BPS Sumsel Sebut Pencairan THR dan Mobilisasi Lebaran Berikan Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto. Foto: Tia

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto. Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto menyebut akumulasi pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tingginya mobilisasi masyarakat selama momentum Ramadan serta Idul Fitri 2026 telah memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi wilayah Sumatera Selatan.

“Momen Ramadan ini jika dikaitkan dengan statistik, keramaian masyarakat menciptakan mobilisasi yang sangat besar. Hal ini mempengaruhi banyak hal, terutama secara ekonomi melalui pergerakan manusia yang mengeluarkan banyak uang untuk berbagai kebutuhan,” ujar Moh Wahyu Yulianto, Sabtu (28/3/2026).

Wahyu menjelaskan jika pemberian THR secara nyata meningkatkan daya beli masyarakat, yang kemudian terserap secara optimal pada sektor transportasi, konsumsi makanan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok.

Peningkatan aktivitas belanja ini tidak hanya menguntungkan sisi konsumen, tetapi juga menghidupkan ekosistem usaha di pasar tradisional maupun ritel modern di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.

Terkait stabilitas harga, BPS mencatat inflasi di Sumatera Selatan hingga masa suasana Lebaran masih berada pada level yang terkendali.

Meskipun sebelumnya terdapat kenaikan tipis pada komoditas seperti daging ayam ras, telur, dan minyak goreng, kebijakan intervensi melalui program Pasar Murah yang digagas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dinilai efektif menekan gejolak harga di lapangan.

“Sejauh ini kami bersyukur karena melalui beberapa acara Pasar Murah yang digagas pemerintah daerah melalui TPID, harga-harga relatif terkendali. Memang ada kenaikan, namun masih tipis,” jelasnya.

Ia menekankan jika inflasi merupakan bagian wajar dari pertumbuhan ekonomi selama tetap dalam batas kendali.

Koordinasi antarinstansi diharapkan terus terjaga untuk mempertahankan tren positif ekonomi daerah pasca-perayaan hari besar keagamaan tersebut.

“Itulah berkah Ramadan dan Idul Fitri yang memberikan akumulasi kebaikan serta dampak ekonomi yang baik untuk seluruh masyarakat. Kami selalu menekankan bahwa inflasi itu wajar ada, namun jangan sampai tidak terkendali,” tutupnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

CFN Kolonel Atmo Palembang Selalu Ramai, Warga Nikmati Barongsai hingga Parade Kostum Anime
Kebakaran Hebat di Kawasan PIM Palembang, Kepulan Asap Hitam Gegerkan Warga
Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda
Saling Tatap Mata Berujung Pengeroyokan, Pria di Sukarami Alami Luka Memar
BATIQA Hotel Palembang Salurkan 179 Bungkus Daging Kurban kepada Karyawan dan Warga
Iduladha 1447 H Bank Sumsel Babel distribusikan Bantuan Hewan Kurban ke Masyarakat Sumsel dan Babel
PN Palembang Tebar 500 Paket Daging Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Semangat Pelayanan Publik
Terekam CCTV, Spesialis Maling Kosan Ditangkap Warga

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:21 WIB

CFN Kolonel Atmo Palembang Selalu Ramai, Warga Nikmati Barongsai hingga Parade Kostum Anime

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:34 WIB

Kebakaran Hebat di Kawasan PIM Palembang, Kepulan Asap Hitam Gegerkan Warga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37 WIB

Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:06 WIB

Saling Tatap Mata Berujung Pengeroyokan, Pria di Sukarami Alami Luka Memar

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:55 WIB

BATIQA Hotel Palembang Salurkan 179 Bungkus Daging Kurban kepada Karyawan dan Warga

Berita Terbaru

Korban

Kota Palembang

Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37 WIB