak Dinas Pariwisata terhadap wartawan yang akan melakukan kegiatan jurnalistik untuk meliput kegiatan pemerintah itu. Sama halnya dengan memberedel dan membungkam wartawan,” tegasnya.

    Di era sekarang masih saja ada saja pihak terlebih lagi pemerintah, yang melarang wartawan melakukan liputan tidak ubahnya. Membunuh profesi wartawan, padahal kegiatan atau aktivitas wartawan melakukan liputan itu diatur didalam Undang Undang. Bukan peraturan presiden atau peraturan pemerintah daerah. Artinya hukum yang diatur dalam undang-undang itu adalah hukum tertinggi.

    “Sepertinya pembunuhan terhadap profesi wartawan seperti zaman orba sudah mulai muncul dan perlahan-lahan diterapkan dan dilegalkan,” tandasnya. (Alf)

  • Kapolres Empat Lawang Kurban 5 Ekor Sapi dan 1 Kambing

    Kapolres Empat Lawang Kurban 5 Ekor Sapi dan 1 Kambing

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG | Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu SiK, kurban lima ekor sapi dan 1 ekor kambing. Rencananya akan disembelih hari ini, Rabu (21/7/2021), di Mapolres Empat Lawang. Dan dagingnya akan dibagikan langsung dengan masyarakat.

    “Satu ekor sapi kemarin sudah diserahkan ke panti asuhan Muhammadiyah untuk diolah, dan hari ini 4 ekor sapi dan 1 Kambing akan disembelih di Polres,” kata Kapolres Empat Lawang AKBP Wahyu SiK

    Dijelaskannya, bahwa hewan kurban tersebut, sebanyak satu ekor dari Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M. dan dari alumni Mang Pedeka, PJU Polres Empat Lawang, serta Kapolsek dan anggota lainnya.

    “Dari saya 1 ekor, terus dari pak kapolda, dari kawan alumni Mang Pedeka Jero, dari para PJU Polres, dari para kapolsek, dan dari anggota juga ada. Pokoknya 1 sapi tujuh orang nama, satu ekor kambing 1 nama,” terangnya.

    Lanjutnya, untuk pembelihan tetap mematuhi protokol Covid-19. “Daging kurbannya nanti akan kita bagikan langsung dengan masyarakat guna menghindari kerumunan.

    “Pembagian diantar langsung ke masyarakat, tidak menggunakan kupon,” jelasnya.

    Sementara Itu, Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Empat Lawang, Indra Oktaviro mengatakan, telah melakukan penyembelihan 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing hewan kurban. Satu ekor kambing di antaranya nazar dari warga, di Panti Asuhan Muhammadiyah Tebing Tinggi, Rabu (21/7/2021).

    “Kemarin kita mendapat satu ekor sapi kurban dari Kapolres Empat Lawang, dan  sudah kita sembelih tadi. Lalu, 1 ekor Sapi dan 1 ekor kambing hewan, serta 1 ekor  kambing nazar dari warga yang minta di sembelih dan di doakan oleh anak panti untuk kesehatan anaknya,” kata Indra.

    Dituturkannya, hewan kurban dan Nazar tersebut sudah dipotong, di bagikan dengan warga Muhammadiyah di Tebing Tinggi dan di masak di Panti Asuhan, serta dibagikan dengan masyarakat di sekitarnya.

    “Daging kurban dan Nazar tersebut sudah kita bagikan, dengan warga Muhammadiyah, yang ada di tebing tinggi serta yang bekerja di amal usaha Muhammadiyah Tebingi, dan dimasak untuk makan anak Panti Asuhan serta kita bagikan juga dengan masyarakat disekitar yang ada dijalan padang Ajan Tebing Tinggi, dengan cara kita hantarkan langsung kerumahnya,” tandasnya. (Alf,)

  • Geger ! Warga Lintang Kanan Temukan Mayat Laki Laki

    Geger ! Warga Lintang Kanan Temukan Mayat Laki Laki

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Warga Kecamatan Lintang kanan geger. Lantaran ditemukannya sesosok mayat laki laki tergeletak di Sungai Lintang Desa Lesung Batu, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang. Mayat tersebut ditemukan dengan hanya menggunakan celana dalam sekira pukul 18 05 wib, Kamis (15/7/2021).

    Dari informasi yang didapat, mayat laki-laki tersebut adalah Mulkan Bin Jailani (70), warga Desa Rantau Alih Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang.    

    Camat Lintang Kanan, Novi saat dihubungi via telepon seluler membenarkan adanya penemuan sosok mayat laki laki di kecamatan Lintang Kanan.

    “Ya, benar sore tadi ditemukan seorang mayat laki laki, dia warga Rantau Alih,” ungkapnya

    Sementara Kapolres Empat Lawang AKBP Wahyu, S.IK melalui Kapolsek Lintang Kanan Iptu Hermansya menjelaskan, menurut informasi dari Kades Rantau, korban sudah tiga hari meninggalkan rumah dan tidak tahu pergi kemana. Dikarenakan korban sudah pikun/usia lanjut.

    “Korban memang sering pergi dari rumah. Keluarga korban juga sudah mencari korban kemana-mana, dan akhirnya ditemukan oleh warga Desa Lesung Batu,” ucap IPTU Hermansya.

    Korban, lanjutnya, ditemukan oleh Asep Gunawan (38), warga desa lesung batu saat sedang meriksa Ladang Sawah di dekat TKP.

    “Saat menemukan mayat itu, Asep langsung melaporkan ke kepala desa (Kades) Lesung Batu, dan kades langsung melaporkan kejadian itu ke polsek lintang kanan,” pungkasnya. (Alf)

  • Akhirnya Daerah Pasemah Air Keruh ‘Terkontaminasi’ Covid 19 

    Akhirnya Daerah Pasemah Air Keruh ‘Terkontaminasi’ Covid 19 

    SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Setelah bertahan sangat lama dari zona hijau, akhirnya Pasemah Air Keruh (Paiker), menjadi daerah yang beresiko rendah atau zona kuning.

    Hal itu tak lain karena adanya dua warga yang positif terkonfirmasi covid 19. Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode real time RT-PCR coronavirus di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. 

    Camat Paiker Noperman Subhi menjelaskan, kejadian ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, kecamatan Pasemah Air Keruh. Salah satu dari warga yang dinyatakan positif, berasal dari tenaga kesehatan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan prestasi yang dicapai puskesmas bersama kecamatan dan desa yang setiap hari jemput bola ke desa-desa melakukan vaksin, dengan hasil yang sangat memuaskan sesuai target. 

    “Jebolnya Pasemah Air Keruh dari zona hijau, disebabkan oleh mulai kendornya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Banyak masyarakat yang menggelar hajatan atau persedekahan yang mengabaikan protokol kesehatan. Peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti tempat dan jumlah undangan yang seharusnya dibatasi menjadi sumber cepatnya penyebaran Covid 19,” kata Noperman.

    Nah, lajutnya, demi menekan penyebaran Covid-19 pemerintah kabupaten Empat Lawang memutuskan hajatan atau persedekahan hanya dapat diselenggarakan terakhir tanggal 26 Juli 2021. Menyikapi keputusan tersebut, masyarakat diharapkan menjadwalkan ulang lagi rencana gelaran hajatannya. Sebagai ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kecamatan Paiker, ia meminta kepala desa memaksimalkan fungsi posko PPKM Mikro di setiap desa.

    “Kita perketat lagi Prokesnya, fungsikan posko PPKM Mikro setiap desa,” imbuhnya.

    Secara terpisah, Fauzan Sodry, penjabat kepala desa Talang Randai, siap melaksanakan tugas penyemprotan cairan disinfektan, mengadakan razia masker, dan besenergi dengan Polsek, Koramil dan puskesmas. Mengkondisikan hajatan dan persedekahan sesuai dengan aturan yang ada, serta menjaga desa Talang Randai tetap di zona hijau seperti semula. “Kita terus patuhi prokes bahkan perketat lagi, ini pelajaran bagi kita,” imbuhnya. (Alf)

  • Modus Antar Pulang ke Rumah, Pelajar SMP Disetubuhi Pemuda Pengangguran

    Modus Antar Pulang ke Rumah, Pelajar SMP Disetubuhi Pemuda Pengangguran

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Ada-ada saja kelakuan Andika (22), pemuda warga Desa Macang Manis, Kecamatan Talang Tapadang, Kabupaten Empat Lawang. Akibat sering nonton Film Gituan (filem porno, red), ia diduga memperkosa seorang siswi SMP sebut saja Mawar.

    Kelakuan bejat pelaku, terungkap berawal dari laporan orang tua korban ke Mapolres Empat Lawang, Sabtu (10/7/2021).

    Informasi dihimpun, kelakuan pelaku yang tidak dapat menahan diri itu, terjadi pada hari Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22:00 Wib. Kejadian berawal saat korban dan pelaku menghadiri acara hajatan di rumah salah seorang warga desa pelaku (Desa Macang Manis).

    Saat itu mereka (pelaku dan korban) berkenalan. Lalu untuk melancarkan aksinya pelaku berinisiatif menawarkan diri mengantar korban untuk pulang ke rumahnya di Desa Padang Titiran, dengan menggunakan sepeda motor.

    Namun setibanya di jalan yang sepi dan gelap, pelaku yang tidak dapat menahan nafsu akibat sering nonton film porno itu, membelokan sepeda motor ke area perkebunan kopi. Di kebun itu terdapat sebuah pondok. Di situlah korban dirudapaksa.

    Saat dipaksa korban sempat melakukan perlawanan, namun pelaku langsung mencekik sehingga korban tidak berdaya untuk disetubuhi pelaku. Selesai melampiaskan nafsu, pelaku bergegas mengantar korban pulang ke rumah orang tuanya.

    Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu Sik melalui Kasat Reskrim AKP Wanda Dira Berbard Sik membenarkan peristiwa itu dan menerima laporanya.

    “Pelaku sudah kita tangkap berikut barang bukti. Saat ini sudah diamankan di Mapolres Empat Lawang, guna penyelidikan lebih lanjut,” ucap Kasat.

    Kasat menambahkan, atas perbuatan yang dilakukan pelaku, dikenakan pasal 81 dan pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Alf)

  • Sadis Perampokan di Empat Lawang, Istri Dirudapaksa Suami Dibacok

    Sadis Perampokan di Empat Lawang, Istri Dirudapaksa Suami Dibacok

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Peristiwa perampokan terjadi di Empat Lawang. Kali ini korbannya pasangan suami istri (pasutri) MS (55) dan DE (44). Saat keduanya sedang berkebun, Pasutri ini diduga dirampok dengan sadis. Korban MS diduga kena bacok pakai senjata tajam dan istrinya dirudakpaksa oleh para kawanan perampok itu.

    Kapolres Empat Lawang AKBP Wahyu Sik melalui Kapolsek Ulu Musi AKP M Yusuf Lubis dikonfirmasi, Jumat (9/07/2021), membenarkan peristiwa itu.

    “Benar laporan sudah masuk, sekarang masih dalam lidik dan pengejaran,” kata Kapolsek.

    Informasi dihimpun, perampokan terjadi divsebuah kebun kawasan Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (3/7/2021) lalu. Para perampok menyekap kedua korban, terduga ada lima orang pelaku.

    “Para perampok menggasak uang Rp700 rb dan kopi dua karung dibawa kabur. Setelah para pelaku menyekap korban juga istri korban. Kemudian pelaku menarik istri korban ke belakang pondok lalu dirudapaksa,” kata Kapolsek.

    Hingga berita ini diturunkan, baik Satreskrim Polres Empat Lawang dan Poksek Ulu Musi dan Polsek Pendopo, masih melakukan pengejaraan terhadap para kawanan perampok itu. (Alf)